Choose Language
id us

Berita Kerjasama

Perusahaan RRT Berminat Berinvestasi di Indonesia

November 30th, -0001 12:00 am


Senin (19/11) Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana, telah menerima kunjungan Delegasi Perusahaan Utama di Republik Rakyat Tiongkok (RRT), yang disertai Bapak Imron Cofan, Duta Besar Republik Indonesia untuk RRT. Beberapa dari perusahaan itu adalah Rongshen Group (industri petrokimia), Gezhouba Group (hydropower), Gifore Group (pertanian), dan Ningxia Hengshun Smelter Group (tambang nikel dan batubara). Menteri PPN didampingi oleh Dr. Prasetijono Widjojo MJ, MA, Deputi Bidang Ekonomi; Dr. Ir. Dedy Supriadi Priatna, MSc, Deputi Bidang Sarana dan Prasarana; Dr. Ir. Endah Murniningtyas, MSc, Deputi Bidang Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup; Dr. Ir. Imron Bulkin, MRP, Staf Ahli Menteri Bidang Sumber Daya Manusia dan Penanggulangan Kemiskinan; Dr. Ir. Leonard VH Tampubolon, MA, Direktur Perencanaan Makro; dan Dr. Ir. Bastary Pandji Indra, MSP, Direktur Pengembangan Kerjasama Pemerintah dan Swasta. Pertemuan diadakan di Ruang SG 1-2 dan berlangsung dari pukul 09.30 sampai dengan pukul 11.30 WIB.


Duta Besar Imron Cofan menyampaikan bahwa kunjungan delegasi pengusaha RRT ini adalah untuk menjajagi kemungkinan investasi di Indonesia. Bapak Imron Cofan mengatakan bahwa kunjungan ini juga sesuai dengan arahan Menko Perekonomian agar investor RRT berinvestasi di Koridor I dari MP3EI. Kunjungan ini juga mengingat arahan Presiden RI agar investasi perusahaan RRT memperhatikan upaya pengembangan perusahaan UKM di Indonesia. Untuk ini Dubes Imron Cofan menunjuk pada Gifore Group yang menaungi ribuan koperasi dan dengan kegiatan pertanian dilakukan dalam sistem ‘one roof’ mulai dari kegiatan pembibitan sampai dengan kegiatan pasca panen.


Menteri PPN mengatakan bahwa pemerintah mengupayakan dapat dipertahankan pertumbuhan ekonomi di atas 6 persen setahun sehingga dibutuhkan peningkatan investasi sebesar 11 persen setahun. Di luar investasi dasar yang harus dilakukan pemerintah, diupayakan investasi swasta, termasuk FDI dari RRT, yang diarahkan dapat meningkatkan nilai tambah, yang ‘win-win’, yang selain meningkatkan kesempatan kerja juga memelihara lingkungan hidup.
Dalam sesi tanya-jawab, beberapa pertanyaan yang diadjukan adalah dari: perwakilan Ningxiayang menanyakan kebijakan pemerintah Indonesia menyangkut pengembangan nikel mengingat hal ini membutuhkan pembiyaan yang besar untuk membangun pembangkit listrik dan pelabuhan, khususnya peran pengembangan nikel dalam MP3EI; perwakilan dari Gezhouba Group, yang berperan dalam pembangunan ‘Three Gorges Dam’, mengatakan skim PPP di Indonsia memberi perlindungan yang cukup baik bagi investor, tetapi menghadapi masalah pengadaan lahan; perwakilan dari Gifore mengatakan bahwa produktivitas padi di Indonesia masih dapat ditingkatkan melalui pengurangan kehilangan pada proses pasca panen, untuk ini Gifore mempunyai pengalaman lebih dari 10 tahun, namun bagaimana kebijakan pemerintah; Tungfong Group berminat dalam membangun ‘maintenance center’ dari peralatan listrik dan ingin ikut dalam pembangunan 10 ribu MW tahap dua, untuk ini bagaimana kaitannya dengan MP3EI.

1548

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2018 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved