Jumat (19/11), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) menggelar Dialog Bersama Media yang mengangkat tema “Isu Ekonomi Terkini” pada pukul 12.30 – 14.00 WIB di ruang rapat SG 1 – 2, Bappenas, Jakarta.

Sebagai narasumber utama, hadir Menteri PPN/Kepala Bappenas Prof. Dr. Armida Salsiah Alisjahbana, MA, yang didampingi Staf Khusus Menteri PPN/Kepala Bappenas Dr. Ir. Dedi Masykur Riyadi, dan Kepala Biro Humas dan TU Pimpinan Bappenas Dr. Ir. Maruhum Batubara, MPA. Menteri Armida menjelaskan secara singkat tentang hasil pertemuan KTT APEC di Yokohama, Jepang. Pada pertemuan bilateral Indonesia dengan Jepang, dibahas mengenai pengembangan kerjasama kedua negara khususnya di bidang infrastruktur publik, seperti transportasi, energi, perumahan, dan lain-lain. Sebagai gambaran, kota-kota besar di Jepang sudah terintegrasi dengan baik yang dibuktikan dengan sistem transportasi publik yang bagus dan adanya semacam sistem restriksi (pembatasan) penggunaan kendaraan pribadi. “Kerjasama antara Indonesia dan Jepang ini akan terwujud dalam Memorandum of Cooperation yang akan ditandatangani pada bulan Desember di Bali”, ujar Armida.

Armida menambahkan, tantangan bagi Indonesia untuk pembangunan infrastruktur dengan konsep seperti di Jepang adalah di bidang pendanaan. Untuk di Jepang sendiri, investasi infrastruktur publik harus berasal dari pemerintah, sementara untuk operasional dan pemeliharaan dapat diserahkan kepada pihak swasta. Selain Yokohama, Menteri PPN/Kepala Bappenas juga mengunjungi kota Kobe. Kota tersebut memiliki satu pusat/lembaga khusus yang menangani masa tanggap darurat dan masa rehabilitasi bencana, mengingat kota Kobe pernah mengalami gempa bumi yang cukup besar 7,3SR pada tahun 1995.

“Terkait isu ekonomi terkini, dalam KTT APEC dibahas tentang beberapa hal termasuk inclusive growth dan innovation. Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang balance, strong, dan sustainable, diperlukan finacial inclusive”, jelas Armida. Dan Indonesia telah melaksanakan hal tersebut dengan menyelenggarakan program kredit mikro berupa KUR, serta memperhatikan proses & pelaku ekonomi dengan adanya program PNPM Mandiri. Sementara untuk stabilitas ekonomi makro dibutuhkan penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran. Indonesia sendiri mengalami pertumbuhan ekonomi yang masih ontrack, di mana untuk kwartal pertama mencapai angka 5,7%, 6,2% pada kwartal kedua, dan 5,8% pada kwartal ketiga. Diharapkan, momentum pertumbuhan ekonomi dapat dipelihara dengan baik sehingga dapat mencapai atau bahkan melebihi target yang telah ditentukan, yaitu 5,8% dalam APBN-P 2010, tandas Armida.

Selain tentang KTT APEC, Menteri PPN/Kepala Bappenas juga menyinggung tentang dua masterplan yang komprehensif untuk rehabilitasi dan rekonstruksi daerah yang tertimpa bencana beberapa waktu yang lalu, yaitu Wasior dan Mentawai. “Perbaikan yang ada nantinya tidak hanya berupa pembangunan infrastruktur, namun juga perbaikan penghidupan dari masyarakat setempat. Alokasi dana untuk kedua masterplan tersebut sedang dalam tahap finalisasi dan diharapkan dapat dipenuhi dari APBN. Sedangkan daerah yang tertimpa bencana Merapi untuk sementara belum sampai pada rehabilitasi dan rekonstruksi karena masih dalam tahap/masa tanggap darurat, ujar Menteri.***

(Humas)




Unduh Dokumen