Choose Language
id us

 

Investasi dan Perdagangan

 


Infografik Perkembangan Perdagangan Internasional Indonesia Semester I 2016



Ringkasan:


  • Neraca perdagangan Indonesia pada Semester I tahun 2016 mengalami surplus USD 3.594,3 juta, hal ini disebabkan karena surplus sebesar USD 5.709,8 juta pada neraca perdagangan sektor nonmigas lebih besar dibanding defisit sebesar USD 2.115,5 juta pada sektor migas.
  • Sepanjang bulan Januari-Juni tahun 2016, negara tujuan ekspor non migas terbesar adalah Amerika Serikat dengan nilai sebesar USD 7.876,8 juta, disusul Jepang, Tiongkok, Singapura dan India.
  • Dari 5 negara tujuan ekspor nonmigas utama, hanya Amerika Serikat yang mencatatkan pertumbuhan positif yakni sebesar 0,5 persen (YoY)

Download Selengkapnya

Infografik Perkembangan Perdagangan Internasional Indonesia Bulan Agustus 2016



Ringkasan:


  • Pada bulan Agustus tahun 2016, nilai ekspor non migas mencapai 94,0 persen dari total target, atau sebesar USD 12.632,3 juta.
  • Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Agustus tahun 2016 mengalami surplus USD 293,6 juta, hl ini disebabkan karena surplus sebesar 921,3 juta pada neraca perdagangan sektor nonmigas lebih besar dibanding fefisit sebesar USD 627,7 juta pada sektor migas
  • Pada bulan Agustus tahun 2016, negara tujuan ekspor nonmigas terbesar adalah Amerika Serikat dengan sebesar USD 1.359,7 juta dengan kontribusi sebesar 11,8 persen terhadap total ekspor nonmigas Indonesia. Secara berturut-turut disusul oleh negara Tiongkok, Jepang, india dan Singapura.

Download Selengkapnya

Infografik Perkembangan Perdagangan Internasional Indonesia Bulan Januari 2016



Ringkasan:


  • Pada bulan Januari tahun 2016, nilai ekspor non migas mencapai 75 persen dari total target, atau sebesar USD 10.500,2 juta.
  • Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Januari tahun 2015 mengalami surplus USD 50,6 juta, hal ini disebabkan  karena surplus sebesar USD 164,5 juta pada neraca perdagangan sektor nonmigas lebih besar dibanding  defisit sebesar USD 113,9 juta pada sektor migas.
  • Nilai ekspor Indonesia pada bulan Januari tahun 2016 sebesar USD 10.500,2 juta, menurun sebesar 20,7% dibandingkan pada bulan Januari tahun 2015, begitu  pula  ekspor migas dan non migas yang mengalami penurunan sebesar 43,5% dan 16,8%.
  • Nilai impor Indonesia  pada bulan Januari tahun 2016 sebesar USD 10.449,6 juta, menurun  sebesar 17,1% dibandingkan  pada bulan Januari tahun 2015, begitu pula  impor migas dan non migas yang mengalami penurunan sebesar 42,3% dan 12,1%.


Download Selengkapnya

Infografik Perkembangan Perdagangan Internasional Indonesia Tahunan 2015



Ringkasan:


  • Sepanjang tahun 2015, nilai ekspor non migas mencapai 84% dari total target, atau sebesar USD 131.730 juta
  • Neraca Perdagangan Indonesia sepanjang tahun 2015 mengalami surplus USD 7.587,5 juta, hal ini disebabkan karena surplus sebesar USD 13.648,7 juta pada neraca perdagangan sektor nonmigas lebih besar dibanding defisit sebesar USD 6.061,2 juta pada sektor migas.
  • Nilai Ekspor Indonesia sepanjang tahun 2015 sebesar USD 150.282 juta, menurun sebesar 14,6% dibandingkan sepanjang tahun 2014, begitu pula ekspor migas dan non migas yang mengalami penurunan sebesar 38,2% dan 9,7%
  • Nilai Impor Indonesia sepanjang tahun 2015 sebesar USD 14.649 juta, menurun sebesar 19,9% dibandingkan sepanjang tahun 2014, begitupula impor migas dan non migas yang mengalami penurunan sebesar 43,4% dan 12,3%.

