Choose Language
id us

Berita

Seminar Penutupan Program SREGIP, Merangkum Keberhasilan Pengembangan Ekonomi Lokal dan Daerah

May 18th, 2017 4:12 pm


JAKARTA – Salah satu strategi untuk mendukung pencapaian sasaran RPJMN 2015-2019 khususnya dalam pengurangan kesenjangan antar wilayah adalah mempercepat pengembangan pusat-pusat pertumbuhan di daerah. Instrumen kebijakan yang dapat digunakan adalah mendorong pengembangan ekonomi lokal dan daerah untuk meningkatkan keterkaitan antara desa dan kota. Terkait hal tersebut, pada Kamis (18/5), Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Seminar Penutupan Program Sustainable Regional Economic Growth and Investment Programme (SREGIP) yang bekerja sama dengan Pemerintah Jerman di Aula Serbaguna Bappenas. Seminar itu memaparkan hasil-hasil pengembangan ekonomi lokal di dua daerah yaitu Kalimantan Barat dan Nusa Tenggara Barat (NTB) yang difasilitasi oleh program SREGIP.

Program SREGIP ini bekerja pada dua sektor ekonomi di dua wilayah tersebut. Di Kalimantan Barat, memfasilitasi petani kecil pada sektor pertanian khususnya pada komoditas karet dan lada yang menjadi dua dari empat dari komoditas unggulan selain kelapa sawit dan kelapa. Kemudian di wilayah NTB khususnya Lombok, SREGIP bekerja untuk masterplan sektor pariwisata berkelanjutan dengan adanya Desa Wisata Hijau yang menghubungkan para pelaku usaha kecil dan menengah langsung dengan pasar. Principal Advisor of SREGIP Jonas Naquib menuturkan, program SREGIB berupaya untuk meningkatkan pendapatan bagi 5.000 petani dalam hal ini petani karet dan lada di Kalimantan Barat. Selain itu, meningkatkan daya saing bagi 100 UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) yang ada di Nusa Tenggara Barat.

Hadir perwakilan para pelaku usaha yaitu Ketua Koperasi Wanita Puteri Rinjani (KWPR) di Bilibante NTB Hajjah Zaenab Zaen Ahmad, dan Ketua Koperasi Produsen Lintas Paridu Sejahtera Kalbar Bernadus yang menjelaskan keberhasilan dan kemajuan-kemajuan yang didapatkan dari program SREGIB. Zaenab menjelaskan, dengan adanya pemberdayaan ekonomi lokal di bidang pariwisata, para pelaku usaha memiliki akses untuk memasarkan usahanya dan menciptakan ide-ide komoditas kreatif. Bernadus pun merasakan adanya peningkatan pendapatan dari hasil produksi lada dan karet secara signifikan. Ke depannya mereka mengharapkan terus adanya pendampingan dan pemberdayaan sumber daya manusia untuk ekonomi lokal berkelanjutan.

Acara dibuka oleh sambutan dari Sekretaris Kementerian PPN/Sekretaris Utama Bappenas Imron Bulkin dan Counsellor Development Cooperation dari Kedutaan Besar Jerman di Jakarta Deniz Sertcan. Setelah serah terima Knowledge Management SREGIP, dilanjutkan dengan pemaparan Laporan Kegiatan, Capaian dan Hambatan Proyek SREGIP oleh Principal Advisor of SREGIP Jonas Naguib.

Imron Bulkin menjelaskan tujuan dari kerja sama proyek SREGIP yang dimulai pada 2015 untuk meningkatkan daya saing daerah khususnya pada daerah-daerah yang menjadi percontohan melalui peningkatan nilai tambah pemerataan dan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Untuk mencapai hal tersebut, terdapat dua outcomes utama yang diharapkan yaitu meningkatnya iklim dunia usaha, dan bertambahnya jumlah usaha yang berkelanjutan dan berdaya saing.

“Fokus pengembangan ekonomi lokal dan daerah adalah pemanfaatan dan optimalisasi sumber daya dan kompetisi daerah dalam menggerakkan ekonomi daerah untuk mengatasi persoalan kemiskinan, pengangguran dan menciptakan pembangunan berkelanjutan,” jelas Imron Bulkin.

Deniz Sertcan pun menyebutkan,  “Pada dasarnya Indonesia dalam beberapa tahun terakhir ini sudah mengalami pertumbuhan ekonomi yang signifikan, namun yang menjadi kendala itu adalah pembangunan tidak merata karena kendala geografis wilayah Indonesia yang sangat luas. Pembangunan ekonomi regional itu sangat penting bagi daerah-daerah yang masih cukup tertinggal dibandingkan daerah lain. Dan dalam hal ini pihak pemerintah Indonesia bekerja sama dengan pihak pemerintah Jerman. Kami mencoba membawa pembelajaran yang sudah ada di Jerman ke Indonesia sesuai untuk perkembangan ekonomi di Indonesia. Sektor swasta akan terus berkembang dan SREGIP mendukung kerja sama antara pihak swasta dengan pemerintah.”

