Choose Language
id us

Berita Pembangunan

Ridwan Kamil Paparkan Segitiga Manajemen Kota Bandung di Bappenas

March 9th, 2015 3:30 pm


(Jakarta, 4/3) Menteri PPN/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago, menerima kunjungan kerja Walikota Bandung, Ridwan Kamil. Tujuannya adalah untuk  berbagi konsep manajemen kota Bandung – desentralisasi, inovasi, dan kolaborasi – agar suatu kota nyaman untuk dihuni (liveable) dan juga memiliki logika pasar (marketable).

Menurut Menteri Andrinof, paparan Walikota Bandung banyak memberikan inspirasi bagi para perencana Bappenas; dan apa yang disampaikan sebenarnya adalah apa yang telah Bappenas rumuskan di dalam RPJMN 2015-2019.

“Di dalam RPJMN, ada penegasan konsep pembangunan bahwa membangun itu untuk manusia dan masyarakat. Penegasan itu diikuti dengan target-target pembangunan manusia dan masyarakat, yang secara operasional sudah ditunjukkan dan dipraktekkan di Bandung,” jelas Menteri Andrinof.

Di dalam indikator pembangunan manusia, ada komponen indeks gotong royong mengukur kepercayaan pada lingkungan tempat tinggal, kemudahan mendapatkan pertolongan, aksi kolektif masyarakat, aksi saling membantu, dan kegiatan bakti sosial kemudian indeks toleransi, dan indeks rasa aman. Oleh karena itu, indeks kebahagiaan yang dipaparkan Walikota Bandung memiliki banyak kesamaan dengan indeks yang diolah Kementerian PPN/Bappenas.

Menurut Ridwan Kamil, harus ada terobosan baru dalam membangun kota, yaitu dengan mensinergikan tiga aspek. Pertama, desentralisasi, maksudnya adanya distribusi kewenangan dari Walikota ke Lurah, RT/RW, Karang Taruna, PKK, dan lembaga pem-berdayaan masyarakat lainnya. Masalah-masalah rutin di perkotaan yang selama ini terjadi, menurut beliau, dikarenakan manajemen kota yang sangat terpusat, dan karenanya diperlukan pelimpahan kewenangan ke level terkecil (tidak lagi dinas pusat) untuk menindaklanjuti masalah, seperti kemacetan, banjir, dan penertiban pedagang kaki lima.

Kedua, inovasi sosial, maksudnya adanya upaya untuk mengubah gaya hidup dan perilaku masyarakat agar menjadi lebih sopan, santun, tertib, dan bahagia, yang didorong oleh leadership dan tata kelola kota yang baik. Misalnya, Gerakan Pungut Sampah setiap hari Senin, Rabu, dan Jumat; Gerakan Sejuta Biopori; memperbanyak ruang publik seperti taman kota untuk meningkatkan frekuensi interaksi sosial; dan mengubah ruang-ruang negatif (seperti kolong jembatan) menjadi tempat-tempat berkegiatan positif (seperti Taman Film di Bandung).

"Saya teringat pesan Bung karno. Untuk membangun negeri ini, harus dengan bentuk gerakan. Ini yang kami coba eksperimen dalam membangun kota Bandung;  ada aspek urban planning dan aspek urban sosiologisnya. Kalau gerakan itu kesannya bukan program pemerintah, maka orang akan jatuh cinta dengan gagasannya, dan akan ikut dalam  gerakan tersebut. Gerakan tersebut akan berhasil karena orang tidak suka diubah gaya hidupnya secara ekstrim, melainkan harus secara perlahan,” jelas Ridwan Kamil menegaskan gagasannya.

Ketiga, kolaborasi, maksudnya adanya kerja sama dengan berbagai pihak, antara lain akademia, bisnis, komunitas, dan institusi. Untuk pelayanan publik, menurut beliau, anggaran daerah tidak sanggup mengakomodasi semua hal. Untuk itulah diperlukan kolaborasi antar berbagai pihak, khususnya dalam hal pendanaan bagi pembangunan kota metropolitan, baik dari pemerintah pusat maupun dari swasta.

“Ibukota provinsi (seperti Bandung) menanggung beban ganda sebagai kota metropolitan, sehingga harus mendapatkan ekstra privilege dari sisi pem-bangunannya karena tidak dapat hanya mengandalkan APBD,” pungkas beliau.*

1689

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//