|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR: WASTE SECTOR |
|
| In general greenhouse gas (GHG) emissions from waste occur during the incineration and open burning of waste, wastewater treatment and discharge, biological treatment of solid waste and from solid waste disposal. In Indonesia the major source of greenhouse gas emissions among the mentioned sources is the disposal and open burning of solid waste. Approximately 42.76 megatonnes of solid waste will be produced in Indonesia in 2010 and hence a signicant amount of GHG equivalents, especially methane (CH4) emitted. CH4 emissions occur in managed and unmanaged landfills from anaerobic degradation of organic material. They cannot be controlled, because final waste disposal technology has not been applied yet and open dumping is still common practice. Currently there are about 400 landfills (open dumping) in Indonesia, which are managed by the local governments. At national level the local governments are supported by the Ministry of Public Works with technical assistant, regulation and quality control of solid waste management, while environmental aspects are supported and controlled by the Ministry of Environment. | |
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR: SEKTOR SUMBER DAYA AIR |
|
| Sektor sumber daya air atau sektor air termasuk salah satu sektor penting yang harus dilibatkan dalam penyusunan roadmap perubahan iklim. Dalam hal ini, respon terhadap perubahan iklim sektor air pada umumnya merupakan langkah-langkah adaptasi. Namun, beberapa program dan kegiatan di dalamnya dapat berupa gabungan dengan langkah mitigasi; dan beberapa lainnya merupakan solusi untuk isu-isu lintas sektor (cross-cutting issues). Roadmap ini disusun atas dasar kajian keilmuan (scientific basis) dengan pendekatan tingkat makro dengan penyederhanaan analisis risk assesment dan matrix tool dengan mempertimbangkan keragaman wilayah dan isu-isu lintas sektoral | |
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR : WATER RESOURCE SECTOR |
|
| As stated in the Long-Term Development Plan (RPJP) 2005-2025, sustainability of development will face challenges of climate change. To elaborate this vision, there is an urgent need to develop a roadmap for mainstreaming climate change into Indonesia’s national development plan (hereinafter referred to as “Roadmap on Climate Change” or simply “the Roadmap”). The Roadmap looks out over a time frame of 20 years (2010-2029). Priority activities proposed in the Roadmap are outlined in four phases of RPJMN. Hence, it is timely well suited to integrate activities of the Roadmap into the RPJMN 2010-2014. Subsequently, the Roadmap will be considered in formulating the strategic plans of each ministry and agency. |
|
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR : SYNTHESIS REPORT |
|
| Indonesia plays an active role in various international negotiations on climate change, and hosted the 13th Conference of the Parties to the UNFCCC in Bali, which created the Bali Action Plan. With vast coastline, high susceptibility to natural disasters, and highly vulnerable agriculture production systems, Indonesia is one of the countries that are most vulnerable to the negative impacts of climate change. Thus, Indonesia needs to be at the forefront of collective international efforts to manage the risks of global climate change. | |
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR : SEKTOR PERTANIAN |
|
| Perubahan iklim merupakan tantangan paling serius yang dihadapi masyarakat dunia pada saat ini dan ke depan. Sejumlah bukti baru dan kuat yang muncul dari berbagai studi mutakhir memperlihatkan faktor antropogenik, terutama industrialisasi yang berkembang cepat selama 50 tahun terakhir, telah menyebabkan pemanasan global secara signifikan. Seiring dengan pemanasan global, terjadi pula perubahan iklim lainnya, seperti peningkatan frekuensi dan intensitas banjir dan kekeringan serta peningkatan periodisitas El-Nino. |
|
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR : SEKTOR LIMBAH |
|
