SDG Academy Indonesia Dukung Penguatan Kapasitas SDM untuk Percepat Pencapaian TPB/SDGs
Berita Pembangunan - Senin, 16 Maret 2026
Pemerintah Indonesia terus memperkuat upaya percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah pengembangan SDG Academy Indonesia di bawah koordinasi Kementerian PPN/Bappenas.
Koordinator Tim Ahli Sekretariat Nasional SDGs Arifin Rudiyanto menjelaskan bahwa SDG Academy Indonesia merupakan program pembelajaran inovatif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas berbagai pihak dalam mengimplementasikan agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia.
“SDG Academy Indonesia ini adalah program pembelajaran yang inovatif untuk meningkatkan kapasitas SDM di Indonesia dalam mengimplementasikan SDGs. Tujuan utamanya adalah bagaimana kita dapat mempercepat pencapaian SDGs di Indonesia. Kita ingin menyiapkan sumber daya manusia di lapangan yang mampu menjadi inovator, koordinator, sekaligus implementer dalam pelaksanaan SDGs, sehingga kepemimpinan dalam pembangunan berkelanjutan dapat tumbuh di berbagai sektor,” ujar Arifin dalam Podcast Bappenas “SDG Academy Indonesia: Perkuat Kapasitas SDM untuk Percepat Pembangunan”, Senin (16/3).
SDG Academy Indonesia telah mulai dikembangkan sejak 2019 melalui kolaborasi antara Kementerian PPN/Bappenas, United Nations Development Programme (UNDP), dan Tentara Nasional Indonesia (TNI). Seiring perkembangan program, pengelolaan SDG Academy Indonesia kemudian ditempatkan secara penuh di bawah Kementerian PPN/Bappenas sebagai Koordinator Nasional Pelaksanaan SDGs di Indonesia.
“Kami berpikir bahwa SDG Academy Indonesia harus melekat pada sistem pemerintahan agar dampaknya lebih luas dan berkelanjutan. Dengan berada di bawah Kementerian PPN/Bappenas sebagai Koordinator Nasional SDGs, program ini memiliki legitimasi yang lebih kuat untuk diselaraskan dengan rencana pembangunan nasional dan berbagai prioritas pembangunan yang sedang dijalankan pemerintah,” katanya.
Program SDG Academy Indonesia terdiri dari tiga komponen utama, yaitu program sertifikasi kepemimpinan SDGs, program pembelajaran daring yang dapat diakses secara luas, serta platform berbagi pengetahuan bagi berbagai pemangku kepentingan. Program tersebut dirancang untuk menjawab kesenjangan pemahaman serta kapasitas dalam implementasi dan pemantauan SDGs di berbagai tingkat pembangunan.
Menurut Arifin, visi utama SDG Academy Indonesia adalah menjadi pusat pembelajaran sekaligus ruang kolaborasi bagi seluruh pemangku kepentingan pembangunan. “Melalui platform ini, kita berharap tercipta ruang dialog yang memungkinkan semua pihak berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik dalam pelaksanaan SDGs,” jelasnya.
Ke depan, SDG Academy Indonesia diharapkan dapat menjangkau lebih banyak peserta dari berbagai latar belakang, termasuk pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, hingga generasi muda. Melalui pendekatan pembelajaran yang terstruktur dan kolaboratif, program ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman bersama tentang SDGs di seluruh Indonesia. Dengan penguatan kapasitas, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan platform digital, SDG Academy Indonesia diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan menuju 2030.
“Harapan kami, semakin banyak alumni yang memahami apa itu SDGs, bagaimana mengimplementasikannya, serta bagaimana melaporkan pencapaiannya. Bahkan lebih jauh lagi, kami berharap melalui SDG Academy Indonesia ini akan lahir berbagai solusi nyata dari pengalaman lapangan yang dapat dibagikan kepada seluruh pelaku pembangunan di Indonesia, sehingga SDGs benar-benar menjadi gerakan bersama,” tutur Arifin.