Choose Language
id us

Berita Utama

Pengarusutamaan Bidang Sosial Budaya Dalam Pembangunan

February 11th, 2015 5:35 pm


(Jakarta, 2/2) Menteri PPN/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago mengata-kan upaya mengangkat isu-isu sosial budaya dan mengintegrasikannya ke dalam perencanaan pembangunan bukan saja penting, tetapi mutlak diperlukan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan memperbaiki kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

“Dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019, Kementerian PPN/Bappenas memberi perhatian sangat serius terhadap isu-isu strategis pembangunan sosial budaya, baik dalam hal kebijakan, program, maupun alokasi anggaran. Bidang sosial budaya diletakkan pada posisi prioritas, dan menjadi bagian yang terintegrasi dalam konsep pembangunan secara keseluruhan,” jelas Menteri Andrinof di acara Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) ke-47, pada hari Senin (2/2) di Depok, Jawa Barat.

Adapun program sektoral yang menjadi domain pembangunan sosial budaya, antara lain: peningkatan pelayanan pendidikan dan kesehatan yang merata dan bermutu; perbaikan gizi masyarakat, terutama gizi anak-anak; penyediaan pangan, air bersih, dan sanitasi pengendalian pertumbuhan penduduk; pemberdayaan perempuan dan kesetaraan gender; serta pengembangan kebudayaan.

Menurut Menteri Andrinof, semua sektor di atas sangat penting karena berdampak langsung terhadap pembangunan ekonomi. Pembangunan sosial budaya memiliki hubungan kohesi yang sangat erat dengan pembangunan ekonomi. Banyak kajian ilmiah dan bukti empiris yang menunjukkan investasi untuk pembangunan sosial budaya bukan saja merupakan medium efektif untuk meningkatkan kesejahteraan, melainkan juga dapat berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

“Oleh karenanya, belanja negara guna membiayai pembangunan bidang sosial budaya akan terus ditingkatkan secara inkremental, namun dengan tetap mempertimbangkan proporsi pengeluaran untuk sektor infrastruktur ekonomi yang dapat menggerakkan kegiatan ekonomi produktif,” tambah Menteri Andrinof.

Melalui pembangunan yang menyeluruh, pemerintah bermaksud menghasilkan manusia-manusia Indonesia unggul yang memiliki kecerdasan intelektual, yang ditempuh melalui perbaikan kualitas pendidikan, kesehatan, dan gizi; dan pada akhirnya juga memiliki sikap mental dan karakter yang tangguh, serta berperilaku positif dan konstruktif.

Adapun indikator yang telah diformulasikan untuk mengukur kemajuan capaian pembangunan manusia dan masyarakat tertuang dalam Indeks Pembangunan Masyarakat. Pertama, dimensi gotong royong, sebagai wujud modal sosial yang meliputi tingkat kepercayaan, tolong-menolong, aksi kolektif, dan jejaring sosial. Kedua, dimensi toleransi, sebagai ukuran kohesivitas sosial yang meliputi toleransi antarumat beragama dan antarsuku. Terakhir, rasa aman, yang menggambarkan kepatuhan terhadap hukum, sehingga tercipta rasa aman di kalangan masyarakat.

 “Gotong royong sebagai identitas khas bangsa Indonesia, menandai masyarakat Indonesia yang bercorak paguyuban dan komunal; menempatkan individu sebagai bagian integral di dalam kolektivitas masyarakat, yang masing-masing menyatu dengan kekuatan perekat Pancasila,” jelas Menteri Andrinof.   

Dengan semangat gotong royong, ketegangan dan ketimpangan sosial dapat diatasi, karena pranata sosial yang selalu mengutamakan kolektivitas dan melampaui identitas primordial (suku, agama, bahasa, dan budaya), akan mendorong masyarakat untuk meningkatkan karya-karya produktif yang membawa manfaat, baik secara materiil maupun immateriil, bagi seluruh masyarakat.

Menteri Andrinof kemudian mengajak para Civitas Akademika FISIP UI untuk terlibat aktif dalam mensukseskan pembangunan. “Dengan melihat betapa pentingnya pembangunan sosial budaya, proses perencanaan pembangunan memerlukan keterlibatan para ilmuwan sosial bersama dengan para teknokrat dan ilmuwan lintas disiplin, agar konsep dan pemikiran mengenai pembangunan lebih komprehensif,” pungkas beliau.*

2649

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved