Choose Language
id us

Berita Utama

Menteri Andrinof Tinjau Lokasi Pembangunan Gorr Kabupaten Gorontalo

April 10th, 2015 2:22 pm


(Gorontalo, 31/3) Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Gorontalo, Menteri PPN/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago, meninjau lokasi pembangunan sejumlah proyek strategis yang sedang dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo, salah satunya adalah Gorontalo Outer Ring Road (GORR) atau Jalan Lingkar Luar Gorontalo, di Desa Dumati, Kecamatan Telaga Biru, Kabupaten Gorontalo.

Menteri Andrinof menekankan agar Pemerin-tah Provinsi Gorontalo segera menyiapkan rencana pemanfaatan ruang untuk mendorong peningkatan ekonomi dan pertumbuhan kawasan industri di kawasan GORR.

“Perlu direncanakan pula daerah yang untuk kawasan hijau, daerah yang untuk kawasan industri, dan daerah mana yang untuk kawasan permukiman. Jangan terpaku pada pengem-bangan jalan, tetapi juga mulai direncanakan untuk pengembangan ekonomi dan pelayanan publik, sehingga pemanfaatannya menjadi tidak sporadis dan terarah,” ungkap beliau.

Jalan sepanjang 47,9 kilometer tersebut direncanakan akan menghubungkan Bandara Jalaludin di Kecamatan Tibawa, dengan Pelabuhan di Kota Gorontalo. Adapun besar alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) untuk proyek tersebut adalah 190 Miliar. Selain menjadi jalur alternatif kemacetan ibukota, jalan ini diharapkan dapat memperlancar arus barang dan jasa ke pelabuhan laut dan ke bandara.

 

Tahun ini, Pemerintah Provinsi Gorontalo sudah melaksanakan pengaspalan yang di-mulai dari segmen II dengan total panjang 14 km. Pekerjaan segmen II ini dikerjakan dari Kilometer 15,7 hingga Kilometer 29,7. Secara bertahap pembangunannya akan dirampung-kan hingga mencapai Kilometer 47,9.

“Pemerintah Provinsi Gorontalo punya 50 Miliar, itu tanda kesungguhan. Karena banyak juga daerah yang mengajukan tidak mau keluar modal sedikitpun. Terkadang diminta ‘ngurusin’ pembebasan tanah pun tidak mau. Kalau begitu kerjanya apa? Sumbangannya apa? Kesungguhan itu penting untuk meyakinkan Pemerintah Pusat. Kesungguhan itu harus tampak dalam keinginan menge-luarkan tenaga, waktu, dan anggaran sebatas yang dimiliki. Itu cara Pemerintah Pusat menilai,” jelas Menteri Andrinof.

Terkait Jalan Trans Sulawesi, Menteri Andrinof merasa masih perlu kajian men-dalam, dan sedapat mungkin menghindari pengrusakan lingkungan, termasuk meng-hindari alih fungsi lahan pertanian strategis.

“Sejauh ini rencana tersebut belum masuk dalam perencanaan Pemerintah Pusat. Perlu beberapa kajian yang mendalam, khususnya dampak lingkungannya,” kata beliau.

Setiap daerah, Menteri Andrinof juga menam-bahkan,  harus meninggalkan dan tidak boleh terjebak baik pada ego sektoral, ego kabupaten/kota maupun ego SKPD.

“Apa yang kita kerjakan bukan untuk pribadi, bukan juga untuk satu golongan kecil atau kelompok, tetapi sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan orang banyak. Ber-pegang pada tujuan itu, maka ego sekoral dan kewilayahan harus dibuang,” pungkas beliau.*

404

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//