Choose Language
id us

Berita Utama

Menteri Andrinof Paparkan Kerangka Pikir RPJMN 2015-2019 pada Rakernis BIN

March 25th, 2015 12:18 pm


(Jakarta, 18/3) Menteri Andrinof memberikan pembekalan pada acara Rapat Kerja Teknis Badan Intelijen Negara (BIN) yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang cita-cita dan sasaran pembangunan pemerintahan Presiden Joko Widodo ke depan. Hadir Eselon I BIN dan 34 Kepala BIN Daerah (Kabinda) seluruh Indonesia.

“Penting untuk memahami latar belakang yang sebenarnya dari pilihan-pilihan prioritas pembangunan. Karena kami tahu, tidak mudah menangkap isi pokok RPJMN 2015-2019. Namun, beruntung bagi mereka yang pernah mendapatkan penjelasan mengenai kerangka pikir dan histori penyusunan RPJMN 2015-2019, sampai ditemukannya program-program prioritas di sana,” ungkap Menteri PPN/ Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago mengawali paparannya.

Untuk lima tahun ke depan, pemerintah meletakkan prioritas pembangunan ke dalam tiga dimensi, yang salah satunya adalah dimensi sektoral.

“Setelah melalui kajian mendalam dan uji validitas dan pakar, kita memilih sektor prioritas dan strategis yang digunakan untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi yang tinggi, antara lain, pangan, energi, kemaritiman, industri dan pariwisata,” jelas Menteri Andrinof.

Adapun landasan dan kerangka berpikir dari dipilihnya lima sektor unggulan tersebut, antara lain, terkait pangan, pemerintah telah memproyeksikan bahwa kebutuhan pangan ke depan semakin besar dan perlu untuk diantisipasi, karena setiap tahunnya tiga juta penduduk bertambah. Padahal dalam beberapa tahun terakhir, Indonesia sempat mendekati krisis pangan.

“Impor semakin banyak dan beragam, dan terjadi kesenjangan antara produksi dan konsumsi nasional – beras, gula, jagung, daging, cabe, bawang merah, garam, dan ikan segar. Untuk itulah, pangan harus diselamatkan, terutama untuk komoditas tertentu, kita harus berdaulat,” ungkap beliau.

Terkait sektor kemaritiman, Menteri Andrinof juga melihat potensi yang sangat besar dari potensi wilayah laut Indonesia untuk jasa dan perdagangan.

“Banyak pihak luar yang mengambil keuntungan ekonomi dari sumber daya kemaritiman kita. Itulah penyumbang defisit transaksi jasa kita yang paling besar,” tambah Menteri Andrinof.

Terkait energi, beliau mengatakan bahwa selama ini, Indonesia menjadi bangsa yang maha baik sejagad raya, karena telah membantu produksi energi negara lain yang menjadi saingan kita, dengan menjual sumber daya alam kita ke negara lain.  

“Kalau kita ingin maju, kita butuh energi. Kalau kita tidak tingkatkan produksi listrik, tidak mungkin kita dapat menggerakkan ekonomi, membuat cool storage, mem-bangun pabrik pakan ikan, dan menambah galangan kapal,” kata beliau.

Secara total, Indonesia masih memilih sumber energi yang melimpah ruah – gas, batubara, dan air – meskipun di sektor energi minyak kita mengalami defisit.

Kemudian, sektor pariwisata juga memiliki potensi yang besar. Namun, jumlah wisman yang datang ke Indonesia terlalu kecil dibandingkan potensi yang kita miliki. Wisman kita separuh dari wisman yang datang ke Singapura, dan sepertiga dari yang berkunjung ke Malaysia.

Terakhir, sektor industri. “Selama ini, ekonomi kita tidak digerakkan oleh sektor industri, melainkan digerakkan sektor-sektor yang rentan terhadap krisis, atau yang menguras SDA,” kata beliau. Untuk itu, kita perlu beralih dari pola pikir menjual kekayaan alam kita, menjadi mengolah SDA tersebut melalui industri, sehingga menghasilkan nilai tambah.

Di akhir pembekalan, Menteri Andrinof mengharapkan peserta rapat dapat berkontribusi bagi pembangunan Indonesia. “Kontribusi informasi dan analisis terkait sumber daya alam yang belum optimal dimanfaatkan dan informasi lainnya, sangat berarti. Hal ini penting agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah kebijakan yang tepat, dan mensukseskan pembangunan lima tahun ke depan,” pungkas beliau.*

594

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//