Dalam pelaksanaannya, Imron menjelaskan ruang lingkup kegiatan yang menjadi fokus utama kegiatan SREGIP antara lain: (1) Memfasilitasi dan pemberian bantuan teknis dalam penyusunan kerangka kebijakan untuk peningkatan investasi daerah; (2) Memfasilitasi UMKM dan Koperasi; (3) Peningkatan kerja sama antar daerah dan kerja sama antar stakeholders; (4) Penerapan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan nilai tambah atau keunggulan daerah; dan (5) Memfasilitasi dalam penyusunan regulasi yang mendukung penguatan iklim dunia usaha baik di tingkat pusat maupun daerah.

Pada sesi paparan Lesson Learned dan kontribusi proyek SREGIP dalam mendukung pencapaian target pembangunan di tingkat pusat dan daerah, Staf Ahli Kementerian PPN Bidang Pemerataan dan Kewilayahan Taufik Hanafi menyebutkan prinsip-prinsip dalam SREGIP layak untuk menjadi gambaran kegiatan dalam pelaksanaan kebijakan ekonomi pemerataan dan sangat sejalan dengan upaya pencapaian tujuan pembangunan nasional.

“Program SREGIP ini sangat sejalan dengan program dan kebijakan nasional juga komitmen global SDGs (Sustainable Development Goals/Tujuan Pembangunan Berkelanjutan). Selain itu,  intervensi dalam SREGIP telah sesuai dengan kebijakan-kebijakan dalam ekonomi pemerataan. Terkait proses perencanaan SREGIP, prosesnya adalah demand driven yaitu di-drive dari kebutuhan lokal, ini kekuatannya dan menjadi prasyarat keberlanjutan. Prosesnya pun bottom up, karena demand driven sehingga peran komunitas sangat kuat dan penting dalam SREGIP,” jelas Taufik.

Sementara itu, Direktur Daerah Tertinggal, Transmigrasi dan Perdesaan Bappenas Sumedi Andono Mulyo menyebutkan SREGIP turut menjadi penyemangat masyarakat untuk membangun ekonomi berkelanjutan. “Dua kata kunci penting dalam program ini yaitu transformasi dan akselerasi Pembangunan. Masyarakat bangkit untuk turut melakukan transformasi dan akselerasi. Dalam SREGIP semangat transformasi dan akselerasi ikut mendukung keberlanjutan dan Bappenas akan berperan melanjutkan semangat transformasi dan akselerasi ini. Apapun sumbernya, program ke depan akan berlanjut dengan semangat ini,” ujar Sumedi.

SREGIP akan berakhir pada Juni 2017. Terdapat sejumlah informasi yang sudah diperoleh terkait hasil prorgram kerja sama tersebut, yang dapat dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi seluruh mitra kerja baik di tingkat nasional maupun daerah. Beberapa pembelajaran tersebut di antaranya adalah: (1) Pengembangan sektor dan produk unggulan melibatkan komunitas lokal, pemerintah dan sektor swasta melalui forum stakeholders; (2) Peningkatan keterkaitan antara pusat produksi dan pemasaran; (3) Peningkatan kapasitas stakeholders baik di pusat maupun di daerah dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal; serta (4) Pendekatan kawasan unggulan melalui dukungan dan komitmen seluruh stakeholders baik di tingkat pusat maupun di daerah.

Imron juga menyampaikan harapan akan keberlanjutan program SREGIP, yaitu dapat mendukung dan bersinergi dengan program-program pembangunan yang telah direncanakan juga dapat segera direplikasi. “Ditambah dengan komitmen yang tinggi dari pemerintah daerah, kami yakin dan percaya bahwa hal ini akan mendukung pencapaian sasaran agenda prioritas nasional secara lebih efektif dan efisien. Bagi pemda dan stakeholders terkait, semoga program SREGIP dapat memberikan manfaat dalam mempercepat pencapaian target pembangunan khususnya dalam pembangunan ekonomi lokal dan memperkuat daya saing ekonomi daerah,” tutup Imron.

Menurut penuturan Jonas Naquib, program SREGIP ini menjadi catatan khusus akan direplikasi oleh Kementerian Koperasi dan UMKM, Kementerian Pariwisata, Kementerian Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

995

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved