Choose Language
id us

Laporan Dari AS: Atasi Isu Kemiskinan, Iklim, Efisiensi Pasar, Hingga Keberlanjutan SDA, Indonesia Gandeng IFPRI

April 14th, 2019 9:54 am


WASHINGTON DC – Di jantung pemerintahan Amerika Serikat, Washington DC, Kementerian PPN/Bappenas dan International Food Policy Research Institute (IFPRI) menandatangani Nota Kesepahaman untuk meningkatkan komitmen  perumusan kebijakan analisis pertanian dan ketahanan pangan dengan menggunakan pendekatan analitis berbasis empiris, analisis produktivitas pertanian regional dan investasi pertanian potensial,model pemberdayaan ekonomi dan sosial di sektor pertanian, mekanisme evaluasi dan peningkatan perencanaan pembangunan di sektor pertanian, serta berbagi pengetahuan dan peningkatan kapasitas SDM di sektor pertanian. Pasca penandatanganan Nota  Kesepahaman, kerja sama Indonesia-IFPRI fokus pada peningkatan kapasitas aplikasi Computable General Equilibrium (CGE) dan model Dynamic-Economy-Wide for Indonesia (DEWI). Untuk jangka menengah dan panjang, kerjasama ini dapat diperluas menjadi isukemiskinan, perubahan iklim, efisiensi pasar di bidang pertanian, dan keberlanjutan SDA,” jelas Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro selepas acara Memorandum of Understanding (MoU) between Bappenas and IFPRI yang berlangsung Jumat (12/4).k

Terdapat empat peran strategis IFPRI bagiKementerian PPN/Bappenas. Pertama, IFPRI dapat mengembangkan program-program regional dan nasional yang dapat diarahkan untuk kepentingan Pemerintah Indonesia. Kedua, IFPRI memiliki kapasitas untuk melaksanakan pekerjaan analitis dan perumusan kebijakan untuk pembangunan yang dipandu oleh negara. Ketiga, IFPRI membangun komitmen yang kuat untuk meningkatkan kerjasama pembangunan, komunikasi riset, pengembangan kapasitas, data, model, dan alat yang dapat disesuaikan dan digunakan oleh Kementerian PPN/ Bappenas. Keempat, IFPRI telah mengembangkan model khusus yang disebut DEWI.

Di Indonesia, aktivitas IFPRI saat ini terdiri dari dua lingkup, yaitu Pro-poor High Prevalence of Avian Influenza (HPAI) Risk Reduction Strategies dan Investment Requirements to Achieve Food Security in Asia and The Pacific in 2030. Strategi pengurangan resiko HPAI didukung dan didanai oleh DFID, dan dilakukan di Asia dan Afrika mencakup Indonesia, Ghana, Ethiopia, Kenya, dan Nigeria. Sementara untuk persyaratan investasi untuk mencapai keamanan pangan di Asia Pasifik di 2030 dikoordinasikan dengan Kementerian PPN/Bappenas dan merupakan bagian dukungan teknis penelitian ADB di Asia Pasifik.

“IFPRI juga telah mengembangkan dan menerapkan model/alat tersebut yang dapat dirancang dan digunakan lebih lanjut untuk kondisi dan kepentingan Indonesia, seperti Global Hunger Index (GHI), International Model for Policy Analysis of Agricultural Commodities and Trade (IMPACT) Model, Biofortification Priority Index (BPI), AgriTech Toolbox dengan menggunakan teknologi pertanian untuk meningkatkan produktivitas dan ketahanan pangan berkelanjutan, serta Food Security Media Analysis (FOMA),” jelas Menteri Bambang.

047

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//