Choose Language
id us

Musrenbangnas 2019 RKP 2020: Peningkatan SDM untuk Pertumbuhan Berkualitas

May 9th, 2019 9:14 pm


JAKARTA – Sebagai bentuk koordinasi penyelarasan rencana pembangunan nasional dengan rencana pembangunan daerah, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional, Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2020 yang mengusung tema “Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Pertumbuhan Berkualitas”.

Kegiatan Musrenbangnas RKP 2020 dibuka Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan dihadiri Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla, para pimpinan lembaga tinggi negara, para menteri dan kepala lembaga pemerintah nonkementerian, para gubernur, para bupati/wali kota, serta para pemangku kepentingan pembangunan lainnya yang diselenggarakan di Hotel Shang-ri La, Jakarta, Kamis (9/5).

Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyampaikan perkembangan pembangunan dan upaya untuk membangun manusia yang berkualitas. “Dalam lima tahun terakhir, pembangunan nasional menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Di tengah ketidakpastian global, ekonomi nasional tumbuh dengan stabil dan mencapai 5,17 persen pada 2018. Kemiskinan menurun secara konsisten dan mencapai tingkat terendah, yaitu 9,66 persen pada September 2018. Tingkat pengangguran  juga terus menurun, mencapai 5,34 persen pada Agustus 2018. Kesejahteraan sosial terus membaik, antara lain ditunjukkan dengan meningkatnya usia harapan hidup dan tingkat pendidikan, serta stabilitas politik dan keamanan yang terjaga. Kemajuan ini menjadi dasar yang sangat baik untuk terus meningkatkan kesejahteraan bangsa ke depan” jelas Menteri Bambang.

 

Peluncuran Visi Indonesia 2045

Dalam rangka mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur, Kementerian PPN/Bappenas telah menyusun Visi Indonesia 2045, khususnya dalam menyongsong 100 tahun Indonesia Merdeka. “Indonesia akan menuju negara dengan pendapatan tinggi dan PDB terbesar ke-5 di dunia. Indonesia akan memiliki sumber daya manusia yang unggul, berbudaya, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi; ekonomi yang maju dan berkelanjutan; pembangunan yang merata dan inklusif; serta negara yang demokratis, kuat dan bersih” ujar Menteri Bambang.

Lebih lanjut, Menteri Bambang menuturkan Visi Indonesia 2045 disusun dengan memperhatikan global megatrend seperti perubahan demografi dan kemajuan teknologi dan industri. “Visi Indonesia 2045, yang selanjutnya dapat menjadi panduan mengenai arah pembangunan Indonesia menuju Indonesia Emas dapat dicapai melalui empat pilar pembangunan, yaitu: (1) Pembangunan Manusia serta Penguasaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, (2) Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan, (3) Pemerataan Pembangunan, dan (4) Ketahanan Nasional dan Tata Kelola Kepemerintahan” Jelas Menteri Bambang.

 

Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024

Menuju Indonesia 2045 dan sesuai dengan kerangka Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025, Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024 diarahkan untuk menuju Indonesia Berpenghasilan Menengah–Tinggi Yang Sejahtera, Adil dan Berkesinambungan. “Tahun ini adalah tahun terakhir pelaksanaan RPJMN 2015-2019 dan dilanjutkan dengan penyusunan RPJMN 2020-2024. Kementerian PPN/Bappenas telah menyusun Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024. Penyusunan Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024 berpedoman pada Tahap Keempat RPJPN I (2005 – 2025), yang selanjutnya menjadi dasar penyusunan RKP 2020 dan RAPBN 2020” jelas Menteri Bambang.

Adapun agenda pembangunan RPJMN 2020-2024 difokuskan pada: (1) meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing, (2) membangun karakter bangsa, (3) memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas, (4) mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, (5) memperkuat infrastruktur mendukung pengembangan ekonomi dan pelayanan dasar, (6) memperkuat stabilitas Polhukhankam dan transformasi pelayanan publik, dan (7) membangun lingkungan hidup, meningkatkan ketahanan bencana dan perubahan iklim.

