Memperkuat ketahanan Keuangan dan Pertumbuhan Berkelanjutan bagi Usaha Mikro dan Kecil di Indonesia Pembelajaran dari Implementasi Program Mastercard Strive

Usaha Mikro dan Kecil (UMK) memiliki peran strategis dalam perekonomian Indonesia, tidak hanya sebagai kontributor utama terhadap produk domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja, tetapi 
juga sebagai penggerak ketahanan ekonomi di tingkat akar rumput. Namun demikian, sebagaimana juga terlihat dalam berbagai kajian nasional, kontribusi besar ini masih diiringi oleh tantangan 
struktural yang signifikan, termasuk keterbatasan akses pembiayaan, rendahnya integrasi dalam rantai nilai, serta kesenjangan dalam adopsi teknologi dan kapasitas usaha.
Dalam konteks tersebut, Program Mastercard Strive di Indonesia diimplementasikan sebagai bagian dari upaya untuk memperkuat kapasitas dan ketahanan UMK secara sistemik. Program ini 
telah menjangkau lebih dari 500.000 pelaku usaha di berbagai wilayah, dengan pendekatan yang mengintegrasikan pengembangan kapasitas, akses keuangan, dan pemanfaatan teknologi digital.
Dokumen ini disusun sebagai refleksi strategis atas implementasi program tersebut. Dokumen ini tidak hanya bertujuan untuk mendokumentasikan capaian, tetapi juga untuk memberikan kerangka 
pembelajaran yang dapat menjadi acuan bagi pembuat kebijakan, pelaku industri, lembaga keuangan, dan mitra pembangunan dalam merancang intervensi yang lebih efektif, terintegrasi, dan 
berkelanjutan.

Investasi Antargenerasi: Arah Baru Kebijakan Indonesia di Akhir Transisi Demografi (Edisi Revisi)

Buku ini juga mengingatkan kita bahwa lansia tidak selalu identik dengan ketergantungan. Jika dikelola dengan baik, ageing population dapat menjadi potensi baru ekonomi yang dikenal dengan silver dividend. Lansia yang sehat, terampil, dan diberdayakan dapat terus berkontribusi dalam masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, diperlukan reformasi sistem pensiun, penguatan infrastruktur kesehatan, dan kebijakan kerja yang ramah lansia.


Selain itu, peran UMKM sebagai ruang produktivitas antargenerasi perlu mendapat perhatian khusus. UMKM mampu menyerap tenaga kerja dari berbagai kelompok usia, memperkuat ekonomi, dan mendorong pertumbuhan lokal. Namun, ketimpangan antarwilayah yang masih tinggi juga perlu diatasi, agar tidak memperdalam kesenjangan dalam mengakses sumber daya ekonomi.

Di akhir transisi demografi yang terjadi, Indonesia harus menentukan arah kebijakan yang adil bagi semua usia. Investasi antargenerasi adalah arah baru kebijakan, buku ini adalah ajakan untuk bersama merancang kebijakan yang tidak hanya menjawab kebutuhan hari ini, namun juga untuk pembangunan yang lebih adil dan berkelanjutan.

Mengurai Determinan Ketimpangan Sosial dan Ekonomi Provinsi Jawa Barat

Kajian ini bertujuan memberikan pemahaman menyeluruh tentang ketimpangan sosial dan ekonomi di Provinsi Jawa Barat, termasuk faktor-faktor utama yang memengaruhi perbedaan kesejahteraan antarwilayah dan antarkelompok penduduk.

Melalui analisis makro (antar kabupaten/kota) dan analisis mikro berbasis data Susenas pada tingkat rumah tangga, kajian ini mengidentifikasi determinan struktural penyebab ketimpangan serta menilai efektivitas berbagai intervensi kebijakan yang telah dilaksanakan.

