Kepemimpinan Berbasis Data dan SDM Berkualitas, Kunci Perencanaan Pembangunan Nasional
Berita Utama - Jumat, 19 Juni 2026
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya kepemimpinan berbasis data, serta penguatan Satu Data Indonesia sebagai fondasi perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran. Hal tersebut disampaikan pada Seminar Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri Tahun 2026 di Lembang, Jawa Barat, Jumat (19/6).
“Data bukan sekadar pelengkap, melainkan menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan. Pembangunan sumber daya manusia, pendidikan, dan kepemimpinan yang berintegritas merupakan fondasi utama untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045. Kepemimpinan berbasis data menjadi fondasi perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran,” tegas Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy.
Dalam paparannya, Menteri Rachmat Pambudy mengajak para peserta Sespim untuk belajar dari perjalanan sejarah bangsa yang mampu bertahan dan berkembang di tengah berbagai keterbatasan. “Ketika Indonesia baru merdeka, kita tidak memiliki banyak sumber daya maupun fasilitas. Namun justru dalam kondisi yang serba terbatas itu bangsa ini mampu bangkit dan membangun dirinya sendiri. Ini menjadi pelajaran penting bagi calon-calon pemimpin bangsa bahwa kemajuan tidak ditentukan oleh seberapa besar sumber daya yang dimiliki, melainkan oleh kualitas manusia, kepemimpinan, dan semangat untuk membangun,” ujar Menteri Rachmat Pambudy.
Pada dekade awal kemerdekaan, pembangunan manusia sebagai prioritas utama yang didukung dengan pembangunan institusi pendidikan sebagai fondasi pembangunan nasional yang berkelanjutan. Lebih lanjut, Menteri Rachmat Pambudy mengingatkan bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk menjadi negara maju pada 2045, tetapi harus mampu keluar dari jebakan pendapatan menengah (middle income trap). Untuk mencapai tujuan tersebut, Indonesia perlu memperkuat kualitas pendidikan, ketahanan pangan, ketahanan energi, serta tata kelola pembangunan yang berbasis data.
Menutup paparannya, Menteri Rachmat Pambudy menekankan bahwa tantangan terbesar Indonesia saat ini bukan hanya persoalan ekonomi, melainkan juga ketimpangan dan kesenjangan sosial. Karena itu, para peserta Sespim sebagai calon pemimpin bangsa diharapkan dapat mengedepankan moralitas, keadilan, dan kemanusiaan sebagai landasan dalam menjalankan kepemimpinan.
“Kalau semua pemimpin memiliki moral yang kuat, menjunjung keadilan, dan menempatkan kemanusiaan sebagai dasar pengambilan keputusan, maka cepat atau lambat Indonesia akan menjadi negara yang adil, makmur, dan mampu mewujudkan cita-cita para pendiri bangsa. Masa depan Indonesia ada di tangan para pemimpin yang hari ini sedang dipersiapkan,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.