| Sektor limbah merupakan salah satu sumber emisi gas rumah kaca yang penting. Limbah padat dan cair merupakan sumber signifikan CH4 yang penambahannya di atmosfer berkontribusi terhadap perubahan iklim. Sehingga aksi nasional dalam mitigasi perubahan iklim di sektor limbah sangat penting. Di Indonesia, sampah dapat dianalisis di lebih dari 400 Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Penanganan sampah di tingkat pusat merupakan kewenangan dan tanggung jawab Departemen Pekerjaan Umum yaitu dalam bidang teknis, dan Kementerian Negara Lingkungan Hidup yaitu dalam aspek lingkungan hidup. | |
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR : SEKTOR KESEHATAN |
|
| Saat ini telah diketahui bahwa perubahan iklim telah terjadi dan menjadi ancaman global di berbagai sektor termasuk sektor kesehatan di Indonesia. Ancaman bahaya perubahan iklim di Indonesia dapat mempengaruhi kesehatan baik secara langsung maupun tidak langsung yang menyebabkan berbagai penyakit, dampak psikologis, pengungsian, bahkan kematian (mortality). Bahaya perubahan iklim terkait kesehatan diantaranya temperatur dan curah hujan yang ekstrim, peningkatan banjir dan kekeringan, perubahan distribusi vektor penyakit (vector-borne diseases), peningkatan kasus malnutrisi, dan peningkatan bencana terkait iklim. | |
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR : SEKTOR KELAUTAN DAN PERIKANAN |
|
| Pemanasan global pada dasarnya merupakan fenomena peningkatan temperatur global dari tahun ke tahun karena terjadinya efek rumah kaca yang disebabkan oleh meningkatnya emisi gas-gas rumah kaca seperti karbondioksida (CO2), metana (CH4), dinitrooksida (N2O) dan chloroflurocarbon (CFC) ke atmosfer bumi. | |
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR : MARINE AND FISHERY SECTOR |
|
| Global warming is a phenomenon of global temperature increase due to the greenhouse effect which is caused by increasing greenhouse gas emissions such as carbon dioxide (CO2), methane (CH4), dinitrooksida (N2O), and chloroflurocarbon (CFCs) into the atmosphere. |
|
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR : SUMMARY REPORT TRANSPORTATION SECTOR |
|
| Transport is a major source of greenhouse gas (GHG) emissions in Indonesia. In 2005, it contributed 23% of the total CO2 emissions from the energy sector or 20.7% percent of the country’s overall CO2 emissions. The sector generates annual emissions of about 68 million tons of CO2 equivalents, representing 23% of the total energy sector CO2 emissions in 2005. This was the third largest contribution to energysector emissions, eclipsed only by emissions from industrial sources and power plants. | |
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR : SUMMARY REPORT FORESTRY SECTOR |
|
| This peat land and forestry sector climate change roadmap is a temporary document, which should be further developed and revised in 2010 through a process of coordination involving Ministry of Forestry, Bappenas, and other ministries of concern such as Agriculture, Environment, Public Works, Marine and Fisheries as well as the research community. Indeed, consensus on priorities, activities and decisions related to this important sector are still need to be reached in order to meet climate change government objectives. | |
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR : HEALTH SECTOR |
|
| It is well known that climate change is happening and become a threat in various sectors including health sector in Indonesia. Climate change hazard threat in Indonesia can affect health directly or indirectly which could cause morbidity, psychological impact, refuge, and aven mortality. Climate change hazard related to health sector including extreme temperature and precipitation, flood and drought increase, vector-borne disease change, surface ozone increase, increased malnutrition cases, and increase of disaster related to climate. | |
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR : ENERGY SECTOR PART 3 (GAS FLARING REDUCTION) |
|
| Natural gas is still being flared and vented widely in the world, especially in developing countries with oil and gas reserves, where the infrastructure for distributing, processing and utilizing natural gas is limited. Flaring and venting of natural gas is often found associated with oil and gas production in oil wells and is significant source of greenhouse emissions which needs to be reduced. This is particularly pressing given that fl aring and venting of gas are not activities that have economic value. | |
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR : ENERGY SECTOR PART 2 (SUMATERA POWER SYSTEM) |
|
| As already described in the Part 1 of this study, global climate change can no longer be denied. On the global stage, and in Indonesia, the impacts of climate change are already visible and are expected to become more severe more quickly than initially anticipated. Indonesia, under the strains of economic growth, urbanization, and major industrial projects, suffers from a wide range of environmental problems – aside from climate change -- including poor air quality in cities, pollution of rivers and seawaters, inadequate disposal of solid wastes, land degradation, loss of biodiversity, and deforestation. Land use, land use change and forestry (LULUCF) in Indonesia was estimated to account for 60% of Indonesia’s total Greenhouse Gas (GHG) emissions. The energy sector contributed about 25% of Indonesia’s total GHG emissions (IEA (2008)). The ongoing and expected impacts of climate change and climate disruption pose a serious threat to national environmental and socioeconomic development for the coming decades. These impacts will be faced by all segments of society and future generations. One study on the economics of GHG limitations in Indonesia was completed in 1999 (ME (1999)). It shows the impacts of the GHG limitations to the national economic growth [to be ???]. | |
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP ICCSR : ENERGY SECTOR PART 1 (JAVA - BALI POWER SYSTEM) |
|
| Global climate change is an issue that can no longer be ignored. On the global stage, this issue has been significantly propelled by the writings of Nobel Laureates Al Gore, former Vice President of the USA (Al Gore (2006)) and Steve Chu, currently the Secretary of US DOE (Kevin Conley (2009)). U.S. President Barack Obama declared to the United Nations General Assembly on 22 September 2009 that the US is a serious partner in combating global warming (Jakarta Post (2009)). Many related publications are available from numerous organizations, government agencies and so on, including the World Energy Council (WEC, 2007), Thomas Friedman (2008), Mark Lynas (2008), Michael Levi (2009), Wallack and Ramanathan (2009), Clifton Anderson (2009), PEW Center on the States (2006) and Michael Lemonick (2008). | |
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP. SCIENTIFIC BASIS : ANALYSIS AND PROJECTION OF SEA LEVEL RISE AND EXTREME WEATHER EVENT |
|
| It has been estimated that 23% of the world’s population lives within both 100 km distance from the coast and less than 100 m elevation above sea level, and population densities in coastal regions are about three times higher than the global average (Small and Nicholls, 2003). This causes a serious vulnerability to the sea level rise caused by global warming. |
|
|
Untuk selengkapnya silahkan download disini |
|
-
|
INDONESIA CLIMATE CHANGE SECTORAL ROADMAP. SCIENTIFIC BASIS : ANALYSIS AND PROJECT OF TEMPERATURE AND RAINFALL |
|
| Since the IPCC (Intergovernmental Panel on Climate Change) was established in 1988 by WMO (World Meteorological Organization) and UNEP (United Nations Environmental Program), and thereafter published the reports of their studies, the global climate change issue has influenced the opinion of most of the people in the world and started to affect development policies in many countries, including Indonesia. |
|
| Untuk selengkapnya silahkan download disini | |
-
|
RENCANA KEBIJAKAN STRATEGIS |
|
| Tema Prioritas Ketahanan Pangan untuk periode 2009 – 2014 adalah Peningkatan ketahanan pangan untuk mewujudkan kemandirian pangan, peningkatan daya saing produk pertanian, peningkatan pendapatan petani, serta kelestarian lingkungan dan sumber daya alam melalui program revitalisasi pertanian. |
|
| Untuk selengkapnya silahkan download disini | |
-
|
KEBIJAKAN DAN STRATEGI DALAM |
|
