Choose Language
id us

Bappenas Menaruh Perhatian Besar Pada Kebudayaan Sebagai Isu Penting Pembangunan

April 4th, 2017 5:47 pm


JAKARTA – Kementerian PPN/Bappenas melalui Kedeputian Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan menyelenggarakan Seminar Nasional bertajuk “Peran Kebudayaan dalam Pembangunan” pada Selasa (4/4) di Aula Serbaguna Bappenas. Acara dibuka oleh Pidato Kunci Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang P. S. Brodjonegoro dan Pidato Pembuka dari Deputi Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan Bappenas Subandi Sardjoko.

Kegiatan ini merupakan upaya untuk menjaring aspirasi serta memperoleh saran dan masukan dari para ahli di bidang kebudayaan, baik sebagai praktisi, akademisi, pengamat dan lain sebagainya. Masukan tersebut akan dijadikan sebagai salah satu sumber informasi oleh Kedeputian Bidang Pembangunan Manusia, Masyarakat dan Kebudayaan dalam proses Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2017 sekaligus menjadi kontribusi positif bagi perencanaan dan pelaksanaan kebijakan pembangunan di Indonesia ke depannya.

“Melalui seminar kebudayaan dan pembangunan ini, kami bermaksud menyampaikan kepada publik bahwa Bappenas menaruh perhatian besar pada kebudayaan sebagai salah satu isu penting dalam pembangunan, sekaligus menjadikan kebudayaan sebagai panduan untuk menentukan arah pembangunan. Pembangunan tidak harus selalu berasosiasi dengan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan infrastruktur semata. Kami meyakini economic prosperity hanya akan bermakna bagi masyarakat apabila disertai cultural well-beings,” jelas Menteri Bambang.

Selain itu, Menteri Bambang juga menyebutkan dalam konteks kebudayaan, manusia dan masyarakat harus diletakkan pada posisi sentral baik sebagai pelaku maupun penerima manfaat pembangunan. Pembangunan harus melibatkan seluruh elemen masyarakat, bersifat inklusif tanpa diskriminasi serta mempertimbangkan kebutuhan lokal dan aspirasi masyarakat luas. Menteri Bambang berharap pembangunan dapat mewujudkan pemerataan kesejahteraan yang memberikan kemampuan dan kesempatan setara bagi semua orang dan kelompok masyarakat untuk memperoleh akses ke sumber daya ekonomi produktif.

“Dalam merumuskan kebijakan pembangunan perlu menimbang pengetahuan lokal (local knowledge) dan ketika menyusun program pembangunan harus memerhatikan nilai-nilai budaya lokal. Pembangunan inklusif juga mensyaratkan keterlibatan para aktor non-negara dalam pelaksanaan program-program pembangunan. Selain itu, telah banyak pemimpin inovatif yang memiliki pemahaman akan nilai-nilai budaya lokal dan menjadikan budaya sebagai modal sosial untuk membangun dan memajukan daerah, ” ujar Menteri Bambang.

Seminar Nasional tersebut terbagi ke dalam dua sesi diskusi yang menghadirkan pembicara yaitu: (1) Paparan “Peta Jalan Pembangunan Kebudayaan Indonesia” oleh Dirjen Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid; (2) Paparan “Local Knowledge sebagai Modal Pembangunan” oleh antropolog dari KSI, Hans Antlov; (3) Paparan “Memahami Kebudayaan dalam Konteks Pembangunan” oleh Direktur Pendidikan Tinggi, Iptek dan Kebudayaan Bappenas Amich Alhumami; dan (4) Paparan “Dinamika Kebudayaan dalam Pembangunan” oleh Pakar Budaya dari Universitas Indonesia, Melani Budianta.

Selanjutnya, sesi diskusi kedua yang dimoderatori oleh Retno Pinasti, diisi oleh: (5) Paparan “Strategi Pembangunan Kota Budaya” oleh perwakilan Bupati Banyuwangi; (6) Paparan “Transformasi Pendidikan melalui Pendekatan Budaya Lokal dan Kebutuhan Masyarakat Adat” oleh pendiri Sokola Rimba, Saur Marlina (Butet) Manurung; serta (7) Paparan “Industri Kreatif Berbasis Budaya Lokal” oleh Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC) Dynand Fariz.

Selain menyaksikan pertunjukan seni budaya Tarian Aceh Ratoh Jaroe dan Keroncong Muda, Menteri Bambang juga berkesempatan menyambangi stand Pameran Cagar Budaya dan Naskah Asli (masterpiece) Indonesia seperti, Negarakertagama, Babad Diponegoro, I La Galigo dan lain sebagainya. Acara ini terselenggara atas kerjasama Kementerian PPN/Bappenas dengan Knowledge Sector Initiative (KSI), Ditjen Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Perpustakaan Nasional.

1166

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2018 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved