Choose Language
id us

Berita Utama

Kualitas dan Mobilitas Penduduk, Kunci Keberhasilan Indonesia dalam Memetik Manfaat Bonus Demografi

April 22nd, 2015 4:28 pm


Menteri PPN/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago menjadi salah satu pembicara forum High-level Dialogue on Capitalizing on the Demographic Dividend yang diselenggarakan berkat kerja sama Ikatan Praktisi dan Ahli Demografi Indonesia (IPADI) serta United Nations Population Fund (UNFPA), Senin (20/4). Acara tersebut menggaris bawahi pentingnya kesiapan Indonesia menyambut tahun 2020-2030, periode terjadinya bonus demografi, yakni bonus yang dinikmati karena besarnya proporsi penduduk produktif dalam rentang usia 15-64 tahun.

Forum yang juga dihadiri Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Sesmen Kemenko Perekonomian Lukita Dinarsyah Tuwo, dan UNFPA Executive Director and Chair of the WEF Global Council on the Demographic Dividend  Babatunde Osotimehin tersebut dibuka Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf “JK” Kalla. Dalam sambutannya, JK menekankan kuantitas harus dibarengi dengan kualitas. “Bonus demografi akan menjadi negatif apabila jumlah yang diandalkan,” tuturnya.

Lebih jauh, Babatunde juga menyatakan  kualitas penduduk menjadi kunci keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan bonus demografi. Seiring dengan pentingnya fokus pembangunan infrastuktur,  Indonesia juga harus fokus pada pembangunan non fisik. “Indonesia butuh investasi di edukasi formal dan vokasional serta kesehatan,” papar Babatunde.

Menteri Andrinof mengungkapkan manfaat bonus demografi bisa dinikmati dengan dua cara jitu, meningkatkan kualitas penduduk dan menelaah mobilitas penduduk. Untuk mewujudkan generasi berkualitas, masyarakat harus memiliki etos kerja yang gigih guna meningkatkan produktivitas.

Soal mobilitas penduduk, Menteri Andrinof menegaskan perlunya pemetaan kembali dalam hal demografi masyarakat Indonesia. Contohnya saja, ketimpangan pertumbuhan penduduk 0,3 persen di Jawa Tengah dibandingkan total pertumbuhan 3,5-4 persen di Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. “Maka, perspektif interregional penting untuk melihat isu kependudukan,” pungkasnya.

Isu penting lainnya adalah kepadatan penduduk dengan fokus utama terkait persebaran 58 persen penduduk yang terkonsentrasi di Pulau Jawa, meski luas pulau tersebut hanya sebesar 7 persen dari total daratan di nusantara.     

 

 

852

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//