Choose Language
id us

Informasi Pembangunan

Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan III Tahun 2018

December 27th, 2018 9:21 am


Ringkasan Eksekutif

Pada tahun 2018, perekonomian global diperkirakan mampu tumbuh mencapai 3,7 persen. Menurun 0,2 persen bila dibandingkan proyeksi sebelumnya pada bulan Juli 2018. Pada tahun 2019 pertumbuhan ekonomi global diprediksi sebesar 3,7 persen, juga menurun dari perkiraan bulan Juli tahun 2018. Penurunan tersebut disebabkan oleh pertumbuhan yang lebih rendah dari ekspektasi khususnya negara-negara kawasan Eropa dan Inggris. Pada 2019, isu hambatan perdagangan masih menjadi pendorong perlambatan perekonomian.

Pada triwulan III tahun 2018, perekonomian Amerika Serikat (AS) mampu tumbuh 3,0 persen (YoY). Pertumbuhan ini didorong oleh investasi yang tumbuh mencapai 5,3 persen (YoY), khususnya investasi non-residensial (6,4 persen, YoY). Namun demikian, impor tumbuh lebih cepat (5,7 persen, YoY), terutama impor barang (6,5 persen, YoY) dibandingkan dengan ekspor yang tumbuh 3,9 persen (YoY).

Sementara itu, Jepang tumbuh sebesar 0,3 persen (YoY) pada triwulan III tahun 2018, mengalami perlambatan dari triwulan II tahun 2018. Pertumbuhan impor Jepang pada triwulan III tahun 2018 mencapai 2,8 persen (YoY). Ekspor yang tumbuh 1,1 persen (YoY) pada triwulan III tahun 2018 juga melambat dibandingkan triwulan II tahun 2018 yang mampu tumbuh 5,7 persen (YoY) maupun triwulan III tahun 2017 mencapai 6,9 persen (YoY). Tiongkok tumbuh melambat pada triwulan III tahun 2018 menjadi 6,5 persen (YoY). Hal ini didorong oleh tekanan perang dagang dengan AS, pelemahan permintaan domestik dengan pelemahan aktivitas perusahaan dan pengeluaran konsumen, sebagai dampak tekanan dari risiko pinjaman dan utang meningkatkan biaya pinjaman perusahaan.

Perekonomian Indonesia pada III tahun 2018 mampu tumbuh sebesar 5,2 persen (YoY), lebih tinggi dibandingkan triwulan III tahun 2017 yang sebesar 5,1 persen (YoY), meskipun sedikit lebih rendah dibandingkan triwulan II tahun 2018 yang tumbuh sebesar 5,3 persen (YoY). Pertumbuhan tersebut dipengaruhi perekonomian global yang mengalami perlambatan, dan volume perdagangan dunia yang menurun akibat perang dagang antara Amerika dengan Tiongkok. Dari sisi domestik, kinerja tersebut dipengaruhi oleh konsumsi masyarakat yang membaik dan ekspor barang dan jasa yang terjaga, meskipun impor barang dan jasa tumbuh jauh lebih tinggi. Secara regional, rata-rata pertumbuhan ekonomi paling tinggi di Maluku dan Papua.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III tahun 2018 mengalami defisit sebesar USD4,4 miliar, menurun dibandingkan dengan triwulan III tahun 2017 yang mengalami surplus sebesar USD5,4 miliar maupun triwulan II tahun 2018 yang defisit sebesar USD4,3 miliar. Defisit NPI pada triwulan III tahun 2018 yang lebih tinggi tersebut terutama dipengaruhi oleh defisit neraca transaksi berjalan yang lebih tinggi serta surplus transaksi modal dan finansial yang masih rendah. Dari sisi neraca perdagangan, nilai total ekspor Indonesia pada triwulan III tahun 2018 sebesar USD46.542,1 juta atau tumbuh sebesar 3,35 persen (YoY). Sementara itu, total impor Indonesia sampai dengan triwulan III tahun 2018 mencapai USD138,12 miliar, meningkat 23,39 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2017.

Realisasi pendapatan negara dan hibah mencapai Rp1.312,3 triliun atau 69,3 persen dari target APBN 2018. Realisasi tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian positif ini didukung oleh kenaikan seluruh komponen Pendapatan Negara dan Hibah, terutama Penerimaan Perpajakan dan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sementara itu, realisasi belanja negara hingga September 2018 mencapai Rp1.512,6 triliun atau 68,1 persen dari target APBN. Realisasi tersebut lebih tinggi dari realisasi pada periode yang sama tahun 2017, yaitu sebesar 66,1 persen dari target APBN. Hal tersebut terutama disebabkan oleh kenaikan belanja subsidi sebesar 33,6 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017.

Realisasi investasi untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) triwulan III tahun 2018 mencapai Rp84,7 triliun, lebih besar dari realisasi triwulan III tahun 2017 atau tumbuh sebesar 30,6 persen (YoY). Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan III tahun 2018 terkontraksi sebesar 20,2 persen (YoY). Realisasi PMA mengalami penurunan di semua sektor, yang masing-masing sebesar 29,5 persen (YoY); 32,4 persen (YoY) dan 4,7 persen (YoY) pada sektor primer, sekunder dan tersier.

Produksi mobil pada triwulan III tahun 2018 mencapai 361.849 unit, atau mengalami kenaikan sebesar 18,28 persen (YoY). Kenaikan produksi tersebut utamanya didorong oleh kenaikan produksi truk lebih besar dari 24 ton (111,40 persen) dan kendaraan penumpang dibawah 1500cc (37,49 persen. Sementara itu, penjualan motor terus tumbuh positif pada triwulan III tahun 2018, melanjutkan tren pertumbuhan positif sejak awal tahun. Penjualan motor mencapai 1,72 juta atau tumbuh sebesar 4,88 persen. Secara kumulatif, penjualan motor sampai triwulan III tahun 2018 mencapai 4,72 juta unit atau tumbuh 8,81 persen (YoY). Peningkatan penjualan motor didorong oleh perbaikan daya beli masyarakat dan sejalan dengan kenaikan harga komoditas di pasar internasional.

 

Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan III Tahun 2018: Download

1190

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//