Choose Language
id us

Berita Utama

Ibu Menteri Armida: Tantangan Pembangunan Indonesia ke Depan

May 26th, 2014 8:02 am


Kamis (22/05), Radio KBR68H mewawancarai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana di Jalan Utan Kayu No. 68D Jakarta Timur. Kehadiran Ibu Menteri Armida di kantor Radio KBR68H didampingi oleh Kepala Biro Humas Bappenas, Thohir Affandi, S.Pd, MPA.

                Dalam wawancara tersebut, Ibu Menteri membahas beberapa tantangan pembangunan ke depan, diantaranya adalah peran dan fungsi Bappenas sebagai lembaga perencanaaan pembangunan nasional, persoalan kemiskinan, persoalan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), persoalan visi dan misi presiden serta wakil presiden, dan juga MP3EI.

                Menyangkut persoalan kemiskinan, menurut Ibu Menteri Armida pemerintah konsisten untuk terus menurunkan jumlah orang miskin di Indonesia. “Jika akhir tahun 2013 lalu tercatat sekitar 11,47 persen, maka pada akhir tahun 2014 pemerintah menargetkan sekitar 10 persen,” jelasnya.

                Dalam pandangan Ibu Menteri Armida, kemiskinan tak hanya dipengaruhi persoalan harga pangan, tapi persoalannya terletak pada sumber daya manusia (SDM). Kemiskinan rata-rata berada di wilayah pedesaan dimana sektor pekerjaannya bertani dan juga nelayan. “Di wilayah-wilayah tersebut, rata-rata pendidikan dan kesehatannya relatif rendah.  Jika ingin mereka lebih baik, lebih produktif maka SDM-nya harus ditingkatkan,” katanya.

                “Pemerintah telah memberikan bantuan dan perlindungan sosial. Supaya masyarakat miskin tetap bisa menyekolahkan anak-anak­nya, ada Bantuan Siswa Miskin (BSM). Supaya masyarakat miskin terjamin dan terlayani kesehatannya ada BPJS. Selain itu ada juga program beras miskin, PNPM Mandiri, dan KUR,” tambahnya.

                Terkait dengan MEA, Ibu Menteri Armida meng­ung­kapkan bahwa dalam Rencana pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025 ada rencana pembangunan Indonesia untuk meningkatkan investasi perusahaan-perusahaan Indonesia di Luar negeri termasuk di kawasan ASEAN. “Dari segi strategi pembangunan jangka panjang sudah ada. Tinggal bagaimana kita menerjemahkan lebih sistematis. Lalu SDM-nya harus disiapkan,” paparnya.

                Saat ditanya mengenai visi dan misi calon presiden serta calon wakil presiden,  Ibu Menteri Armida mengajak masyarakat untuk cerdas membaca visi misi capres dan cawapres. “Masyarakat harus membaca keseimbangan antara apa yang ingin dicapai dalam visi dan misi sekaligus seberapa realistis visi dan misi yang dijanjikan itu,” ungkapnya.

                Ibu Menteri Armida berharap presiden dan wakil presiden terpilih untuk tetap melanjutkan program-program pembangunan yang selama ini telah dijalankan. Salah satu program pembangunan yang disebutkannya adalah Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI).

                Bagi Ibu Menteri Armida, MP3EI itu sangat penting karena merupakan program percepatan pembangunan ekonomi yang salah satu tujuannya adalah pemerataan pembangunan antar daerah melalui pendekatan sektoral dan regional, membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, pembangunan konektivitas dan pengembangan SDM melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta inovasi. “Pemerintahan mendatang harus bisa melanjutkan dan memperkuat MP3EI ini. Jika ada kekurangan, baik dalam konsep maupun pelaksanaan, harus diperbaiki dan dilanjutkan,” pungkasnya. (*)

1179

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//