PERKEMBANGAN INDIKATOR EKONOMI MAKRO
PERKEMBANGAN SEKTOR RIIL SELAMA TAHUN 2000
Dalam tahun 2000 proses pemulihan ekonomi terus berlangsung. Perekonomian Indonesia tumbuh sekitar 4,8 persen dengan ekspor dan investasi sebagai penggeraknya (masing-masing tumbuh sekitar 16,1 persen dan 8,9 persen); sedangkan konsumsi rumah tangga tumbuh lebih lambat (sekitar 3,6 persen). Dari sisi produksi, semua sektor menunjukkan pertumbuhan yang positif. Industri pengolahan non-migas tumbuh sekitar 7,2 persen; pertanian sekitar 1,7 persen; dan sektor-sektor lainnya sekitar 5,1 persen. Ringkasan pertumbuhan ekonomi tahun 2000 dapat dapat dilihat pada tabel 1
Tabel 1:
Pertumbuhan PDB Indonesia (%)
|
|
1996 |
1997 |
1998 |
1999 |
2000 |
|
PDB |
7,8 |
4,7 |
-13,1 |
0,8 |
4,8 |
|
PDB Non-Migas |
8,2 |
5,2 |
-14,2 |
1,1 |
5,2 |
|
Konsumsi RT |
9,7 |
7,8 |
-6,2 |
4,6 |
3,6 |
|
Investasi |
4,9 |
6,3 |
-39,0 |
-23,3 |
8,9 |
|
Ekspor |
7,6 |
7,8 |
11,2 |
-31,6 |
16,1 |
|
Impor |
6,9 |
14,7 |
-5,3 |
-40,7 |
18,2 |
|
Pertanian |
3,1 |
1,0 |
-1,3 |
2,7 |
1,7 |
|
Industri |
11,6 |
5,3 |
-11,4 |
3,8 |
6,2 |
|
Industri Non-Migas |
11,7 |
6,1 |
-13,1 |
3,5 |
7,2 |
|
Lainnya |
7,6 |
5,4 |
-16,7 |
-1,0 |
5,1 |
Sumber : BPS
Sementara itu, di dalam kelompok industri pengolahan non-migas, sub sektor (a) alat angkut, mesin, peralatan; (b) logam dasar, besi, dan baja; (c) pupuk, kimia, dan barang karet; (d) tekstil, barang kulit dan alas kaki, (e) kertas dan barang cetakan, tumbuh dua digit sebagaimana dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2
Pertumbuhan Kelompok Industri Pengolahan Non-Migas (%)
|
Sub Sektor |
1996 |
1997 |
1998 |
1999 |
2000 |
|
Makanan, Minuman, dan Tembakau |
17,2 |
14,9 |
-3,1 |
5,3 |
0,7 |
|
Tekstil, Barang Kulit dan Alas Kaki |
8,7 |
-4,4 |
-14,0 |
8,0 |
10,5 |
|
Barang.Kayu dan Hasil Hutan Lainnya |
3,2 |
-2,1 |
-26,0 |
-13,7 |
6,1 |
|
Kertas dan Barang Cetakan |
6,9 |
9,0 |
-5,4 |
3,2 |
10,2 |
|
Pupuk Kimia dan Barang dari Karet |
9,0 |
3,4 |
-15,0 |
9,8 |
12,8 |
|
Semen dan Barang Galian Non-logam |
11,0 |
4,5 |
-30,5 |
5,3 |
7,3 |
|
Logam Dasar Besi dan Baja |
8,0 |
-1,4 |
-25,6 |
-1,1 |
16,2 |
|
Alat Angkut, Mesin dan Peralatan |
4,6 |
-0,4 |
-52,6 |
-10,3 |
51,5 |
|
Barang Lainnya |
9,7 |
6,0 |
-34,7 |
-2,8 |
8,1 |
|
|
|
|
|
|
|
|
Total |
11,7 |
7,4 |
-14,4 |
3,8 |
7,2 |
Sumber : BPS
Di sektor pertanian, produksi beras meningkat menjadi 51,2 juta ton dan turut menyumbang bagi stabilnya harga beras di dalam negeri. Harga beras rata-rata mutu sedang di ibukota propinsi dalam tahun 2000 sekitar Rp 2300 per kg, menurun dari tahun 1999 sekitar Rp 2600 per kg.
Beberapa indikator ekonomi baik dari sisi konsumsi maupun produksi juga mengindikasikan terus berlangsungnya proses pemulihan ekonomi. Konsumsi listrik oleh sektor industri tumbuh sekitar 8,5,persen; konsumsi semen yang merupakan gambaran keadaan sektor bangunan tumbuh sekitar 23,5 persen; serta penjualan mobil dan motor masing-masing tumbuh sekitar 233,2 persen dan 71,3 persen.
Arus wisatawan asing juga meningkat, terutama yang datang melalui Bandara Sukarno-Hatta, Cengkareng. Setelah mengalami penurunan sejak tahun 1997, pada tahun 2000 wisatawan asing yang datang melalui Bandara Sukarno-Hatta meningkat sebesar 25,7 persen, terutama didorong oleh membaiknya situasi keamanan di Jakarta. Sementara itu arus wisatawan asing ke Bali yang relatif tidak terpengaruh selama krisis meningkat sebesar 4,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara keseluruhan arus wisatawan asing yang masuk melalui 13 bandara meningkat sekitar 5,9 persen.
Pertumbuhan ekonomi tahun 2000 sebesar 4,8 persen turut pula menyumbang bagi penciptaan lapangan pekerjaan. Tingkat pengangguran terbuka pada tahun 2000 menurun menjadi 6,1 persen angkatan kerja dari 6,3 persen angkatan kerja pada tahun 1999. Sejalan dengan meningkatnya kegiatan ekonomi, pendapatan per kapita masyarakat mencapai Rp 6,3 juta atau setara dengan US$ 756.
Membuat Komentar