Choose Language
id us

Berita Utama

Big Data Perkuat Peran ThinkTank Bappenas Dalam Pembangunan

February 20th, 2015 11:33 am


(Jakarta, 18/2) Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan diskusi tentang Big Data pada hari Rabu (18/2) pukul 14.00 WIB di Ruang Rapat SG 1-2 Gedung Bappenas. Acara tersebut terselenggara atas kerja sama antara Tim Analisis Kebijakan (TAK) Kementerian PPN/Bappenas dengan Knowledge Sector Initiative (KSI).

Tujuan diskusi tersebut adalah untuk meningkatkan capacity building staf perencana yang tergabung dalam TAKKementerian PPN/Bappenas, sehingga dapat menghasilkan analisis dan rekomendasi kebijakanyang lebih berkualitas.Diharapkan Big Datajuga dapat mendukung peran Kementerian PPN/Bappenas sebagai thinktank pemerintah.

Big Data merupakan sebutan untuk data yang memiliki karakteristik 3Vs, yaitu Volume, Variety, dan Velocity. Suatu data dapat dikategorikan Big Data apabila kuantitas datanya semakin besar (mulai dari MegaByte,GigaByte, TeraByte, hingga PetaByte); semakin beragam wujud informasinya (mulai dari gambar,audio, video, konten website, hingga percakapan mobile); serta semakin cepat dan real time diseminasinya.

Hadir dalam diskusi tersebutVice President &Chief Technical Officer for RTI’s International Development Group, Luis A Crouch;Menteri PPN/KepalaBappenas, Andrinof Chaniago; Dida Heryadi Salyaselaku Sekretaris TAK; dan Suharmen, Kepala PusdatinrenbangKementerian PPN/Bappenas.

“Sekarang saya tidak perlu lagi menjadi pencuri data(pernah diungkapkan beliau saat International Conference Data Innovation for Policy Makers tanggal 26 November 2014 di Bali). Semua orang juga tidak perlu mencuri data karena adanya Big Data,”ungkap Menteri Andrinof saat memberikan sambutan.

Menurut beliau, munculnya Big Data memberikan keuntungan yang besar dan sekaligus tantangan baru,khususnya bagi para peneliti, perencana, dan pembuat kebijakansektor publik.Hal yang perlu dipersiapkan adalah kemampuanmemproses, mensistematisasi, serta memanfaatkan data yang berlimpah.

“Tidak hanya berguna bagi para pelaku bisnis yang terlebih dahulu sudah memanfaatkan hal ini untuk perencanaan produk dan pemasaran, Big Data juga bermanfaat untuk analisiskebijakan. Namun, untuk memahami Big Data dengan tepat, perlu teknik dan ilmu pengetahuan yang relevan pula,” ungkap beliau.

Berikut beberapa contoh fungsi Big Data. Pertama, untuk menentukan kebijakan prioritas, dengan melihat tuntutan masyarakat melalui survei dan analisis pendapat. Kedua, untuk menentukan implementasi kebijakan dengan melihat databasedan riset yang ada.Ketiga, melihat progres suatu isu dan respon masyarakat melalui pembuatan sistem komplain dan analisis pendapat.

Dari tingkatkerumitannya, Big Data dapat diklasifikasikan menjadi tiga bagian. Pertama, bentuk sederhana, dengan melihat laporan masyarakat terhadap suatu masalah. Kedua, sedikit lebih kompleks, karena membutuhkan suatu formula dan kolaborasi databasebeberapa Kementerian.Ketiga, sangat rumit, karena membutuhkan databaseyang terintegrasi dan pengembangan sistem.

Adapun beberapa isu yang dibahas dalam diskusi sore itu adalah terkait Volume dan Velocity, yang mana di negara berpendapatan menengah seperti Indonesia, sebagian besar data-data di sektor publik belum lengkap, terintegrasi, realtimedan masih berkapasitas kecil.

Selain itu, Big Data seharusnya memiliki karakteristik 4Vs, yaitu dengan menambah Value, karena tidak semua data yang valid dan berguna untuk fungsi thinktank. Kebanyakan data hanya memiliki hubungan korelasi saja, padahal analisis kebijakan di sektor publik memerlukan hubungan kausalitas.*

1299

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2019 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved
//