
Jakarta, Selasa (11/12). Kementerian PPN/Bappenas meluncurkan logo barunya. Bentuk dasar logo adalah karakter huruf B yang sekaligus menggambarkan karakter burung garuda. Gabungan karakter dasar logo membentuk sebuah busur panah yang siap melesatkan anak panah tepat ke arah tujuannya. Sekilas dasar logo yang berbentuk huruf B juga terlihat seperti angka 3 yang mencerminkan tiga komponen visi Bappenas (lembaga perencana yang andal, kredibel, dan proaktif) dan tiga misi Bappenas.
Logo baru Bappenas terdiri atas warna; biru, hijau, dan orange. Biru mempunyai arti wawasan yang luas, berorientasi ke depan, didukung penguasaan teknologi. Hijau berarti mengutamakan pertumbuhan yang ramah lingkungan. Sementara itu, orange melambangkan penuh semangat, dinamis dan penuh optimisme untuk mewujudkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana, mengatakan logo mencerminkan sebuah pengakuan, kebanggaan, inspirasi kepercayaan, kehormatan, kesuksesan, loyalitas, dan keunggulan yang tersirat ke dalam suatu bentuk atau gambar. Karena itu, peluncuran logo baru Bappenas merupakan momen penting yang menandai semangat dan tekad baru seluruh pegawai Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas untuk bekerja lebih baik lagi demi kemajuan bangsa ini. “Semoga dengan peluncuran logo baru Bappenas ini, lebih memotivasi kami untuk membuat perencanaan pembangunan yang lebih berorientasi pada pemerataan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Armida saat meluncurkan logo baru Bappenas.
Selain peluncuran logo baru, Bappenas juga meluncurkan buku sejarah Bappenas. Buku berjudul “Bappenas dalam Sejarah Perencanaan Pembangunan Indonesia 1945-2025” merekam peran dan kontribusi Bappenas dalam sejarah pembangunan Indonesia. Buku setebal 576 halaman ini tidak hanya berisi sejarah perencanaan pembangunan, tetapi juga perencanaan pembangunan era 2005-2025. Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana, memandang peluncuran buku sejarah Bappenas sangat strategis karena bertepatan dengan perkembangan nasional dan internasional yang sangat dinamis. Di tingkat nasional, KIB II akan sampai pada penyelesaian RPJMN 2009-2014 tahun ketiga yang berarti Bappenas sudah harus memulai proses menyusun konsep RPJMN 2015-2019 yang dapat digunakan oleh Kabinet RI berikutnya dalam rangka memelihara keberlanjutan pembangunan nasional jangka panjang.
Sementara pada tingkat internasional, Indonesia telah semakin dipercaya untuk memimpin berbagai forum internasional, seperti forum Post Busan Global Partnership for Effective Development Cooperation. “Partisipasi aktif Indonesia dalam forum-forum global, tentu menunjukkan peran Bappenas sebagai lembaga mitra kunci yang berperan penting,” tutur Armida.
Lebih lanjut, Armida mengatakan setelah diluncurkan, dia berharap buku sejarah Bappenas dapat dipakai sebagai referensi tidak hanya oleh Bappenas, tetapi juga oleh Bappeda di seluruh Indonesia, serta oleh semua stakeholders yang berkepentingan agar proses pembangunan nasional dapat semakin efektif meningkatkan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. “Buku ini dapat menjadi bahan yang sangat berguna sekaligus sumbangan knowledge sharing Bappenas dalam berbagai forum internasional, seperti forum Selatan-Selatan, juga forum-forum internasional lainnya, “ pungkas Armida.
Selain dihadiri oleh pegawai Bappenas, peluncuran logo dan buku Sejarah Bappenas juga dihadiri oleh para sesepuh dan alumni Bappenas. Dalam peluncuran buku Bappenas, Prof. Dr. JB Sumarlin, Prof. Ginanjar Kartasasmita, Prof. Dr. Prijono Tjiptoherijanto, dan anggota DPR RI Komisi XI Dr. Ir. Arif Budimanta, M.Sc. hadir sebagai pembahas. *****
Membuat Komentar