Choose Language
id us

Berita Utama

Kementerian PPN/Bappenas Dan Lembaga Peneliti Dorong Kontribusi Penelitian Untuk Kebijakan Publik Yang Lebih Baik

June 16th, 2015 8:36 am


YOGYAKARTA – Menteri PPN/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago bersama sejumlah wakil lembaga peneliti terkemuka Indonesia berdialog pada Jumat (12/6) bertempat di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta. Dalam dialog tersebut dibahas tentang kerja sama antara lembaga peneliti dan lembaga pembuat kebijakan dalam rangka meningkatkan kualitas kebijakan publik di Indonesia.

Dialog ini mengambil tema “Menjembatani Penelitian dengan Pengambilan Kebijakan”. Hal-hal yang dibahas antara lain meliputi kondisi yang terus menjadi tantangan hingga saat ini, harapan lembaga peneliti dan lembaga pembuat kebijakan, serta upaya-upaya untuk meningkatkan kontribusi lembaga penelitian dalam proses pembuatan kebijakan publik.

Menteri Andrinof menyambut baik dialog antara lembaga peneliti dan lembaga pembuat kebijakan. Dalam proses penyusunan kebijakan, Kementerian PPN/Bappenas selalu membuat background study terlebih dahulu untuk dijadikan sebagai landasan akademis. Dalam hal ini, perencanaan dan perumusan kebijakan publik selalu diupayakan evidence-based.

“Saya dan jajaran Eselon I dan II Kementerian PPN/Bappenas sangat menyambut baik acara pada pagi hari ini. Fokus temanya sangat tepat, dan kata kuncinya juga sangat tepat, yaitu menjembatani. Permasalahan yang kita hadapi adalah adanya gap antara para pengguna (pembuat kebijakan) dan penyedia gagasan dan hasil-hasil penelitian, yang memang membutuhkan jembatan. Oleh karena itu, kita harus mengoptimalkan inisiatif dari masing-masing pihak,” jelas Menteri Andrinof.

Menurut beliau, relasi antara lembaga penelitian sebagai para pihak penyedia data dan hasil-hasil penelitian, dengan pihak pengambil kebijakan belum optimal. Penyebabnya adalah kurangnya kualitas dan kuantitas penelitian yang relevan dengan prioritas kebijakan pemerintah, serta belum optimalnya akses pengambilan kebijakan terhadap hasil penelitian yang relevan.

Untuk itu, Pemerintah harus lebih proaktif dalam hal mengundang dan memberitahukan kepada lembaga penelitian bahwa pemerintah membutuhkan dukungan penelitian untuk menghasilkan kebijakan publik yang berkualitas. Sementara itu, dari lembaga penelitian dan perguruan tinggi juga harus lebih proaktif dan berinisiatif dalam menawarkan rekomendasi kebijakan berdasarkan penelitian yang dihasilkan.

“Dari Bappenas, kita akan terus membuka kesempatan dan ruang supaya masukkan-masukkan datang lebih banyak. Apalagi di era TIK sekarang ini, kita dapat memanfaatkan banyak saluran dan media untuk menyampaikan ide-ide awal. Para peneliti dapat menyumbang konsep, pemikiran, penemuan, teori, dan pendekatan baru yang dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah dalam mencapai sasaran yang ditetapkan dalam rencana pembangunan dan melaksanakan Agenda Prioritas Pembangunan (Nawa Cita),” tambah Menteri Andrinof.  

Untuk jangka menengah dan panjang, ruang untuk menyempurnakannya masih ada. Kita masih butuh masukan-masukan dari lembaga penelitian, perguruan tinggi, para think tank, karena kebetulan ini adalah tahun-tahun untuk  mengevaluasi RPJPN Tahun 2000-2025. “Pemerintah perlu mempersiapkan RPJPN selanjutnya atau semacam pengganti GBHN. Dalam hal ini, Bappenas sedang menyiapkan hal itu, dan kita sangat butuh mitra dari teman-teman di sini (lembaga penelitian dan perguruan tinggi),” kata beliau.

Di tingkat yang grand policy, kita masih punya agenda yang menantang. Yang mendesak saat ini adalah bagaimana memberikan kontribusi berdasarkan hasil penelitian untuk program-program sektoral, kewilayahan, dan tahunan, dengan kerangka pikir yang holistik dan komprehensif.

676

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2020 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//