Choose Language
id us

Berita Utama

Kementerian PPN/Bappenas Kaji Studi Kelayakan Pelabuhan Pengganti Cilamaya

April 10th, 2015 2:36 pm


(Jakarta, 8/4) Direktur Transportasi Kementerian PPN/Bappenas, Bambang Prihartono, menegaskan bahwa pelaksanaan studi kelayakan pelabuhan pengganti Cilamaya tidak akan memakan waktu yang lama. Sebelumnya, seiring kunjungan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf “JK” Kalla ke eks lokasi pembangunan pekan lalu (2/4), pemerintah membatalkan realisasi proyek Pelabuhan Cilamaya.

Keputusan pembatalan proyek tersebut di-ambil karena terkendala faktor infrastruktur pelabuhan yang jika dibangun akan diprediksi bersinggungan dengan pipa-pipa milik PT Pertamina (Persero). “Lebih berbahaya kalau dilanjutkan, kerugiannya lebih besar karena menganggu produksi minyak gas di daerah itu," ungkap Jusuf Kalla.

Menurut JK, pemerintah tengah menyiapkan wacana pergeseran lokasi pembangunan ke Indramayu atau Subang, Jawa Barat. Namun, hal tersebut belum final karena menanti hasil studi kelayakan lokasi baru.

"Kami memang perlu feasible study (studi kelayakan, -red.) lagi, tapi itu cepat, karena hanya masalah lokasi saja,” papar  Bambang Prihartono di Jakarta, Senin (6/4). Selain Kementerian PPN/Bappenas, tim pengkaji juga terdiri atas Kementerian Perhubungan, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian dan Kemenko Maritim.

Menteri Andrinof menegaskan proses studi kelayakan terkait pergeseran pelabuhan eks Cilamaya tidak akan memperlambat rencana pembangunan infrastruktur. Dalam melaks-anakan studi kelayakan, tim pengkaji menimbang sejumlah faktor, di antaranya eksistensi arus laut dan lingkungan.

Bambang menambahkan, ada dua syarat penting yang harus dipenuhi dalam pemilihan lokasi pengganti. Pertama, ditinjau dari sisi ketahanan pangan, lokasi pelabuhan tidak boleh memakan lahan pertanian agar tidak mengganggu upaya pemerintah dalam menjaga sumber produksi pangan.

Kedua, ditilik dari sisi ketahanan energi, pelabuhan tidak boleh bertabrakan dengan fasilitas pipa milik PT Pertamina."Lokasi baru itu juga merupakan koridor yang aman dari anjungan dan rig milik Pertamina, seperti masalah yang ditemui di Cilamaya," pungkasnya.

Namun, jika hasil studi sudah menemukan tempat yang cocok, lokasi tersebut tak serta merta pasti didapuk menjadi lokasi pembangunan pelabuhan. Pasalnya, menurut Bambang, tim pengkaji juga memper-timbangkan opsi rencana perluasan Pelabuhan Cirebon sebagai pengganti proyek Pelabuhan Cilamaya. "Kalau Pelabuhan Cirebon dikem-bangkan lagi sebagai alternatif. Bisa saja tidak jadi (pelabuhan baru pengganti) Cilamaya,” tuturnya.

Selain pilihan memperluas Pelabuhan Cirebon, ada pula wacana optimalisasi dry port di Cikarang dengan meng-gunakan kanal yang ter-hubung dengan Pelabuhan Tanjung Priok.

Seiring dengan adanya pilihan untuk membatalkan seluruh proyek pembangunan pelabuhan pengganti eks Cilamaya, PT Pelabuhan Indonesia II (Pelindo II) memang sudah menyiapkan rencana pengembangan Pelabuhan Cirebon dan Kanal Penghubung Pelabuhan Tanjung Priok menuju Kawasan Industri Cikarang.

Meski beberapa rencana tengah dikaji, pembangunan pelabuhan eks Cilamaya akan tetap mengacu pada rencana awal, yakni berfungsi untuk menyokong kapasitas pelabuhan Kalibaru, Tanjung Priok, yang diprediksi akan penuh pada 2027 mendatang. Nantinya, pelabuhan baru tersebut digadang mampu menampung peti kemas hingga 5 juta TEUs (satuan unit bersamaan dua puluh kaki) per tahun. Setelahnya, secara bertahap, pemerintah juga akan terus meningkatkan kapasitas pelabuhan.

Menurut Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar, pembangunan pelabuhan di wilayah utara Jawa Barat dinilai sangat penting karena berpengaruh langsung dengan usaha peme-rintah untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi lewat arus barang melalui jalur laut.

Selain itu, adanya pelabuhan berkapasitas maksimum akan memicu pertumbuhan industri baru. "Sudah harus ada pelabuhan, karena arus barang sudah sangat tinggi,” tandas Deddy.*

857

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//