PERKEMBANGAN INDIKATOR EKONOMI MAKRO
RINGKASAN

Produk domestik bruto (PDB) tahun 1998 mengalami penurunan sebesar 13,7 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Secara keseluruhan, kegiatan produksi barang dan jasa masih belum memperlihatkan pemulihan. Hanya kegiatan di sebagian besar sektor pertanian yang masih terus meningkat.

Dalam periode Januari-Desember 1998 ekspor dan impor masing-masing menurun sebesar 8,7 persen dan 34,2 persen. Surplus neraca perdagangan adalah sebesar US$ 21,4 miliar.

Laju inflasi cenderung melambat, dan dalam bulan Maret 1999 terjadi deflasi sebesar ý0,2 persen. Penurunan harga beras telah mendorong terjadinya deflasi sebesar ý2,1 persen pada subkelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasil-hasilnya.

Pemerintah mengambil keputusan untuk melikuidasi 38 bank, menetapkan 9 bank untuk mengikuti program rekapitalisasi, mengambil alih 7 bank, serta menetapkan 73 bank untuk tetap beroperasi tanpa rekapitalisasi.

Realisasi APBN 1998/99 hingga bulan Maret secara umum masih lebih rendah dari APBN-nya. Realisasi penerimaan negara hanya mencapai 81,5 persen, sedangkan realisasi pengeluaran negara hanya mencapai 81,7 persen.