Peran Ormas Mendukung Pengembangan Ekonomi Syariah Untuk Pembangunan Indonesia Berkelanjutan

JAKARTA – Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P. S. Brodjonegoro memberikan materi pembekalan bertema "Peran Ormas dalam Pembentukan Keluarga Sejahtera dan Peningkatan Ekonomi Keuangan Syariah dalam Pelaksanaan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan" pada acara Musyawarah Nasional VIII Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) di Balai Kartini pada Selasa (8/11).

Menteri Bambang mengharapkan peran Ormas khususnya LDII untuk berkontribusi dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (TPB/SDGs) di Indonesia dalam kaitannya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan menggerakkan ekonomi syariah dan mendorong pengembangan ekonomi yang islami.

“Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan kehidupan keluarga umat Islam, organisasi kemasyarakatan Islam dapat berperan penting dalam mendorong pengembangan ekonomi yang Islami. Saya berpendapat ekonomi Islam dapat diartikan sebagai cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengajarkan praktik pelaksanaan kegiatan ekonomi yang berdasarkan pada prinsip-prinsip universal yang diajarkan dalam agama Islam, misalnya mendorong kegiatan ekonomi dengan penuh tanggung jawab (socially responsible economic activity). Tantangannya adalah menerapkan prinsip ini dalam perdagangan (fair trade)."

Selain itu menurut Menteri Bambang,  kontribusi Ormas dapat membantu pemerintah dlm TPB untuk mengatasi isu permasalahan gizi dan kesejahteraan keluarga lewat sosialisasi dan edukasi. Karena, keluarga sejahtera dapat memenuhi kecukupan gizi anak dan membangun generasi menjadi angkatan kerja produktif di masa depan.

Ketua Umum LDII Abdullah Syam pun menjelaskan, Munas LDII ke-8 ini membahas tema besar terkait: Peningkatan Kualitas SDM; Kemampuan Pendayagunaan Teknologi Digital; dan Pengembangan Ekonomi Syariah untuk Pembangunan Indonesia Berkelanjutan. Selain itu turut mengkampanyekan gerakan menghormati guru dan bersikap cerdas dalam bersosial media agar dilaksanakan dalam kehidupan bermasyarakat.

Salah satu terobosan yang disosialisasikan dalam acara ini, dikembangkannya sebuah e-Commerce pertama di bidang keuangan syariah bernama Pikub.com  sebagai pusat jual beli dan bisnis online syariah. Di bidang ekonomi keuangan syariah, Kementerian PPN/Bappenas selaku Koordinator Tim Penyusun Lintas Regulator telah menyusun Masterplan Arsitektur Keuangan Syariah Indonesia (AKSI) pada 2015.