Choose Language
id us

Informasi Pembangunan

Laporan Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan II Tahun 2020

September 27th, 2020 5:17 pm


Sejalan dengan peningkatan kasus Covid-19, pertumbuhan ekonomi mayoritas negara di dunia mengalami kontraksi yang semakin dalam. Di sisi lain, perekonomian Tiongkok telah kembali tumbuh meskipun masih lambat. Harga komoditas internasional secara umum turun seiring dengan penurunan permintaan global. Harga minyak mentah dunia bahkan sempat diperdagangkan negatif pada bulan April 2020 akibat penuhnya kapal penyimpanan pasokan. Pembukaan lockdown kemudian mendorong harga komoditas naik secara bertahap.

Perekonomian Indonesia pada triwulan II tahun 2020 terkontraksi 5,32 persen (YoY). Dari sisi pengeluaran, kontraksi terjadi pada seluruh komponen. Pengeluaran pemerintah yang diharapkan menjadi penahan kontraksi justru procyclical. Sementara dari sisi lapangan usaha, sektor yang masih tumbuh positif adalah pertanian, infokom, pengadaan air, real estat, jasa kesehatan, pendidikan, dan jasa keuangan. Dari segi kewilayahan, hampir semua wilayah mengalami kontraksi. Kontraksi paling dalam terjadi di wilayah Jawa sebesar 6,7 persen (YoY). Sementara Maluku dan Papua masih tumbuh 2,4 persen (YoY).

Postur APBN kembali direvisi pada bulan Juni 2020 untuk mengakomodir kebutuhan belanja negara terkait penanganan situasi pandemi dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Perpres 72/2020 tentang perubahan postur dan rincian APBN 2020 menjadi payung hukum untuk outlook peningkatan defisit APBN. Pendapatan negara turun menjadi Rp1.699,9 triliun sementara belanja negara naik menjadi Rp2.739,2 triliun. Hingga Juni 2020, penerimaan perpajakan mencapai 44,3 persen dari target, dengan hampir semua jenis pajak utama mengalami kontraksi terutama pada bulan Mei. Sementara belanja negara hingga Juni 2020 secara keseluruhan meningkat mencapai 33,8 persen dari APBN Perpres 72/2020. Bantuan sosial tumbuh 41,0 persen (YoY), terutama didorong oleh kebijakan penyaluran bansos untuk penanganan dampak Covid-19. Di sisi lain, Transfer Ke Daerah dan Dana Desa mengalami penurunan sebesar 0,9 persen (YoY). 

Sepanjang triwulan II tahun 2020, otoritas moneter menurunkan BI 7 Days Repo Rate (BI7DRR) menjadi 4,25 persen pada bulan Juni. Nilai tukar Rupiah cenderung menguat sepanjang triwulan berjalan seiring meredanya kepanikan di pasar keuangan global. Selain itu, penguatan Rupiah juga didorong oleh berlanjutnya aliran modal asing ke Indonesia. Inflasi pada triwulan ini cenderung lebih rendah meskipun ada Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Fitri, sejalan dengan rendahnya konsumsi masyarakat. Kekhawatiran masyarakat akan prospek ekonomi ke depan ditunjukkan oleh turunnya Indeks Keyakinan Konsumen.

Neraca Pembayaran Indonesia pada triwulan II tahun 2020 mengalami  surplus yang didorong oleh turunnya defisit transaksi berjalan, serta surplus transaksi modal dan finansial. Cadangan devisa pada triwulan ini meningkat menjadi USD131,7 miliar. Secara keseluruhan, indikator NPI masih menunjukkan sustainabilitas eksternal yang baik.

Pertumbuhan ekonomi global pada tahun 2020 diproyeksi terkontraksi cukup dalam dengan puncak penurunan diperkirakan terjadi pada triwulan II. Volume perdagangan turun seiring melemahnya permintaan global. Pertumbuhan negara maju secara keseluruhan diproyeksi terkontraksi hingga 8,0 persen. Sementara negara berkembang terkontraksi 3,0 persen. Harga komoditas pada tahun 2020 secara umum diproyeksi turun.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia diperkirakan akan lebih baik pada triwulan III dan IV tahun 2020 seiring relaksasi PSBB. Dari sisi pengeluaran, pemulihan ekonomi bergantung pada percepatan belanja pemerintah serta pemulihan ekonomi global. Dari sisi lapangan usaha, industri pengolahan dan perdagangan menjadi sektor yang paling berpengaruh pada pemulihan ekonomi. Sektor jasa informasi dan komunikasi serta jasa kesehatan diperkirakan tetap tumbuh menguat selama pandemi.

Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan II Tahun 2020 : Download

 
1318

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2020 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//