Pembangunan ekonomi Indonesia pada masa yang lalu ditekankan pada pertumbuhan(growth) ternyata telah menimbulkan berbagai ketimpangan (disparity). Manfaat pembangunan lebih dirasakan oleh kelompok masyarakat lapisan atas, sehingga terjadi kesenjangan sosial (social gap) yang besar. Orientasi pertumbuhan tersebut hanya mendorong perkembangan usaha dan industri skala besar serta kelompok-kelompok tertentu, sehingga terjadi kesenjangan yang semakin lebar antara usaha skala kecil dan mikro (UKM) dan usaha menengah-besar (UMB). Pendekatan sektoral yang diharapkan dapat membentuk keterkaitan (lingkaged) ternyata telah menumbuhkan ”ego sektoral” yang juga menyebabkan ketimpangan sektoral. Begitu juga terjadinya ketimpangan wilayah, khususnya antara desa-kota, lebih banyak diakibatkan oleh investasi ekonomi (infrastruktur dan kelembagaan) diarahkan untuk melayani daerah perkotaan yang memiliki pertumbuhan cepat.
Urgensi Kerja Sama Pembangunan Sektoral dan Daerah Dalam Mendukung Tugas Pokok dan Fungsi Bappenas Dalam Era Otonomi Daerah - oleh Arifin Rudiyanto
14/10/2009
Unduh Dokumen
1. Urgensi Kerja Sama Pembangunan Sektoral dan Daerah ..
(application/msword - 131 kB)
Informasi Lainnya :
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Membuat Komentar