Tingkat kerusakan hutan yang tinggi mengakibatkan menurunnya daya kemampuan hutan untuk menjalankan fungsi ekologisnya sehingga dapat menimbulkan dampak pada lingkungan yang serius seperti perubahan iklim, berkurangnya keanekaragaman hayati, ketersediaan sumber daya air dan erosi tanah. Faktor-faktor yang menekan kerusakan hutan Indonesia, diantaranya konversi hutan untuk pengembangan perkebunan. Cara yang paling sering ditempuh oleh pengusaha untuk memenuhi kebutuhan lahan perkebunan kelapa sawit adalah melakukan konversi kawasan hutan, karena mekanisme untuk mendapatkannya relatif mudah dan memperoleh keuntungan dari hasil tebangan kayu. Hampir semua pertanaman kelapa sawit yang ada sekarang adalah areal pertanaman baru dari areal hutan produksi yang dapat dikonversi.
Evaluasi Penerapan Kebijakan Konversi Hutan untuk Perkebunan Besar Kelapa Sawit - oleh A. Hakim Basyar
14/10/2009
Unduh Dokumen
1. Evaluasi Penerapan Kebijakan Konversi Hutan untuk ..
(application/msword - 120 kB)
Informasi Lainnya :
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Membuat Komentar