Decarbonization Roadmap of Indonesia Nickel Industry

As the world’s 60% producer of nickel, Indonesia is strategically positioned to become a green powerhouse – a supplier of green minerals needed in the global energy transition. The National Nickel Industry Decarbonization Roadmap has been developed as a guide for the government, industry, and society to realize a low-carbon nickel industry, in line with the Golden Indonesia 2045 Vision outlined in the 2025–2060 National Long-Term Development Plan (RPJPN). For the industry, this document provides a trajectory that serves as a reference in setting emission reduction targets at the company level, in response to growing demand for low-carbon products from downstream industries, financial institutions, and consumers. Meanwhile, for the government, the roadmap offers policy recommendations to build an ecosystem that supports the implementation of decarbonization strategies, considering persistent challenges such as limited infrastructure, high costs, and regulatory uncertainty.

Thriving In Harmony Nature, Culture, Future (Tumbuh Selaras dengan Alam, Budaya, dan Masa Depan)

Buku ini akan membagikan perjalanan luar biasa Indonesia di panggung dunia: Expo 2025 Osaka. Rangkaian pengalaman tersebut disajikan dalam penuturan yang komprehensif dari proses-proses kreatif dalam mempersiapkan dan menyelenggarakan Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka. Proses kreatif dari balik layar, dimulai dengan penunjukan Bappenas sebagai Responsible National Authority (RNA), hingga keputusan-keputusan penting yang diambil terkait pendanaan dan penentuan tema utama Paviliun Indonesia.Seluruh proses awal ini, termasuk strategi branding dan promosi, disajikan dalam bagian bertajuk “Road to Paviliun Indonesia”. Di sini, diuraikan bagaimana tema utama “Thriving in Harmony: Nature, Culture, Future,” berhasil diselaraskan dengan visi besar Expo 2025 Osaka, sekaligus bagaimana detil arsitektur, desain interior, dan alur pengunjung dirancang untuk memberikan pengalaman konten Indonesia yang tak terlupakan. Konsep Paviliun Indonesia yang telah dibangun menjadi fondasi bagi perancangan pengalaman paripurna tentang berkunjung ke Paviliun Indonesia di Expo 2025 Osaka. Ini dijelaskan pada bagian “The Experience” yang sekaligus menjadi etalase visual yang menampilkan Paviliun Indonesia dalam wujudnya yang utuh, megah, dan siap menyambut dunia. Bagaimana ide dan desain berubah menjadi kenyataan disajikan secara dinamis melalui foto-foto artistik dari berbagai sudut. Setiap halaman pada bagian ini dapat membuat kita semua ikut merasakan kebanggaan dan pengalaman berada langsung di dalam Paviliun Indonesia. Selain wujud fisik, Paviliun Indonesia juga menjadi panggung kegiatan selama enam bulan penuh, yang dirangkum dalam “Programs at Indonesia Pavilion”. Beragam program, mulai dari yang berorientasi kerja sama ekonomi, seperti Business Forum dan One-on-One Meetings yang menghasilkan komitmen investasi dan perdagangan yang signifikan, hingga program yang menonjolkan kekayaan budaya bangsa dan partisipasi inklusif dan luas dari berbagai kelompok masyarakat, dunia usaha baik yang kecil maupun besar, hingga institusi akademia dan pemerintahan melalui Cultural Performance dan Rolling Exhibition. Akhirnya, buku ini ditutup dengan rangkuman pencapaian,prestasi gemilang Paviliun Indonesia, mulai dari penghargaan Silver Award for Exhibition Design – Self-Built Pavilion, capaian jumlah pengunjung yang melampaui target, hingga keberhasilan aktivitas Business Forum dalam menghasilkan komitmen investasi dan perdagangan. Tidak lupa, kami menyoroti peran krusial para mitra strategis yang berkolaborasi mewujudkan kesuksesan bersama dalam semangat gotong royong. Semua kisah dan pencapaian ini akan membawa kita pada satu kesimpulan penting tentang dampak nyata keikutsertaan Indonesia di Expo 2025 Osaka terhadap sektor ekonomi, pembangunan berkelanjutan, sosial budaya, dan yang paling utama, penguatan nation branding Indonesia di mata global. Buku ini lebih dari sekadar dokumentasi; ini adalah landasan pengetahuan bagi lembaga pemerintah yang akan bertugas membawa kembali Indonesia di panggung dunia di masa depan, dan sekaligus sebagai sarana edukasi bagi kita semua tentang pentingnya partisipasi Indonesia di kancah internasional.