Choose Language
id us

Berita Utama

Menteri PPN/Kepala Bappenas Paparkan RPJMN 2015-2019 Kepada Tim Riset SinGA di Belanda

March 16th, 2015 4:00 pm


(Belanda, 7/3) Dalam kunjungan kerjanya ke Denmark, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago bertemu dengan Tim Riset SinGA (SPIRIT Indonesia Groningen) yang tidak hanya berasal dari Universitas Groningen saja, melainkan dari berbagai Universitas di Belanda lainnya untuk mendiskusikan rencana pemerintahan Presiden Joko Widodo, pada hari Sabtu (7/3) di Kedutaan Indonesia di Hague, Belanda.

Menteri Andrinof didampingi The Charge d’ Affaires ad interim/Deputy Chief of Mission, Mr. Ibnu Wahyutomo; The Attache of Education of the Indonesian embassy, Mr. Bambang Hari Wibisono; dan delegasi dari Universitas Groningen yang dipimpin oleh Ronald Holzhacker, sekaligus sebagai pimpinan SinGA.

Menteri Andrinof memaparkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasio-nal (RPJMN) Tahun 2015-2019, yang merupakan terjemahan visi, misi, dan agenda prioritas dari Presiden Joko Widodo  dan  Wakil  Presiden  Jusuf Kalla.

Berdasarkan UU No. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembanguan Nasional (SPPN), tiga bulan setelah Presiden diambil sumpahnya, dokumen perencanaan RPJMN harus diterbitkan dengan Peraturan Presiden.

“Dokumen inilah yang menuntun arah perencanaan pembangunan Indonesia untuk lima tahun ke depan, dari 2015-2019 (selama masa pemerintahan Presiden Joko Widodo). Dokumen ini dikembangkan dengan kombinasi antara pendekatan teknokratik dan pendekatan politik (yang ditawarkan oleh calon presiden selama kampanye), yang kemudian diselaraskan dengan kondisi terkini dan kapasitas pemerintah,” ungkap Menteri Andrinof.

Menteri Andrinof kemudian menjelaskan bahwa ada dua kemajuan dari perencanaan pembangunan sebelumnya. Pertama, dokumen tersebut disusun dengan cara yang lebih sistematis, dengan menggabungkan sasaran ekonomi dan sosial. Kedua, dokumen tersebut berisikan beberapa indikator dan target. Beliau mengatakan bahwa saat ini misi dari Pemerintah Indonesia adalah untuk meningkatkan daya saing nasional, produktivitas dan pertumbuhan ekonomi, dengan memperhatikan aspek keadilan, keseimbangan dan pemerataan antar-sektor dan antar-wilayah.

Berdasarkan RPJMN, share sektor pengolahan ditargetkan meningkat secara signifikan, yang kemudian dapat menggantikan share dari sektor konstruksi dan ekstraksi. Pemerintah juga menetapkan target dan indikator untuk share PDB dari masing-masing pulau Indonesia yang diharapkan dapat mengikuti share Pulau Jawa yang besar.

Target dan indikator tersebut telah diformulasikan dan difokuskan untuk mengentaskan ketimpangan, kemiskinan, pengangguran dan pem-bangunan sosial. Terkait pembangunan manusia Indonesia, Menteri Andrinof menekankan bahwa Indonesia membutuhkan manusia yang berpikir positif dan konstruktif dengan mentalitas yang berkembang.

Setelah presentasi, Menteri Andrinof juga merespon berbagai pertanyaan dari beberapa mahasiswa yang tertarik dan menginginkan penjelasan mendalam terkait beberapa hal. Mereka menanyakan tentang kebijakan pajak, bubble economy, asuransi sosial, pembangunan masnusia, pembangunan technopark, perkembangan investasi, teknologi informasi, sistem monitoring Bappenas, pembangunan energi listrik, dan sistem integrasi nasional.

Pada akhir pertemuan, Menteri Andrinof menyampaikan pesan bahwa para mahasiswa, setelah menyelesaikan studi mereka, harus mau kembali ke negara asal, dan berkeinginan berkontribusi untuk pembangunan Indonesia.*

480

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//