Informasi Pembangunan

Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan III Tahun 2017

December 27th, 2017 11:22 am


Ringkasan Eksekutif

Ekonomi dunia diperkirakan tumbuh 3,6 persen pada tahun 2017 dan 3,7 persen pada tahun 2018, seiring dengan membaiknya aktivitas ekonomi di semua kelompok negara. Amerika Serikat tumbuh 3,0 persen (YoY) pada triwulan III tahun 2017 setelah tumbuh 3,1 persen (YoY) pada triwulan sebelumnya, didukung oleh meningkatnya pengeluaran konsumsi masyarakat dan perubahan inventori. Kawasan Eropa juga tumbuh meningkat menjadi sebesar 2,5 persen (YoY) pada triwulan III tahun 2017 dari yang sebesar 2,3 persen pada triwulan sebelumnya.

Pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada triwulan III tahun 2017 mencapai 6,8 persen (YoY) seiring dengan usaha menurunkan risiko utang dan memperbaiki situasi pasar properti. Sementara itu, pertumbuhan Tiongkok tersebut lebih rendah dari triwulan sebelumnya, namun lebih tinggi dari perkiraan. Jepang tumbuh sebesar 1,7 persen (YoY) didorong oleh pertumbuhan ekspor sebesar 6,4 persen (YoY).

Perekonomian Indonesia pada triwulan III tahun 2017 tumbuh sebesar 5,1 persen (YoY), lebih tinggi baik dari triwulan sebelumnya maupun triwulan yang sama tahun sebelumnya, didorong oleh berangsur membaiknya perekonomian negara maju dan harga komoditas global. Dari sisi domestik, kinerja tersebut didukung oleh meningkatnya investasi dan membaiknya ekspor, meskipun konsumsi masyarakat masih melambat.

Pada triwulan III tahun 2017, seluruh pulau mengalami pertumbuhan positif dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi paling tinggi di Sulawesi dan Jawa. Kontribusi daerah terhadap PDB pada triwulan III tahun 2017 mengalami perubahan meskipun kontribusi terbesar terhadap PDB tetap didominasi pulau Jawa. Kontribusi Pulau Jawa menurun sebesar 0,2 persen dari triwulan sebelumnya, namun relatif sama dengan triwulan III tahun 2016.

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan III tahun 2017 mengalami suplus sebesar USD5,4 miliar, lebih rendah dari triwulan II tahun 2016 yang mencapai USD5,7 miliar namun meningkat dari triwulan sebelumnya yang besarnya USD0,7 miliar. Kinerja ini didorong oleh menurunnya defisit transaksi berjalan dan meningkatnya surplus transaksi modal dan finansial.

Nilai total ekspor Indonesia sampai dengan triwulan III tahun 2017 sebesar USD123.357,0 juta, mengalami kenaikan sebesar 15,6 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2016. Kinerja ekspor nonmigas juga mengalami kenaikan yaitu sebesar 13,8 persen, ditopang oleh sektor industri yang proporsinya mencapai 74,8 persen dari total nilai total ekspor Indonesia.

Realisasi Penerimaan Negara dan Hibah hingga September 2017 mencapai Rp1.099,3 triliun, meningkat dari realisasi September 2016 yang sebesar Rp1.081,3 triliun. Sementara itu, realisasi belanja negara hingga September 2017 mencapai Rp1.375 triliun mengalami peningkatan 5,4 persen lebih tinggi dibandingkan realisasi pada periode yang sama di tahun 2016 yang sebesar Rp1.305,5 triliun. Defisit anggaran hingga September 2017 mencapai Rp275,7 triliun atau 2,0 persen PDB, lebih tinggi dibandingkan realisasi defisit anggaran periode yang sama tahun 2016 yang mencapai 1,8 persen PDB.

Realisasi investasi untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) triwulan III tahun 2017 sebesar Rp 64,9 triliun, lebih besar dari realisasi triwulan III tahun 2016. Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) pada triwulan III tahun 2017 mengalami kenaikan atau tumbuh sebesar 12,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Penjualan mobil pada triwulan III tahun 2017 mencapai 270.255 unit, atau meningkat sebesar 7,8 persen dibandingkan dengan triwulan III tahun 2016. peningkatan penjualan mobil tersebut didorong oleh segmen Low Cost Green Car (LCGC), terutama jenis Multi Purpose Vehicle (MPV).

Penjualan motor pada triwulan III tahun 2017 mencapai 1,6 juta unit atau meningkat sebesar 18,1 persen (YoY), setelah selama 12 triwulan mengalami pertumbuhan negatif seiring dengan kenaikan harga komoditas (CPO dan Batubara) serta munculnya varian baru di pasar. Pertumbuhan ini didorong oleh pertumbuhan penjualan pada bulan Juli dan Agustus 2017.

Penjualan semen pada triwulan III tahun 2017 mencapai 18,4 juta ton, atau meningkat sebesar 21,9 persen (YoY). Pertumbuhan diperkirakan akan terus berlanjut sampai akhir tahun 2017 didorong oleh percepatan proyek-proyek pembangunan infrastruktur di pulau Jawa dan Sumatera, pembangunan program sejuta rumah, serta pembangunan fisik di daerah pedesaan.

316

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2018 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved