Choose Language
id us

Untuk Menjadi Indonesia Emas 2045, Indonesia Harus Tinggalkan Struktur Ekonomi Kolonial

June 12th, 2019 5:25 pm


JAKARTA – Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro memberikan ceramah pada Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LIX 2019 dengan tema “Transformasi Struktur Ekonomi Kolonial Menuju Struktur Ekonomi Nasional” di Ruang NKRI, Gedung Pancagatra, Lemhanas, pada  Rabu (12/6). Menteri Bambang memaparkan Visi Indonesia 2045 dan menekankan bahwa Indonesia tidak boleh lagi terbawa struktur ekonomi kolonial agar dapat mencapai Indonesia Emas 2045. Dalam periode 2016-2045, ekonomi Indonesia diharapkan dapat tumbuh 5,7 persen per tahun. Pada 2036 menjadi negara berpendapatan tinggi dan pada 2045, Indonesia menjadi PDB terbesar ke-5 dunia. Dengan pertumbuhan ekonomi tinggi dan inklusif, diharapkan Indonesia dapat meningkatkan jumlah penduduk kelas pendapatan menengah hingga 70 persen di 2045. 

“Seratus tahun Indonesia ini menjadi pertaruhan besar bagi kita semua, sehingga diharapkan Indonesia menjadi negara yang utuh serta dapat mengubah ekonomi yang bersifat kolonial menjadi nasional. Dengan adanya Visi 2045 diharapkan dapat menjadikan Indonesia menjadi bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” jelas Menteri Bambang. Lebih lanjut Menteri Bambang menjelaskan bahwa secara tidak sadar masyarakat Indonesia masih bergantung kepada SDA, sehingga ekonomi Indonesia masih terbawa struktur ekonomi kolonial hingga saat ini. Pada 1997, Indonesia pernah menjadi negara yang bergantung kepada industri pengolahan, dimana ekspornya didominasi oleh labor intensive manufacturing (padat karya), seperti tekstil, pakaian jadi, elektronik, dan alas kaki. Namun saat krisis ekonomi terjadi pada 1998, Indonesia kembali bergantung kepada SDA.

“Gaya ekonomi kolonial ini jangan sampai terus berlanjut, kita harus mulai dengan membuat perubahan supaya Indonesia bisa menjadi negara maju yang tidak bergantung kepada SDA. Kita bisa belajar dari dua negara di Asia yang berasal dari negara miskin dan dikategorikan maju hingga hari ini, yaitu Jepang dan Korea. Jepang dan Korea hampir sama sekali tidak punya bahan tambang, tapi mereka bisa memanfaatkan SDM dengan baik. Kuncinya adalah manusia, ketika kita bicara soal SDM kita harus bicara SDM yang spesifik, yaitu SDM yang memiliki inovasi dan R&D yang baik. Ini tertuang dalam pilar pembangunan Indonesia 2045 yang pertama, yaitu pembangunan manusia dan penguasaan IPTEK,” ujar Menteri Bambang.

Dalam pilar pertama pembangunan Indonesia 2045, penguasaan Iptek harus ditingkatkan. Pengeluaran untuk R&D atau penelitian dan pengembangan diharapkan dapat meningkat dari 0,1 persen PDB di  2013 menjadi 1,5 persen PDB di 2045. “Kita masih tertinggal dalam Iptek dan masih lemah tradisi di R&D-nya. R&D yang dimaksud adalah product development di manufaktur. Pembangunan manusia lewat Iptek ini nantinya harus berujung kepada R&D yang kuat di Indonesia, oleh orang Indonesia, dan inovasinya. Inovasi hanya bisa lahir kalau ada R&D yang kuat, ini yang terus terang membuat kita banyak ketinggalan dari negara lain,” jelas Menteri Bambang.

Pilar kedua yang perlu diperhatikan adalah pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. Dalam pilar ini, Menteri Bambang lebih menekankan kepada energi dan air bersih. Ketahanan energi ditingkatkan dengan Energi Baru dan Terbarukan (EBT), yaitu menjadi 30 persen di 2045. Sedangkan air bersih diharapkan menjadi prioritas, karena sumber daya air berperan penting dalam meningkatkan kualitas hidup manusia.

Pilar ketiga adalah pemerataan pembangunan, yang terdiri dari percepatan pengentasan kemiskinan, pemerataan kesempatan usaha dan pendapatan, pemerataan pembangunan wilayah, serta pembangunan infrastruktur yang merata dan terintegrasi. Terakhir, pilar keempat pembangunan Indonesia 2045 adalah pemantapan ketahanan nasional dan tata kelola kepemerintahan, hal-hal yang menjadi perhatian adalah demokrasi yang substansif, reformasi kelembagaan dan birokrasi, penguatan sistem hukum nasional dan antikorupsi, politik luar negeri bebas aktif dan penguatan ketahanan dan keamanan.

“Empat pilar ini adalah modal yang harus kita pikirkan untuk bersama-sama membawa Indonesia menjadi negara maju. Saya ingin selalu menekankan filosofi kita sendiri, jangan sampai kita belum kaya ketika belum pensiun. Sedangkan untuk Indonesia, jangan sampai kita tidak berhasil jadi negara maju, ketika kita masih mengalami bonus demografi. Jadi, visi 2045 ini kita bisa anggap sebagai mimpi, tapi mimpi yang bisa tercapai selama kita memenuhi syarat empat pilar tadi. Di situlah mudah-mudahan Indonesia sebagai negara adil dan makmur tercapai,” pungkas Menteri Bambang.

 

517

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//