Bappenas Dorong Transformasi Ekonomi Berbasis Teknologi melalui Science Techno Park ITS
Berita Utama - Senin, 13 April 2026
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy meresmikan Soft Launching Science Techno Park (STP) Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai ekosistem dan orkestrator ekonomi berbasis pengetahuan di Kampus ITS, Surabaya, Senin (13/4).
ITS telah mengembangkan berbagai inovasi, mulai dari pengembangan bandwidth, simulasi penambalan tengkorak dengan presisi tinggi, hingga peralatan deteksi dini stroke, serta teknologi penangkapan karbon. Menteri Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya transformasi menuju ekonomi berbasis ilmu pengetahuan.
“Sudah waktunya ke depan kita membangun ekonomi yang berbasis ilmu pengetahuan, ekonomi yang berbasis knowledge-based and technology economy. Operasionalisasi STP ini harus dimaknai sebagai stimulan fundamental dalam eskalasi kualitas modal manusia,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.
Menteri Rachmat Pambudy menekankan bahwa pengembangan sektor strategis seperti robotika, otomotif, dan perkapalan tidak hanya menghasilkan karya kreatif, tetapi juga harus mendorong lahirnya paten sebagai bagian dari penguatan kekayaan intelektual perguruan tinggi. Tidak kalah penting juga untuk mendorong lahirnya startup berbasis inovasi yang tidak hanya tumbuh secara valuasi, tetapi memiliki produk nyata dan berkelanjutan. “Ke depan, kita ingin membangun riset yang berdampak (impact university) dan mendorong kewirausahaan. Science Techno Park ini diharapkan tidak hanya menghasilkan teknologi baru, tetapi juga melahirkan perusahaan baru yang nyata,” tegas Menteri Rachmat Pambudy.
Sejalan dengan itu, Rektor ITS Bambang Pramujati menyampaikan bahwa STP ITS dirancang sebagai ruang kolaborasi antara inovasi, industri, dan startup. STP ITS diharapkan menjadi ruang bertemunya inovasi, industri, dan startup, sehingga ekosistem hilirisasi dapat tumbuh dan berkembang secara berkelanjutan. Pengembangan STP ini menjadi bagian dari upaya ITS untuk memperkuat kemandirian pembiayaan melalui komersialisasi hasil riset.
Science Techno Park ITS dibangun sejak 2022 melalui program Higher Education for Technology and Innovation (HETI) dengan dukungan pendanaan dari Asian Development Bank (ADB). Kawasan ini berdiri di atas lahan seluas 10 hektare dan terdiri atas empat pusat unggulan, yaitu maritim, otomotif, ICT dan robotika, serta industri kreatif. Keempatnya diharapkan mendukung prioritas pembangunan nasional 2026–2029, termasuk kemandirian energi dan air, kedaulatan pangan, hilirisasi dan industrialisasi, serta penguatan infrastruktur dan ketahanan bencana.
Menutup arahannya, Menteri Rachmat Pambudy menyampaikan harapannya agar Science Techno Park ITS tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga melahirkan startup dan perusahaan baru yang berdampak nyata, serta memberikan manfaat bagi civitas akademika dan pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.