Selasa (26/02) Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Prof. Dr. Armida S. Alisjahbana, telah menerima kunjungan kehormatan (courtesy call) dari Mr. Yoshiteru Uramoto, Assistant Director-General and Regional Director for Asia and the Pacific of the International Labour Organization (ILO) yang berkantor di Bangkok Thailand, yang disertai oleh Mr. Peter van Rooiy, Director of ILO Jakarta Office, Mr. Wolfgang Schiefer, Head of the Regional Unit for Partnerships of the ILO Bangkok Office, dan Miss Michiko Miyamoto, Deputy Director of ILO Jakarta Office. Menteri PPN didampingi oleh Dr. Slamet Seno Adji, MA, Sesmen PPN/Sestama Bappenas, dan Dra Rahma Iryanti, MT, Direktur Tenaga Kerja dan Pengembangan Kesempatan Kerja. Pertemuan diadakan di Ruang Tamu Menteri dan berlangsung dari pukul 08.30 sampai dengan pukul 09.20 WIB.
Dalam memperkenalkan dirinya Mr. Uramoto menyampaikan bahwa ia sebenarnya, lebih kurang tiga puluh tahun yang lalu, pernah ke Indonesia dalam kedudukannya sebagai Deputy of UNICEF. Kemudian ia menjadi Deputy to the Director General of UNIDO, dan sekarang menjabat di lembaga ILO.
Mr. Uramoto lalu memuji peran Indonesia yang aktif, khususnya ketika Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyampaikan pidatonya pada forum ILO pada tahun 2011 yang memberi masukkan tentang kebijakan tenaga kerja Indonesia, yang berbeda dengan banyak negara lain yang memberi tekanan pada daya tariknya sebagai low labor cost economies, Indonesia menekankan pentingnya upaya peningkatan produktivitas tenaga kerja dan kaitannya dengan CPI (Consumer Price Index/Indeks Harga Konsumen), untuk juga menjamin kesejahteraan tenaga kerja. Mr. Uramoto juga memuji Indonesia yang telah meratifikasi kelima Conventions of the UN yang menyangkut tenaga kerja. Selanjutnya, Mr. Uramoto mengatakan bahwa Indonesia juga telah berhasil, sejak tahun 1997, untuk menentukan tingkat upah minimum secara tripartit (pekerja, pengusaha, dan pemerintah) melalui proses yang transparan. Suatu proses yang banyak negara belum dapat menerapkannya, dan andaikata dapat telah membutuhkan waktu yang sangat lama, sedangkan Indonesia hanya dalam waktu 15 tahun.
Mr. Uramoto juga menginformasikan kepada Menteri PPN bahwa ia baru bertemu dengan Secretary General of ASEAN, Mr. Le Luong Minh, dalam mana Mr. Uramoto telah mengemukakan pentingnya dibentuk suatu ASEAN Labour Force Information System untuk kemudian melaksanakan Labour Force Analyses di negara-negara ASEAN. Mr. Uramoto juga telah menyentuh upaya untuk memperbaiki keadaan migrant workers Indonesia (TKI) yang bekerja di ASEAN maupun di Timur Tengah. Sementara Mr. Peter Van Rooiy menginformasikan kepada Menteri PPN bahwa ILO tengah bekerjasama dengan IFC/Bank Dunia untuk mengadakan penelitian diberbagai negara di industri tertentu, seperti apparel/garment untuk melihat seberapa jauh telah dimungkinkan Hubungan Industrial (Management-Labour Negotiations).
Menteri PPN menunjuk pada Laporan ILO Tentang Capaian Tahun 2012 dan pada Program ILO untuk periode 2011-2015. Menteri PPN mencatat bahwa program ILO ini perlu memperhatikan keberlanjutannya dengan perencanaan pembangunan nasional Indonesia kedepan, dalam mana Bappenas saat ini tengah merumuskan RKP 2014 bersama semua stakeholders.
(Humas)
Membuat Komentar