Choose Language
id us

Informasi Pembangunan

Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan IV Tahun 2018

June 12th, 2019 10:23 am


Pada tahun 2018, perekonomian global diperkirakan tumbuh mencapai 3,7 persen, menurun 0,2 persen bila dibandingkan proyeksi sebelumnya pada bulan Oktober 2018. Pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi global diprediksi sebesar 3,5 persen, juga menurun dari perkiraan bulan Oktober tahun 2018. Penurunan tersebut disebabkan pertumbuhan yang lebih rendah dari ekspektasi pada negara- negara maju seperti Amerika Serikat dan kawasan Eropa. Pada 2019, isu hambatan perdagangan masih menjadi pendorong perlambatan perekonomian.

Perekonomian Tiongkok tumbuh sedikit melambat pada triwulan IV tahun 2018 menjadi 6,4 persen (YoY) dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai 6,5 persen (YoY). Meredanya tekanan perang dagang antara AS dan Tiongkok serta stimulus kebijakan moneter bank sentral Tiongkok membantu perekonomian Tiongkok tetap stabil. Tingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) dan Jepang mengalami kenaikan. Peningkatan pengangguran di Amerika Serikat (AS) disebabkan oleh pertumbuhan angkatan kerja yang belum mendapat pekerjaan sementara di Jepang sebagian diakibatkan oleh diterbitkannya undang-undang yang mendorong kenaikan jumlah pekerja asing.

Ketidakpastian perekonomian global masih menjadi tantangan bagi Indonesia hingga akhir 2018. Meskipun begitu, perekonomian Indonesia pada triwulan IV tahun 2018 mampu tumbuh sebesar 5,18 persen (YoY), meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan IV tahun 2017 yang sebesar 5,19 persen (YoY). Pertumbuhan tersebut dipengaruhi kondisi perekonomian global yang mengalami perlambatan, dan volume perdagangan dunia yang menurun akibat perang dagang antara Amerika dengan Tiongkok. Secara regional, rata-rata pertumbuhan ekonomi mengalami pertumbuhan positif kecuali Maluku dan Papua. Perekonomian Maluku dan Papua mengalami kontraksi menjadi -9,4 persen (YoY), setelah menjadi yang tertinggi pada triwulan sebelumnya. Perlambatan ini dipengaruhi oleh penurunan yang signifikan di sektor Pertambangan dan Penggalian.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV tahun 2018 mengalami surplus sebesar USD5,4 miliar, meningkat dibandingkan dengan triwulan IV tahun 2017 yang mengalami surplus USD0,97 miliar. Surplus yang lebih tinggi tersebut terutama dipengaruhi oleh surplus transaksi modal dan finansial yang lebih tinggi meskipun neraca transaksi berjalan mengalami defisit yang lebih besar. Dari sisi neraca perdagangan, nilai total ekspor Indonesia pada triwulan IV tahun 2018 sebesar USD45,1 miliar. Sementara itu, total impor Indonesia sampai dengan triwulan IV tahun 2018 mencapai USD49,9 miliar. Cadangan devisa Indonesia pada triwulan IV tahun 2018 mencapai USD120,7 miliar atau setara dengan 6,5 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Pada awal triwulan IV tahun 2018 nilai mata uang Rupiah melemah terhadap Dollar (USD), dipengaruhi tekanan yang berasal dari faktor eksternal. Peningkatan ketidakpastian global, termasuk didalamnya risiko ketegangan hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok, peningkatan suku bunga The Fed, serta fluktuasi harga minyak mentah merupakan faktor utama yang memberi tekanan terhadap Rupiah. Pada akhir triwulan IV nilai tukar Rupiah mengalami penguatan menjadi Rp14.390 yang dipengaruhi peningkatan aliran masuk modal asing. Pada tahun 2018 inflasi cenderung stabil dan terkontrol dalam kisaran target yang telah ditetapkan di rentang 3,5±1 persen.

Realisasi pendapatan negara dan hibah hingga akhir tahun 2018 mencapai Rp1.942,3 triliun atau 102,5 persen dari target APBN 2018. Capaian positif ini didukung oleh kenaikan seluruh komponen Pendapatan Negara dan Hibah, terutama Penerimaan Perpajakan dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sementara itu, realisasi belanja negara hingga akhir 2018 mencapai Rp2.202,2 triliun atau 99,2 persen dari target APBN. Realisasi tersebut lebih tinggi dari realisasi pada tahun 2017, yaitu sebesar 94,1 persen dari target APBN.

Kontribusi PMTB terhadap PDB pada triwulan IV tahun 2018 sebesar 33,8 persen. Realisasi investasi untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) pada triwulan IV tahun 2018 mencapai Rp86,9 triliun, atau tumbuh sebesar 28,5 persen (YoY) disbanding triwulan IV tahun 2017. Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan IV tahun 2018 turun sebesar 11,6 persen (YoY) dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Realisasi PMA mengalami penurunan di semua sektor, yang masing-masing sebesar 22,2 persen (YoY); 9,8 persen (YoY) dan 8,8 persen (YoY) pada sektor primer, sekunder dan tersier.

Penjualan mobil pada tahun 2018 mencapai 1.151.291 unit, meningkat 6,64 persen dibandingkan penjualan pada tahun 2017. Kenaikan produksi dan penjualan untuk jenis mobil truk dan kendaraan sport sejalan dengan meningkatnya investasi untuk kendaraan sekaligus meningkatnya konsumsi masyarakat. Sementara itu, penjualan motor terus melanjutkan tren pertumbuhan positif sejak awal tahun. Penjualan motor mencapai 1,66 juta atau tumbuh sebesar 7,44 persen. Peningkatan penjualan motor didorong oleh perbaikan daya beli masyarakat dan sejalan dengan kenaikan harga komoditas di pasar internasional.

 

Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan IV Tahun 2018: Download

1275

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//