Download Selengkapnya

Infografik Perkembangan Investasi Triwulan IV 2015



Ringkasan:


  • Total realisasi investasi PMA dan PMDN tahun 2015 sebesar Rp 545,4 triliun atau telah mencapai 104,9% dari target realisasi investasi untuk tahun 2015 yang sebesar Rp 519,5 triliun.
  • Pada triwulan IV tahun 2015, negara dengan realisasi PMA terbesar adalah Singapura dengan nilai USD 2.349,8 jutaatau 29,6% dari total realisasi PMA diikuti oleh Hongkong, Belanda, Jepang dan Tiongkok
  • Pada triwulan IV tahun 2015, lokasi PMA dengan nilai  realisasi PMA terbesar adalah DKI Jakarta dengan nilai USD 1.363,7 juta atau 17,2% dari total realisasi PMA diikuti oleh DKI Banten, Jawa Timur, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur.
  • Pada triwulan IV tahun 2015, sektor dengan nilai realisasi PMA terbesar adalah sektor Listrik, Gas dan Air dengan nilai USD 1.393,2 juta atau 17,5% dari total realisasi PMA, diikuti oleh sektor industri Logam & Mesin; Perumahan, Kawasan undustri & Real Estate; Pertambangan; Tanaman Pangan & Perkebunan.

Download Selengkapnya

Infografik: Perkembangan Investasi dan Perdagangan Internasional Indonesia, Bulan Juli Tahun 2015



Ringkasan:


  • Pada triwulan I 2015, rasio ekspor jasa baru mencapai 2,6% dari total PDB nominal, atau sebesar USD 5.597 juta. Nilai rasio ini belum memenuhi target RPJMN 2015 yang berjumlah 3%.
  • Neraca perdagangan Indonesia pada Juli 2015 mengalami surplus sebesar USD 1.332 juta, hal ini disebabkan karena surplus sebesar USD 2.204 juta pada neraca perdagangan sektor non migas lebih besar dibanding defisit sebesar USD 872 juta pada sektor migas.
  • Pada Juli 2015, negara tujuan ekspor non migas terbesar adalah Amerika Serikat dengan total ekspor non migas sebesar USD 1.166 juta, disusul China, Jepang, India, dan Singapura.
  • Pada Juli 2015, komoditas impor non migas terbesar adalah Mesin dan Peralatan Mekanik (HS 84), sebesar USD 1.520 juta dengan proporsi 19,5%, disusul oleh Mesin dan Peralatan Listrik (HS 85) dengan proporsi sebesar 13,9%.

Download Selengkapnya

Infografik: Perkembangan Investasi dan Perdagangan Internasional Indonesia, Bulan Juni Tahun 2015



Ringkasan:


  • Pada semester I 2015, nilai ekspor non migas sudah mencapai 43% dari total target, atau sebesar USD 68.301 juta.
  • Nilai impor Indonesia pada Juni 2015 sebesar USD 12.964 juta, menurun sebesar 17,4% dibandingkan Juni 2014, begitu pula impor migas dan non migas yang mengalami penurunan sebesar 24,0% dan 15,6%.
  • Pada Juni 2015, negara asal impor non migas terbesar adalah China dengan nilai sebesar USD 2.624 juta, disusul Jepang, Amerika, Thailand, dan Singapura.
  • Pada Juni 2015, Lemak dan Minyak Hewan/Nabati (HS 15) menjadi barang ekspor dengan proporsi paling tinggi, sebesar 15,0%, disusul Bahan Bakar Mineral (HS 27) dengan proporsi sebesar 10,4%.

Download Selengkapnya

sebelum 12345 sesudah

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2020 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved