Choose Language
id us

Berita Utama

Diseminasi Global Nutrition Report 2014 Guna Tingkatkan Komitmen Indonesia Dalam Perbaikan Gizi Masyarakat

February 9th, 2015 7:05 pm


(Jakarta, 9/2) Menteri PPN/Kepala Bappenas, Andrinof Chaniago memberikan keynote speech di acara DiseminasiGlobal Nutrition Report (GNR) Tahun 2014, yang diselenggarakan di ruang rapat SG 1-4 Gedung Bappenas, pada hari Senin (9/2) pukul 10.00 WIB.

GNR yang baru saja diluncurkan pada International Conference on Nutrition ke-2 di Roma, 19-21 November 2014, adalah laporan tahunan yang menjelaskan kemajuan perbaikan gizi di seluruh dunia, mengidentifikasi hambatan dalam perubahan, menyoroti peluang dalam melakukan tindakan, dan memberikan kontribusi untuk memperkuat akuntabilitas gizi. Dalam hal ini, Indonesia merupakan satu dari lima negara yang menjadi destinasi diseminasi GNR.  

Hadir dalam acara tersebut Co-Chair Global Nutrition Report Independent Expert Group, Lawrance Haddad; Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O. Blake Jr; Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani; Direktur Jenderal Bina Gizi dan KIA Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono; serta Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, Endang L. Achadi.

“Dalam kapasitas sebagai Menteri PPN/ Kepala Bappenas, saya akan menyampaikan dimana letak masalah dan kebijakan dalam strategi pembangunan ke depan,” ujar Menteri Andrinof.

Dalam paparannya, Menteri Andrinof menjelaskan tiga dimensi kebijakan pembangunan manusia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019. Pertama, meningkatkan kecerdasan. Kedua, meningkatkan kesehatan fisik. Ketiga, terus menerus membangun kualitas mental manusia Indonesia.

Menurut Menteri Andrinof, pembangunan manusia adalah masalah yang sangat sentral, dan ketiga dimensi di atas harus berjalan dan terintegrasi untuk menghasilkan manusia unggul. Untuk itu, diperlukan kebijakan yang komprehensif guna mencapai target pembangunan manusia tersebut.

“Masalah gizi masuk ke dalam tiga dimensi tersebut. Gizi sangat penting untuk meningkatkan kecerdasan; sangat penting untuk menghasilkan manusia unggul; juga sangat penting untuk menghasilkan manusia yang fisiknya sehat. Dalam masalah gizi juga terdapat masalah mentalitas dan perilaku, karena masalah tidak hanya terjadi ketika kekurangan gizi; ketika terjadi kelebihan gizi juga menjadi masalah,” jelas beliau.

Masalah gizi merupakan masalah yang kompleks, serta lintas bidang dan sektor, karena menyangkut masalah produksi pangan, distribusi dan perdagangan, kemampuan sosial ekonomi, aksesibilitas serta pengetahuan, perilaku konsumsi, kesehatan individu dan lingkungan. Selain itu, masalah gizi juga berakar pada masalah-masalah struktural, seperti moral, sosial, birokrasi, dan hukum.

Menteri Andrinof kemudian menjelaskan pemerintah, melalui RPJMN 2015-2019, telah berkomitmen untuk mempercepat perbaikan gizi masyarakat. Dalam dokumen perencanaan tersebut telah digariskan langkah-langkah perbaikan gizi yang meliputi tujuan, arah kebijakan, strategi, program, dan kegiatan nyata percepatan perbaikan gizi.

“Dengan memperhatikan kondisi lokal dan komitmen internasional, target perbaikan gizi semakin diperluas. Tidak hanya masalah kekurangan gizi, wasting, dan stunting pada anak, tetapi juga masalah anemia kronis pada remaja dan ibu hamil, serta obesitas pada penduduk dewasa,” ujar Menteri Andrinof.

Namun, untuk mengentaskan masalah gizi di Indonesia, Menteri Andrinof merasa pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Pemerintah harus bekerjasama dengan banyak sektor, baik yang bersifat spesifik maupun sensitif; baik di tingkat nasional dan maupun daerah.

“Diharapkan setiap sektor di tingkat pusat dan daerah, parlemen, masyarakat madani, perguruan tinggi, organisasi profesi, mitra lokal dan internasional, dan swasta dapat bersama-sama membangun komitmen dan aksi nyata dalam upaya perbaikan gizi di Indonesia. Laporan GNR dapat digunakan sebagai bahan pemikiran, dan Hari Gizi Nasional ini dapat dijadikan sebagai momentum untuk menumbuhkan komitmen dan menyusun langkah-langkah perbaikan gizi di Indonesia,” pungkas beliau.*

1236

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//