Choose Language
id us

Berita Utama

Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago Hadir di Musrenbangprov Kalimantan Selatan via Konferensi Video

April 10th, 2015 4:48 pm


Melalui konferensi video, Menteri PPN/Bappenas Andrinof Chaniago menyapa Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin yang tengah memimpin Musyawarah Perencanaan Pembangunan Provinsi (Musrenbangprov) Kalimantan Selatan 2015, Kamis (9/4). Kementerian PPN/Bappenas menanti masukan terkait pembangunan dari pemangku kepentingan di Kalimantan Selatan, seperti pemerintah daerah dan unsur lain, yakni perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, juga media.

“Kita berharap Musrenbangprov ini bisa merumuskan rencana pembangunan untuk Rencana Kerja Pemerintah 2016 agar bisa menjadi lebih baik lagi, menjadi sempurna,” ujar Menteri Andrinof. Pemerintah pusat memberi perhatian khusus kepada Kalimantan Selatan sebagai provinsi dengan program prioritas, ditinjau dari segi sumber daya alam, lokasi yang strategis. Selain itu, Kalimantan Selatan merupakan salah satu lumbung pangan terpenting di Borneo.

Berpredikat sebagai poros maritim, Kalimantan Selatan membidik pengejawantahan lebih dari 1500 kegiatan atas 76 program unggulan dengan anggaran total Rp 55 triliun. “Usulan strategis meliputi pengembangan ekonomi maritim dan kelautan,” ungkap Gubernur Rudy.

Ada tiga butir fokus pembangunan di Kalimantan Selatan. Pertama, pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK) untuk menggerakkan perekonomian daerah. Menteri Andrinof mengungkapkan KEK dibidik untuk menjadi wadah kawasan industri. “Di antara lain, kawasan industri Batu Licin dan Jorong,” ujar beliau.

Kedua, pengembangan Pelabuhan Trisakti yang meliputi perluasan lahan untuk layanan antar barang dan terminal peti kemas. Rencananya, pada  2025 mendatang, Pelabuhan Mantuil ikut dibangun untuk menopang fungsi Pelabuhan Trisakti. Ketiga, pembangunan Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Kalsel berkapasitas 2 x 100 MW di Kabupaten Tabalong. PLTU Kalsel ini digadang mampu menyuplai energi listrik ke sistem kelistrikan Kalsel plus tenggara sebesar 1.800 GWh per tahun.

“Perekonomian tidak bisa jalan jika listrik belum siap,” papar Menteri Andrinof.  Menteri berpesan, Kalimantan harus mempertahankan pencapaian sebagai provinsi dengan surplus listrik. Sebab, listrik berperan penting dalam elevasi Kalimantan dari wilayah ekonomi yang digerakkan sumber daya alam, menjadi daerah dengan penggerak industri.

Selain ketiga poin tersebut, Menteri Andrinof juga menekankan urgensi ketahanan pangan juga proyek infrastruktur lain seperti perbaikan dan peningkatan status jalan. 

587

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved