Impelementasi dan strategi pembangunan nasional dan daerah, yang meliputi mekanisme ekonomi dan program-program pro-rakyat, masih perlu dipertajam. Demikian disampaikan Menteri Negara PPN/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana, MA saat memberikan pengarahan pada Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) di Ruang Serba Guna Gedung Bappenas, Senin (19/12).

Oleh karena itu, menurut Ibu Armida, percepatan pembangunan daerah perlu dilakukan melalui fokus-fokus pembangunan. Untuk NTT, fokus pertamanya adalah sektor ekonomi yang meliputi kehutanan (kayu), pertanian (jagung), peternakan, dan pariwisata. Terkait dengan kondisi NTT yang berupa kepulauan, percepatan pembangunan konektivitas Trans Bali-Nusa Tenggara menjadi fokus kedua yang dinilai penting oleh Ibu Armida. Selanjutnya, fokus ketiga adalah soft infrastructure yang meliputi pendidikan, kesehatan, dan regulasi.

“Dalam pelaksanaannya, selain peran pemerintah pusat dan daerah, juga diperlukan peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), terutama BUMN yang berkaitan dengan bandara,” papar Ibu Armida. Hal lain yang turut disorot Ibu Armida adalah perlunya penajaman koordinasi dengan mitra pembangunan agar lebih efektif dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

Saat menutup pengarahannya, Ibu Armida mengharapkan agar pemerintah tidak sekadar membahas dan mengoordinasikan perencanaan, tetapi juga merumuskannya dalam kebijakan-kebijakan yang konkret dan terukur sehingga program selanjutnya tidak lagi dimulai dari nol.

Senada dengan Ibu Armida, dalam sambutannya, Sekretaris Kementerian PPN/Sestama Bappenas, Dr. Slamet Seno Adji, MA, mengatakan bahwa rapat ini bertujuan menyinergikan upaya antara pemerintah pusat dan pemerintah Provinsi NTT dalam mendukung percepatan pembangunan di provinsi tersebut.