Ada yang secara “simpatik” bertanya, mungkin termasuk Anda, mengapa pilihan strategi ekonomi Indonesia yang disarankan sekelompok elit politik dan cendekiawan tertentu adalah “strategi bertekuk-lutut terhadap IMF dan negara donor?” Tentu perkataan “strategi” tidak relevan di sini. Tidak bisa “bertekuk-lutut” merupakan suatu “strategi”, yang ada hanyalah munculnya kembali sikap primitif, semacam “instinct inlander”, naluri pribumi! Ini adalah kecenderungan self-disempowerment yang selalu dicemaskan para pendiri Republik ini. Tulisan ini dimaksudkan untuk menyambut pertemuan Paris Club III.


Unduh Dokumen