Choose Language
id us

Berita Utama

Menteri Andrinof: UGM Menjadi Penggerak Pembangunan Bangsa, Bukan Menjadi Penerbit Jurnal

June 16th, 2015 8:42 am


YOGYAKARTA – Rektor Universitas Gajah Mada, Dwikorita Karnawati dalam Dialog “Menjembatani Penelitian dengan Pengambilan Kebijakan” pada hari Jumat (12/6) menyatakan bahwa perguruan tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam pengembangan penelitian.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana Tri Dharma Perguruan Tinggi – penelitian dan pengembangan, pendidikan dan pengajaran, dan pengabdian kepada masyarakat – menjadi driving power atau driving effort untuk ikut menegakkan pembangunan sosial-ekonomi bangsa. Jadi tidak cukup hanya dengan melakukan penelitian, dan kemudian di-publish di dalam jurnal ilmiah,” jelas Dwikorita.

Menurut beliau, hingga saat ini setiap penelitan yang dihasilkan oleh UGM sudah diarahkan untuk menjawab tantangan permasalahan pembangunan yang ada saat ini, antara lain, di bidang pangan, kesehatan, energi, teknologi informasi, industri, infrastruktur, lingkungan, sosial, dan humanity. “Jadi penelitian kami harus dapat diterapkan hingga di level industri, di kebijakan pemerintahan, dan di masyarakat (community based research),” tambah beliau.

Dwikorita menghimbau agar perguruan tinggi tidak mengulang mimpi buruk di masa lalu. “Sebelumnya, kami sibuk melakukan penelitian. Kami sibuk melakukan publikasi jurnal. Namun, kami kesulitan mencari siapa yang mau memakai hasil penelitian kami. Barangkali, karena orientasi penelitian kami hanya semata untuk kepuasan kami sebagai peneliti,” jelas beliau.

Dwikorita mengharapkan hasil-hasil penelitian yang dihasilkan UGM, khususnya di bidang kesehatan, dapat mendukung dan memperkuat kebijakan kesehatan di Indonesia, sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan status kesehatan masyarakat, dan tidak semata menjadi menara gading yang hanya dimanfaatkan untuk kepentingan akademis.

Menurut Menteri Andrinof, kualitas kebijakan sangat ditentukan oleh muatan ilmu pengetahuan di dalamnya. Tidak mungkin membuat kebijakan menjadi berkualitas kalau tidak didukung oleh rekomendasi hasil riset dan kajian. Oleh karena itu, modal utamanya adalah pengetahuan, data-data yang valid, teruji, tersusun, dan terpapar dalam suatu konstruksi logis dengan hubungan sebab-akibat yang jelas.

“Hal yang juga perlu diperhatikan adalah rekomendasi kebijakan harus dapat diimplementasikan secara nyata dan berkelanjutan di masyarakat, dan terlebih lagi dapat bermanfaat untuk masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan manusia dan masyarakat Indonesia,” ujar Menteri Andrinof.

Dwikorita juga berharap akan segera terlahir kebijakan yang mengkondisikan atau memaksa industri untuk bekerja sama dengan perguruan tinggi. “Kami mulai terbiasa mendengar apa kebutuhan industri, dan mulai meneliti kebutuhan industri tersebut. Meskipun profit tidak dengan seketika dapat diperoleh, namun Pemerintah perlu mempertimbangkan manfaat jangka panjangnya. Impian kami ke depan adalah penelitian dan pengembangan (R&D) dari industri itu berada di perguruan tinggi,” ujar Dwikorita.

Di akhir sambutan, Dwikorita sangat bersyukur bahwa Pemerintah saat ini adalah Pemerintah yang sangat mendengarkan aspirasi para peneliti dan perguruan tinggi. “Kami sudah mencoba beberapa masukan melalui Pemerintah, dan kami rasakan aspirasi itu bergerak di sana, dan rasanya tidak sia-sia apa yang kami upayakan. Bappenas pun sangat mendengarkan apa yang pernah kami sampaikan,” pungkas beliau.

432

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2020 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//