Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan I Tahun 2026
Ringkasan :
Pada triwulan I tahun 2026, ekonomi global masih tumbuh moderat di tengah tingginya ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik, perlambatan perdagangan, dan volatilitas pasar keuangan. Meski demikian, konsumsi rumah tangga dan sektor jasa tetap menjadi penopang pertumbuhan.
Di Indonesia, ekonomi tumbuh 5,61% (YoY), didorong oleh kuatnya permintaan domestik. Sektor akomodasi dan makan minum mencatat pertumbuhan tertinggi (13,14%), sedangkan sektor pertambangan mengalami kontraksi (-2,14%). Pendapatan negara mencapai Rp574,9 triliun, sementara belanja negara sebesar Rp815,0 triliun.
Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate 4,75%, inflasi terkendali di 2,42% (YoY), dan nilai tukar rupiah berada di Rp16.995 per dolar AS. Di sisi eksternal, Neraca Pembayaran Indonesia masih mengalami defisit USD9,1 miliar, meskipun neraca perdagangan barang tetap mencatat surplus. Secara keseluruhan, perekonomian Indonesia tetap solid, namun masih menghadapi tantangan dari ketidakpastian ekonomi global dan melemahnya kinerja sektor eksternal.