Choose Language
id us

Berita Utama

Menteri Andrinof Dukung Pembangunan Melalui Kerjasama Selatan-Selatan

March 18th, 2015 5:40 pm


(Jakarta, 17/3) Menteri Andrinof menghadiri Forum Kerjasama Selatan-Selatan, di Gedung Nusantara Kementerian Luar Negeri, yang bertujuan untuk memperkuat kerjasama dan implementasi yang lebih baik antar negara anggota. Hadir pula Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi; perwakilan Kedutaan Besar untuk Indonesia; dan para partner pembangunan.

Dalam sambutannya, Menteri Andrinof mengatakan merasa bahagia berkesempatan hadir dalam forum tersebut. Beliau mengatakan Indonesia tidak asing dengan Kerjasama Selatan-Selatan (KSS), mengingat sejarah mencatat bahwa Indonesia telah berpartisipasi aktif dalam Konferensi Asia Afrika tahun 1955.

“Indonesia berjuang keras dalam mendukung KSS. Oleh karena itu, saya sangat senang ketika diminta untuk berbagi pandangan saya terkait kerja-sama internasional, khususnya KSS ini,” ungkap Menteri Andrinof.

Menurut Menteri Andrinof, pembukaan UUD 1945 telah mengamanatkan negara untuk berperan aktif dalam berbagai bentuk kerjasama internasional, serta ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Untuk itulah, sejak 1980-an, pemerintah Indonesia menciptakan berbagai kesempatan pembelajaran timbal balik melalui KSS, guna meningkatkan kesejahteraan dan memfasilitasi kerjasama antara negara-negara berkembang.

“Setelah beberapa tahun, berkembanglah South-South and Triangular Coopera-tion (SSTC), merupakan wadah efektif untuk kerjasama pembangunan internasional, khususnya dalam mendukung peningkatan kapasitas negara-negara Selatan,” kata Menteri Andrinof.

Melalui SSTC, negara-negara Selatan yang memiliki berbagai kesamaan – aspek lingkungan, sosio-kultural, proksimitas geografis, dan isu-isu yang dialami – membuat proses transfer sumber daya dan pengetahuan menjadi lebih mudah.

“Sebagai negara berpendapatan menengah, Indonesia banyak belajar dan berbagi dengan negara-negara Selatan dan sekitarnya. Indonesia juga terlibat dalam berbagai kegiatan peningkatan kapasitas, dan berkomitmen memperkuat dan mendorong prakarsa Selatan-Selatan,” kata beliau.

RPJMN 2015-2019, menurut Menteri Andrinof menjadi panduan Indonesia dalam memperkuat kerjasama SSTC, termasuk di dalamnya meningkatkan kapasitas dan kapabilitas kementerian/lembaga, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat sipil. 

“Pada intinya aktivitas dan peran Indonesia dalam SSTC bersifat saling menguntungkan (Win-Win-Win). SSTC merupakan wadah untuk meningkatkan kerjasama pembangunan yang menghasilkan manfaat nyata dan terukur. Pemerintah Indonesia akan melanjutkan implementasi program-program terpilih guna memperkuat kerjasama dengan partner Selatan dan partner pembangunan lainnya,” kata beliau.

Di akhir sambutan, Menteri Andrinof mengatakan bahwa Kementerian PPN/ Bappenas sedang mengembangkan platform untuk meningkatkan pengumpulan pengetahuan, produksi pengetahuan dan berbagi pengetahuan. “Saya percaya hal ini akan membantu Pemerintah Indonesia untuk mencapai implementasi program SSTC yang lebih terkoordinasi, fokus dan efektif,” pungkas beliau.*

320

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//