Choose Language
id us

Berita

Cross Check Pencapaian Pembangunan Nasional: Penanganan Penyalahgunaan Narkoba

September 5th, 2016 12:06 pm


JAKARTA –Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan Bappenas Roni Dwi Susanto melakukan kunjungan lapang lanjutan Cross Check pencapaian pembangunan nasional RPJMN 2015-2019 di Yogyakarta, terkait dengan Penanganan Penyalahgunaan Narkoba dan Pengembangan Kewirausahaan, Senin (5/9). Sebelumnya Deputi PEPP telah melaksanakan Cross Check pencapaian pembangunan nasionalpada tiga topik, yaitu Desa Mandiri Benih, Revitalisasi Pasar Rakyat danBantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BPSP).

“Tujuan kami adalah untuk menggali pencapaian kegiatan pembangunan yang mendukung Nawa Cita dan sasaran RPJMN 2015-2019 dan untuk mengenali kondisi dan permasalahan pelaksanaan kegiatan di daerah pada tahun 2015 hingga saat ini,” tegas Deputi PEPP.

Kunjungan kerja dilakukan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi DI Yogyakarta dan Panti Rehab BNNP Yogyakarta. Deputi PEPP Roni menjadi narasumber dalam diskusi bersama dengan Kepala BNNP Yogyakarta Soetarmono membahas mengenai penanganan penyalahgunaan narkoba di Yogyakarta.

“Penyalahgunaan narkoba dapat merusak generasi harapan bangsa kita, merusak fisik kesehatan, dan menimbulkan kerugian yang sangat besar dalam bidang sosial, ekonomi, kesehatan dan keamanan. Berdasarkan data prevalensi per provinsi tahun 2015 hasil penelitian Puslitkkes UI dan BNN, Provinsi DI Yogyakarta menempati posisi kedelapan dengan jumlah penyalahgunaan narkoba 2,27 % atau sebanyak 60.182 pengguna,” jelas Kepala BNNP Yogyakarta Sotarmono.

Dalam diskusi, Soetarmono juga menjelaskan beberapa kendala dalam penanganan penyalahgunaan narkoba di Provinsi DI Yogyakarta. Seperti implementasi kegiatan Pemberantasan Penggunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), partisipasi masyarakat serta pelaksanaan rehabilitasi belum optimal. Selain itu kurangnya Sumber Daya Manusia (SDM) terlatih dan SDM bidang pemberantasan serta keterbatasan anggaran.

“Kami memiliki berbagai kendala dalam mengatasi jumlah pengguna narkoba di DI Yogyakarta. Kami berharap dengan forum diskusi ini dapat memberikan sumbang saran bagaimana kita melaksanakan kinerja yang sebaik-baiknya dan mengurangi pengguna narkoba, terutama di provinsi,” ungkap Soetarmono.

Mengingat banyaknya jumlah pengguna narkoba di Provinsi DI Yogyakarta, Deputi PEPP menyarankan kepada BNNP agar dapat memperdayakan masyarakat yang ada, seperti melakukan tindakan kecil yang dapat mengajak masyarakat menjauhi narkoba.

“Harapan kami Bapak Soetarmono melakukan beberapa hal dalam mencegah penyalahgunaan narkoba, seperti perlunya peran SKPD yang jelas, sehingga masing-masing SKPD bersinergi atau memberdayakan masyarakat untuk ikut mensosialisasikan larangan penggunaan narkoba,” tutur Roni, Deputi Bidang Pemantauan, Evaluasi dan Pengendalian Pembangunan.

Setelah diskusi ditutup, Deputi PEPP Roni Dwi Susanto melanjutkan berkeliling sekaligus meninjau  Panti Rehab BNNP yang juga terletak di dalam Kantor BNNP DI Yogyakarta.

1097

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//