Choose Language
id us

Berita Utama

Inovasi Kunci Menghasilkan Produk-Produk Bernilai Tambah dan Berdaya Saing

March 25th, 2015 12:23 pm


(Jakarta, 19/3) Menteri PPN/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago memberikan arahan dalam Focus Group Discussion yang bertemakan “Menuju Kerangka Kebijakan yang Tepat untuk Membangun Ekosistem Inovasi Teknologi & Ikubasi Bisnis” pada hari Kamis (19/3) di Gedung Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi, Jakarta.

Hadir Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Muhammad Nasir dan Kepala Badan Pengkajian & Penerapan Teknologi, Unggul Priyanto. “Tujuan tema ini adalah memperluas sistem inovasi dan model kerjasama antara pusat-pusat inovasi dan pusat-pusat produksi. Inilah kebutuhan yang semakin mendesak di Indonesia,” ungkap Menteri Andrinof.

Potensi ekonomi dan energi kita, menurut beliau, sangat luar biasa. Permasalahannya adalah bagaimana kita dapat meningkatkan produksi dengan inovasi, dan menjadikan produk-produk tersebut unggul dan berdaya saing tinggi.

Sciencepark dan technopark adalah salah satu agenda konkrit yang kita siapkan, dan menjadi bagian dari yang dibayangkan dan dirancang oleh FGD ini. Pusat-pusat inovasi – perguruan tinggi dan politeknik – harus bersinergi dengan pemerintah pusat dan daerah, dan para pelaku bisnis,” tambah beliau.

Pemerintah juga berupaya mengubah mindset masyarakat dari aktivitas pro-duksi menanam, memetik, dan menjual, menjadi menanam, memetik, mengolah, mengemas, dan memasarkan. Semua tahapan ini membutuhkan inovasi.

Dengan pengolahan, terjadi lompatan nilai tambah, dari semula bahan mentah atau setengah mentah menjadi produk yang bukan sekedar diolah, melainkan juga bernilai tinggi dengan desain-desain dan pilihan-pilihan tertentu.

“Dengan itulah, negara-negara lain menjadi maju secara perekonomian. Barang yang dalam bongkahan besar dipecah-pecah menjadi barang yang nilainya berlipat ganda,” jelas beliau.

Di level makro, menurut Menteri Andrinof, menciutnya sektor industri manufaktur merupakan gambaran kurang pedulinya kita terhadap inovasi dan aktivitas produksi yang menghasilkan nilai tambah dan inovasi. Harus kita akui selama dua atau lima tahun terakhir, peranan sektor yang memuat nilai tambah, mengecil dari total PDB kita. Padahal, negara dikatakan maju apabila sektor manufakturnya membesar, yang diikuti dengan semakin besarnya sektor jasa-jasa yang inovatif.

“Yang terjadi di Indonesia adalah sebaliknya. Memang ini saatnya untuk sadar dan bangkit. Sadar bahwa selama ini kita mengabaikan hal yang penting untuk meningkatkan daya saing ekonomi, produktivitas, dan produk-produk yang menghasilkan daya saing,” kata beliau.

Apabila kita sudah sadar tentang hal ini, jalan pertama yang harus kita tempuh adalah memperbaiki ekosistem dari inovasi itu. Selanjutnya, kita harus merencanakan pengembangan sumber daya manusia dan teknologinya. Namun sebelumnya, kita harus sadar dan memperkuat riset dan pengembangannya

“Saya yakin BPPT dan lembaga seperti Ganesha Inovation Center dan lembaga lain, pikirannya akan ke sana. Kita tentu saja sangat mendukung inisiatif-insiatif yang seperti ini. Kalau nanti berbagai inisiatif dari berbagai tempat ini bertemu, kemudian pemerintah sendiri sudah berkomitmen, saya yakin akan terjadi akselerasi peningkatan daya saing, dan share sektor industri kita yang meciut itu menjadi normal kembali,” jelas beliau

Hal inilah yang dinamakan membangun sistem karena tidak hanya berpikir secara teknis bagaimana melakukan inovasi, tetapi juga memikirkan bagaimana kolaborasi mikro-makro, horizontal-vertikal, serta dengan dunia bisnis dan komunitas.

“Tujuannya jelas, yaitu membalik keadaan, dari aktivitas produksi yang berhenti (memanen dan menjual), menjadi produk yang diolah dan inovatif. Inilah yang harus kita kejar karena kita sudah tertinggal,” pungkas beliau.*

925

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//