Menteri Rachmat Pambudy: Program MBG, Langkah Besar Menuju Indonesia Emas 2045

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa setiap negara memiliki caranya sendiri untuk melakukan lompatan besar agar dapat keluar dari jebakan middle income trap. Menteri Rachmat Pambudy mengutip big push theory dari Paul N. Rosenstein-Rodan yang menekankan pentingnya dorongan besar untuk menciptakan perubahan struktural. Dalam konteks Indonesia, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipandang sebagai model big push yang strategis karena berperan sebagai push factor sekaligus pull factor dalam rantai besar perekonomian nasional, dari produsen hingga penerima manfaat.

“Apabila variabel anggaran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), belanja dapur, serta keterhubungan belanja dengan penerima manfaat dapat terekam oleh BPS, Indonesia akan memiliki data yang kuat untuk menunjukkan terjadinya perubahan sosial yang sangat signifikan,” ujar Menteri Rachmat Pambudy pada Acara Penyerahan Hasil Kegiatan Implementasi Nota Kesepahaman antara Badan Pusat Statistik (BPS) dan Badan Gizi Nasional (BGN) di Kantor BGN, Jakarta, Selasa (3/2).

Selaras dengan hal tersebut, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 menegaskan pentingnya integrasi data dalam mendukung proses pemantauan dan evaluasi pelaksanaan Program MBG secara komprehensif. Badan Gizi Nasional diharapkan menyusun sistem informasi digital yang mampu mencatat seluruh transaksi, merekam output program, dan mengukur dampak yang dihasilkan. Sementara itu, BPS berperan dalam melakukan pengumpulan dan verifikasi data di tingkat masyarakat guna memastikan akurasi dan keterpaduan data nasional.

Ke depan, diperlukan penyepakatan kerangka analisis lanjutan berbasis theory of change (ToC) agar pelaksanaan Program MBG dapat diukur secara komprehensif dari aspek input, proses, output, hingga outcome. Selain itu, penguatan mekanisme berbagi-pakai data, pemanfaatan data BPS dalam pemantauan dan evaluasi, pelaksanaan survei rutin hingga tingkat subnasional, serta integrasi data Survei Konsumsi Masyarakat Indonesia (SKMI) dan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) menjadi langkah penting untuk memastikan dampak Program MBG terukur secara nyata.

“Kita sedang membuat sejarah perubahan sosial dari cita-cita Bung Karno; seratus tahun kemudian kita menciptakan Indonesia Emas, dan Program Makan Bergizi Gratis menjadi bagian menuju pencapaian Indonesia Emas 2045,” pungkas Menteri Rachmat Pambudy.