Pencarian Informasi Berita Dokumen Perencanaan Dokumen Hukum Data Statistik Infografis


Hasil Pencarian RPJMN


    Perkuat HAM di Indonesia, Menteri PPN dan Menteri HAM Bahas Fokus Pembangunan HAM di RPJMN 2025-2029

    Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menerima Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai untuk membahas komitmen perwujudan HAM dalam setiap kebijakan dan strategi pembangunan HAM dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Menteri Rachmat Pambudy menekankan HAM menjadi salah satu prioritas nasional dengan tema memperkokoh ideologi Pancasila, demokrasi, dan HAM. “Isu HAM bukan hanya menjadi agenda nasional, tetapi juga bagian komitmen global. Melalui RPJMN 2025-2029, kita ingin memastikan kebijakan pembangunan nasional berbasis pada penghormatan, perlindungan, dan pemenuhan HAM, terutama bagi kelompok rentan,” jelas Menteri Rachmat.

    Terdapat dua program utama yang akan menjadi fokus pembangunan HAM ke depan. Pertama, Internalisasi HAM dalam Kebijakan Humanis, Inklusif, dan Berperspektif Gender, yang mencakup pengarusutamaan HAM dalam regulasi, pendidikan HAM bagi instansi pemerintah maupun masyarakat, serta penguatan kapasitas bagi aktor non negara. Kedua, Perlindungan HAM dan Penghapusan Praktik Diskriminasi, yang berorientasi pada percepatan pemenuhan HAM melalui implementasi Rencana Aksi Nasional HAM (RANHAM) serta strategi nasional bisnis dan HAM. Berdasarkan data Komnas HAM 2024, tercatat 2.625 aduan terkait dugaan pelanggaran HAM, dengan sebagian besar melibatkan aktor negara dan korporasi. Selain itu, masih terdapat 12 kasus pelanggaran HAM berat yang belum terselesaikan. Untuk itu, pemerintah berkomitmen meningkatkan efektivitas penanganan kasus serta mendorong kebijakan berbasis data melalui Satu Data HAM sebagai referensi utama penyusunan kebijakan.

    Menteri HAM menyambut baik kolaborasi ini dan menekankan pentingnya peran Governmental Human Rights Focal Point (GHRFP) dalam memastikan kebijakan pemerintah sejalan dengan prinsip HAM. Kementerian HAM juga akan terus memperkuat koordinasi dengan berbagai lembaga HAM nasional, seperti Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komnas Disabilitas, dan KPAI. Pelibatan lembaga tersebut dalam Rapat Koordinasi Tahunan Pembangunan HAM akan memastikan sinergi dalam implementasi program pembangunan HAM yang lebih efektif. Sebagai langkah strategis ke depan, Kementerian PPN/Bappenas dan Kementerian HAM akan terus berkoordinasi dalam penyusunan kebijakan dan evaluasi program untuk memastikan pembangunan HAM lebih inklusif, berbasis data, serta berorientasi pada keadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia. “Kami ingin memastikan setiap kebijakan pembangunan yang dirancang tidak hanya mempercepat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menghormati dan melindungi hak-hak dasar setiap warga negara. HAM bukan sekadar isu hukum, tetapi juga bagian dari pembangunan berkelanjutan yang harus menjadi prioritas bersama,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.

    Selengkapnya
    Perkuat Strategi Ketahanan Pangan dalam RPJMN 2025-2029, Bappenas Jalin Kolaborasi bersama IFPRI

    Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menerima kunjungan International Food Policy Research Institute (IFPRI) untuk membahas strategi ketahanan pangan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029. Menteri Rachmat Pambudy menegaskan ketahanan pangan menjadi salah satu prioritas utama pembangunan. “RPJMN 2025-2029 disusun berdasarkan visi dan misi Presiden Indonesia 2024-2029, dengan tiga target utama, yaitu pertumbuhan ekonomi 8 persen, penurunan tingkat kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada 2026, serta peningkatan kapasitas SDM. Dalam kerangka ini, ketahanan pangan menjadi faktor kunci dalam mendukung pencapaian target pembangunan, saya berharap IFPRI bisa berkolaborasi untuk mempertajam berbagai program dan strategi ketahanan pangan,” jelas Menteri Rachmat Pambudy, Rabu (19/2).

    Menteri Rachmat Pambudy menyoroti pentingnya pembaruan MoU antara Indonesia dan IFPRI pada 2025-2029. MoU yang berlangsung dari 2019-2024 telah menjadi landasan bagi kerja sama strategis dalam penelitian berbasis bukti untuk mengurangi kemiskinan serta meningkatkan ketahanan pangan dan gizi.  Pembaruan MoU ini selaras dengan RPJMN 2025-2029, sehingga dapat mendukung target pembangunan nasional yang berfokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

    Pemerintah berfokus pada tiga aspek utama dalam ketahanan pangan, yaitu memastikan ketersediaan pangan melalui pengembangan sentra produksi dan stok pangan pemerintah, meningkatkan kualitas konsumsi pangan melalui diversifikasi dan fortifikasi, serta meningkatkan produktivitas sektor pangan melalui hilirisasi dan tata kelola yang lebih baik. Salah satu program unggulan dalam RPJMN 2025-2029 adalah Makan Bergizi Gratis, untuk membangun generasi Indonesia yang sehat, cerdas, dan produktif menuju Indonesia Emas 2045. Lebih lanjut, Indonesia juga berkomitmen pada transformasi sistem pangan dalam rangka mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs). Pemerintah sedang menyusun Convergence Action Blueprint bersama FAO untuk memastikan sistem pangan yang berkelanjutan dengan dampak minimal terhadap perubahan iklim.

    Melalui berbagai strategi dan kerja sama, Indonesia berharap dapat membuka potensi penuh sektor pangan dan pertanian, meningkatkan investasi, serta memastikan ketahanan pangan bagi seluruh masyarakat. “Kerja sama ini mencakup berbagai aspek penting, mulai dari pengembangan alat perencanaan kebijakan hingga peningkatan kapasitas SDM sektor pertanian. Saya berharap upaya kolaborasi ini dapat mewujudkan sistem pangan berkelanjutan,” pungkas Menteri Rachmat.

    Selengkapnya
    Pra-Musrenbang RKP 2026, Bappenas Rumuskan Strategi Capai Target Pembangunan Nasional Selaras dengan RPJMN 2025-2029

    Kementerian PPN/Bappenas menggelar Pra-Musrenbangnas Bidang Infrastruktur sebagai bagian implementasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 dan rangkaian proses penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2026. Forum ini bertujuan merumuskan prioritas pembangunan infrastruktur yang sejalan dengan Asta Cita dan berfokus pada Trisula Pembangunan, yakni pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, pengurangan kemiskinan, dan peningkatan kualitas SDM. “Asta Cita bukan sekadar visi pembangunan, tetapi juga pedoman dalam Musrenbangnas untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah. Infrastruktur yang kita bangun harus memperkuat konektivitas, mendukung ketahanan pangan dan energi, serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” ungkap Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, Senin (17/3).

    Pembangunan infrastruktur yang dirancang dalam RPJMN 2025-2029 harus berkontribusi pada pencapaian target pembangunan nasional, terutama dalam meningkatkan daya saing, mendorong investasi, serta memperkuat konektivitas antar wilayah. Salah satu program strategis yang dibahas adalah pembangunan 3 juta unit hunian. Menteri Rachmat Pambudy juga menegaskan dalam sektor ketahanan lingkungan, Giant Sea Wall Pesisir Utara Jawa menjadi prioritas dalam mengatasi defisit air baku, abrasi pantai, dan penurunan muka tanah. Proyek ini bukan sekadar infrastruktur fisik, tetapi juga bagian upaya pemulihan lingkungan dan pengembangan ekonomi pesisir yang lebih berkelanjutan. Kementerian PPN/Bappenas juga memastikan Proyek Strategis Nasional (PSN) terintegrasi dengan agenda RPJMN 2025-2029 dengan 77 proyek strategis, termasuk 31 proyek infrastruktur yang mendukung swasembada pangan, energi, dan hilirisasi industri.

    Menutup Pra-Musrenbangnas ini, Menteri Rachmat Pambudy menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan swasta dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berkualitas. “Kami tidak bisa bekerja sendiri. Infrastruktur adalah tulang punggung pembangunan, dan keberhasilannya memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Kami berharap hasil diskusi hari ini dapat menjadi landasan yang kuat dalam Musrenbangnas untuk memastikan pembangunan inklusif dan berkelanjutan,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.

    Selengkapnya
    Bappenas Perkuat Koordinasi Pembiayaan Luar Negeri Bersama Mitra Pembangunan, Dukung RPJMN 2025-2029

    Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Development Partner Coordination Meeting untuk memperkuat penyelarasan prioritas pembangunan nasional melalui dukungan mitra pembangunan internasional, agar implementasi pembiayaan luar negeri efektif dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029. Wakil Menteri PPN/Wakil Kepala Bappenas Febrian Alphyanto Ruddyard menyampaikan bahwa forum ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi operasional dengan mitra pembangunan. “Nilai dari pembiayaan luar negeri tidak hanya dari pendanaan, tetapi juga dari gagasan, teknologi, inovasi, dan peluang untuk membangun kelembagaan yang lebih kuat,” kata Wamen Febrian di Gedung Bappenas, Jakarta, Senin (24/11).

    Deputi Bidang Pembiayaan dan Investasi Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Putut Hari Satyaka menguraikan arah kebijakan pembiayaan luar negeri serta Daftar Rencana Pinjaman Luar Negeri Jangka Menengah (JRPLN-JM)/Blue Book 2025–2029, dan menekankan bahwa perencanaan dilakukan melalui tahapan Blue BookGreen Book, dan Daftar Kegiatan untuk memperkuat seluruh tahapan dan proses persetujuan implementasinya lebih cepat. “Kita perlu memastikan bahwa pipeline proyek semakin kuat, tidak terjadi duplikasi, dan proses persetujuan serta implementasinya dapat berlangsung lebih cepat dan efektif,” tegas Deputi Putut.

    Blue Book 2025–2029 yang diterbitkan pada 17 Oktober 2025 menjadi rujukan utama pipeline proyek pembiayaan luar negeri, memuat usulan proyek kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah untuk memastikan dukungan eksternal selaras dengan prioritas nasional, strategi sektoral, dan percepatan pembangunan wilayah. Pertemuan yang turut dihadiri lebih dari 30 perwakilan kedutaan, lembaga keuangan internasional, serta lembaga pembangunan bilateral dan multilateral, bersama pejabat Kementerian Keuangan dan Kementerian PPN/Bappenas ini, juga membahas transisi dari Blue Book menuju Green Book serta penguatan penyiapan proyek.

    Kementerian PPN/Bappenas mengundang seluruh mitra pembangunan memanfaatkan forum ini sebagai wadah koordinasi strategis dan meningkatkan kualitas pipeline, efektivitas pembiayaan luar negeri, dan akuntabilitas kerja sama yang mendukung pencapaian RPJMN 2025–2029. “Kami juga ingin mendorong keterlibatan yang berkelanjutan lewat diskusi rutin, umpan balik yang jujur, dan pelaporan yang konsisten agar bisa menjaga keselarasan dan merespons tantangan baru dengan cepat. Dialog bersama yang terstruktur akan membantu koordinasi, akuntabilitas, dan kualitas keseluruhan kerja sama kita,” pungkas Wamen Febrian.

    Selengkapnya