Choose Language
id us

Berita Utama

Menteri Andrinof Sampaikan Orasi Ilmiah Pada Dies Natalis Fisip UI Ke-47

February 11th, 2015 5:30 pm


(Jakarta, 2/2) Menteri PPN/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago menyampaikan orasi ilmiah pada acara Dies Natalis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia (FISIP UI) ke-47, pada hari Senin (2/2), pukul 13.00 WIB di Depok, Jawa Barat. Hadir pada kesempatan tersebut, Rektor UI, Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M.Met.; Dekan FISIP UI, Dr. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc.; dan segenap Civitas Akademika FISIP UI.

Mengawali orasi ilmiah yang bertemakan “Pengarusutamaan Bidang Sosial Budaya dalam Perencanaan Pembangunan”, Menteri Andrinof mengungkapkan kerinduannya terhadap atmosfer akademis kampus UI yang menjadi almamater beliau.

“Sebagai bagian dari keluarga besar UI, acara ini tentu memberikan kebahagiaan yang sulit dilukiskan. Tiga bulan berlalu, rasanya sudah terlalu lama menjauh dari suasana keseharian yang saya jalani selama bertahun-tahun; bertemu dengan seluruh Civitas Akademika UI, berdiri di antara para mahasiswa di dalam kelas, dan berbincang ringan ber-sama para kolega mengenai masalah-masalah penting dan isu-isu strategis pembangunan,” ungkap Menteri Andrinof.

Secara konseptual, menurut Menteri Andrinof, pembangunan dapat dirumuskan sebagai upaya sistematis dan terencana untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat secara berkelanjutan, dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal, efisien, efektif dan akuntabel.

“Dalam konteks membangun manusia Indonesia yang sehat seutuhnya, pem-bangunan harus dapat memfasilitasi setiap insan untuk dapat memenuhi hierarki lima kebutuhan dasar manusia sebagaimana dikemukakan oleh ahli psikologi Abraham Maslow,” kata beliau.

Adapun  lima kebutuhan dasar manusia tersebut, antara lain: (1) kebutuhan fisiologis; (2) kebutuhan rasa aman; (3) kebutuhan rasa memiliki dan kasih sayang; (4) kebutuhan penghargaan; serta (5) kebutuhan aktualisasi diri.

“Analisis psikologi Abraham Maslow  sangat membantu dalam merumuskan konsep pembangunan yang menempatkan manusia pada posisi sentral, baik sebagai subyek maupun obyek pembangunan, serta berorientasi untuk membangun manusia yang sehat seutuhnya, fisik-material dan mental-spiritual,” jelas Menteri Andrinof.

Menteri Andrinof menambahkan bahwa pembangunan sesungguhnya bersifat multidimensi yang meliputi seluruh aspek kehidupan manusia dan masyarakat, serta bersifat lintas bidang dan lintas sektor. Oleh karenanya, sangat tidak tepat apabila konsep pembangunan hanya dipahami dalam konteks pembangunan ekonomi semata.  

“Pembangunan yang selalu diasosiasikan dengan pembangunan ekonomi, bahkan lebih sempit lagi sekadar pertumbuhan ekonomi, sudah lama dikoreksi oleh para ahli dan pemikir pembangunan dari berbagai disiplin ilmu, bahkan para ahli ekonomi pembangunan itu sendiri,” jelas Menteri Andrinof. 

Secara spesifik, konsep pembangunan yang dimaksud oleh Menteri Andrinof adalah pembangunan secara menyeluruh untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan masyarakat dengan memperkuat sistem sosial yang bertumpu pada kebebasan, sehingga tersedia berbagai pilihan bagi masyarakat untuk mengembangkan kehidupan yang lebih baik.

Pemikiran serupa juga diyakini oleh ekonom peraih Nobel, Amartya Sen, yang memaknai pembangunan sebagai kebebasan, yang ditunjukkan dengan kemampuan dan kesempatan yang setara bagi setiap warga negara untuk memperoleh akses ke sumber daya ekonomi serta mendapatkan peluang untuk dapat mengelola aset-aset produktif bagi penguatan individu dan masyarakat.

“Mengikuti pemikiran Sen, makna esensial pembangunan adalah human capabilities — memampukan manusia atau meningkatkan kemampuan manusia agar dapat menjalani kehidupan secara bermartabat,”pungkas Menteri Andrinof.  

Menurut beliau, analisis pembangunan Sen dalam konteks rekayasa sosial budaya sangat tepat untuk diterapkan di Indonesia.  Oleh karenanya, pemerintah perlu memasukkan isu-isu pembangunan bidang sosial budaya ke dalam agenda pembangunan, serta menjadikan hal tersebut sebagai arus utama dalam perencanaan pembangunan nasional.*

1030

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//