| Pengembangan kelapa sawit di Indonesia dimulai sejak 1970 dan mengalami pertumbuhan yang cukup pesat terutama periode 1980-an. Pada tahun 1980 areal kelapa sawit hanya seluas 294 ribu ha dan terus meningkat dengan pesat sehingga pada tahun 2009 mencapai 7,32 juta ha, dengan rincian 47,81% berupa perkebunan besar swasta (PBS), 43,76% perkebunan rakyat (PR), dan 8,43% perkebunan besar Negara (PBN). Dengan luas areal tersebut, Indonesia merupakan negara produsen minyak sawit terbesar di dunia. |
|
| Untuk selengkapnya silahkan download disini | |
-
|
STRATEGI DAN KEBIJAKAN DALAM |
|
| Program Swasembada Daging Sapi Tahun 2014 (PSDS-2014) merupakan salah satu program prioritas pemerintah dalam lima tahun ke depan untuk mewujudkan ketahanan pangan asal ternak berbasis sumberdaya lokal. Pencapaian swasembada daging sapi ini merupakan tantangan yang tidak ringan, mengingat impor daging dan bakalan yang masih tinggi yang mencapai 70 ribu ton daging dan sapi bakalan yang setara 250,8 ribu ton daging selama tahun 2009. Angka tersebut diindikasikan ada kecenderungan yang terus meningkat. |
|
| Untuk selengkapnya silahkan download disini | |
-
|
Background Study dalam Rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014 |
|
| Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan dan meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, termasuk di antaranya pembangunan kebudayaan. Pembangunan nasional dilaksanakan secara berencana, menyeluruh, terpadu, terarah, bertahap, dan berkelanjutan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat serta kedudukan yang sejajar dan sederajat dengan bangsa lain di dunia. Untuk menjaga kesinambungan pembangunan, maka diperlukan adanya perencanaan yang berkelanjutan. | |
| Untuk selengkapnya silahkan download disini | |
-
|
Background Study dalam Rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014 |
|
| Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan dan meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, termasuk di antaranya pembangunan kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahraga. Pembangunan nasional dilaksanakan secara berencana, menyeluruh, terpadu, terarah, bertahap, dan berkelanjutan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat serta kedudukan yang sejajar dan sederajat dengan bangsa lain di dunia. Untuk menjaga kesinambungan pembangunan, maka diperlukan adanya perencanaan yang berkelanjutan. | |
| Untuk selengkapnya silahkan download disini | |
-
|
Background Study dalam Rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014 |
|
| Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan dan meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, termasuk di antaranya pembangunan pariwisata. Pembangunan nasional dilaksanakan secara berencana, menyeluruh, terpadu, terarah, bertahap, dan berkelanjutan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat serta kedudukan yang sejajar dan sederajat dengan bangsa lain di dunia. Untuk menjaga kesinambungan pembangunan, maka diperlukan adanya perencanaan yang berkelanjutan. | |
| Untuk selengkapnya silahkan download disini | |
-
|
Background Study dalam Rangka Penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2010 – 2014 |
|
| Pembangunan nasional merupakan rangkaian upaya pembangunan yang berkesinambungan dan meliputi seluruh aspek kehidupan masyarakat, bangsa dan negara, termasuk di antaranya pembangunan pemuda. Pembangunan nasional dilaksanakan secara berencana, menyeluruh, terpadu, terarah, bertahap, dan berkelanjutan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat serta kedudukan yang sejajar dan sederajat dengan bangsa lain di dunia. Untuk menjaga kesinambungan pembangunan, maka diperlukan adanya perencanaan yang berkelanjutan. | |
| Untuk selengkapnya silahkan download disini | |
-
|
Kajian Pengembangan Industri Budaya dan Olahraga |
|
| Prospek pariwisata di pasar global ke depan semakin bagus. Menurut World Tourism Organisation (WTO), industri pariwisata dunia diperkirakan akan terus bertumbuh mencapai 4,3 persen per tahun sampai tahun 2020. Di Indonesia, pariwisata merupakan penghasil devisa terbesar setelah sektor minyak dan gas bumi. Selain sebagai penghasil devisa, kegiatan pariwisata secara potensial juga dapat mengatasi kemiskinan, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan sektor usaha kecil dan menengah (UKM). | |
| Untuk selengkapnya silahkan download disini | |
Membuat Komentar