“Dengan agenda tersebut, pada tahun 2020-2024 pertumbuhan ekonomi diharapkan meningkat menjadi rata-rata 5,4-6,0 persen per tahun, tingkat kemiskinan, pengangguran dan ketimpangan terus menurun, dan kesejahteraan masyarakat terus meningkat” tutur Menteri Bambang. Menteri Bambang juga menjelaskan Pemerintah telah mengarusutamakan upaya untuk pencapaian target-target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals ke dalam penyusunan Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2025. Rancangan ini selanjutnya akan disesuaikan dengan visi dan misi Presiden dan Wakil Presiden Terpilih untuk kemudian disahkan menjadi RPJMN 2020-2024.

 

Penyusunan RKP 2020

Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2020 sebagai tahun pertama pelaksanaan RPJMN 2020-2024 mengambil tema “Peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk Pertumbuhan Berkualitas”. “Human capital menjadi penentu pertumbuhan dan menjadi kunci daya saing global. Agar berkualitas dan berdaya saing, sumber daya manusia harus terdidik, terampil, berkarakter, sehat dan produktif” ujar Menteri Bambang.

Lima Prioritas Nasional dalam RKP 2020 yaitu: (1) Pembangunan Manusia dan Pengentasan Kemiskinan; (2) Infrastruktur dan Pemerataan Wilayah; (3) Nilai Tambah Sektor Riil, Industrialisasi dan Kesempatan Kerja; (4) Ketahanan Pangan, Air, Energi dan Lingkungan Hidup; dan (5) Stabilitas Pertahanan dan Keamanan. “Lima Prioritas Nasional ini didukung oleh Kementerian/Lembaga melalui penetapan Program, Kegiatan dan Proyek Prioritas, serta didukung oleh Pemerintah Daerah melalui program dan kegiatan Perangkat Daerah menurut pembagian Urusan Wajib dan Urusan Pilihan” jelas Menteri Bambang.

Penyusunan RKP 2020 yang merupakan penjabaran tahun pertama RPJMN 2020-2024 untuk kali pertama pada tahun ini dilaksanakan dengan piloting Musrenbang Online. Kegiatan tersebut dilaksanakan bertujuan untuk membahas usulan daerah, sebagai bentuk inovasi pelaksanaan Musrenbangnas yang lebih efektif dan efisien. “Penyusunan RKP 2020 mengacu pada Rancangan Teknokratik RPJMN 2020-2024 yang tengah kita susun, dengan tetap menitikberatkan pada perkuatan pelaksanaan money follows program, melalui penajaman prioritas; penguatan perencanaan berbasis kewilayahan; dan integrasi berbagai sumber pendanaan” jelas Menteri Bambang.

Lebih lanjut, Menteri Bambang mengungkapkan, “Integrasi sumber pendanaan menjadi sangat penting, karena kita menyadari keterbatasan pendanaan pemerintah. RKP 2020 tidak hanya bersumber dari APBN dan APBD, tetapi juga sumber pembiayaan lainnya seperti pemanfaatan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), Pembiayaan Investasi Non-APBN (PINA), dan upaya pemanfaatan potensi investasi melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dengan sinergi dan integrasi sumber-sumber pembiayaan ini termasuk swasta dan sumber pendanaan dari masyarakat, pencapaian sasaran pembangunan nasional diharapkan dapat terlaksana dengan lebih cepat”.

Dengan sinergi dan integrasi sumber-sumber pembiayaan ini, pencapaian sasaran pembangunan nasional diharapkan dapat terlaksana dengan lebih cepat dan optimal. Sementara itu, untuk penajaman pembangunan daerah, penyusunan arah pengembangan wilayah yang semula berbasis pulau pada RKP 2019 menjadi berbasis provinsi pada RKP 2020.

092

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//