Informasi Pembangunan

Perkembangan Ekonomi Indonesia dan Dunia Triwulan IV Tahun 2016

April 7th, 2017 11:13 am


Ringkasan Eksekutif

Pada triwulan IV tahun 2016, perekonomian negara-negara di berbagai kawasan mulai membaik namun masih moderat. Perekonomian Amerika Serikat (AS) tumbuh sebesar 1,9 persen (YoY), lebih rendah dibandingkan triwulan III tahun 2016 yang
tumbuh sebesar 3,5 persen (YoY). Penurunan ini disebabkan oleh kinerja sektor perdagangan, yaitu ekspor menurun sebesar 4,3 persen (YoY) dari triwulan III tahun 2015 yang mencapai 10,0 persen (YoY). Perekonomian Uni Eropa mulai mengalami perbaikan secara bertahap dengan pertumbuhan sektor industri yang mencapai 3,2 persen (YoY) sampai bulan November 2016. Namun demikian, secara keseluruhan tahun 2016, pertumbuhan ekonomi Uni Eropa menurun menjadi 1,6 persen (YoY) dari tahun 2015 yang tumbuh  sebesar 2,0 persen (YoY), disebabkan oleh ekspor dan permintaan domestik yang menurun.

Pada triwulan IV tahun 2016, perekonomian Tiongkok tumbuh diatas ekspektasi yaitu sebesar 6,8 persen (YoY), didukung oleh peningkatan konsumsi rumah tangga sebesar 64,6 persen (YoY), pertumbuhan investasi properti sebesar 6,9 persen (YoY), serta peningkatan fiskal dan stimulus kredit. Akan tetapi, investasi swasta mengalami penurunan, jumlah utang rumah tangga melebihi 40 persen dari PDB, dan depresiasi mata uang akibat terjadinya capital outflow.

Sementara itu, Perekonomian Indonesia tumbuh lebih rendah pada triwulan IV tahun 2016, yaitu sebesar 4,9 persen (YoY).  Namun secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi pada tahun 2016 sebesar 5,0 persen (YoY), sedikit lebih tinggi
dibandingkan dengan tahun 2015 yang sebesar 4,9 persen (YoY). Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh kondisi perekonomian global yang sudah menunjukkan perbaikan walaupun pertumbuhannya belum merata. Dari sisi domestik, pertumbuhan ekonomi didorong oleh membaiknya ekspor dan terjaganya permintaan domestik terutama konsumsi rumah tangga yang tumbuh cukup kuat, namun realisasi belanja pemerintah APBN lebih rendah dibandingkan triwulan yang sama tahun sebelumnya akibat pemotongan anggaran. Sementara itu, inflasi hingga akhir triwulan IV tahun 2016 sebesar 3,02 persen (YoY), dengan IHK 126,7 basis poin, menurun dibandingkan triwulan sebelumnya.

Pada triwulan IV tahun 2016, seluruh pulau mengalami pertumbuhan positif dengan rata-rata pertumbuhan ekonomi paling tinggi di Maluku dan Papua. Sementara itu, perkembangan kontribusi daerah terhadap PDB dari tahun ke tahun relatif tidak banyak berubah. Kontribusi terbesar terhadap PDB dari triwulan I tahun 2010sampai dengan triwulan IV tahun 2016 masih didominasi pulau Jawa, yaitu sebesar 58,0 persen.  

Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) pada triwulan IV tahun 2016 mengalami suplus sebesar USD4,9 miliar. Peningkatan kinerja tersebut didukung oleh menurunnya defisit pada neraca transaksi berjalan dan surplus neraca transaksi modal dan
finansial yang cukup besar. Secara keseluruhan tahun 2016, NPI mengalami surplus sebesar USD12,1 miliar atau meningkat signifikan dari tahun 2015 yang defisit sebesar USD1,1 miliar.

Total ekspor Indonesia pada sampai dengan akhir triwulan IV tahun 2016 sebesar USD144,4 miliar, mengalami penurunan sebesar 3,9 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2015. Total impor sebesar USD135,7 miliar atau
menurun sebesar 4,9 persen (YoY). Sementara itu, cadangan devisa Indonesia pada triwulan IV tahun 2016 mencapai sebesar USD116,4 miliar atau setara dengan 8,4 bulan impor.

Realisasi penerimaan perpajakan sampai akhir tahun 2016 sebesar 83,4 persen dari target APBN-P, lebih rendah dibandingkan rata-ratanya selama 2011-2015 yang mencapai 93,2 persen. Sejalan dengan hal tersebut, realisasi belanja negara juga mengalami penurunan, yaitu mencapai Rp1.859,4 triliun atau 89,3 persen dari target APBN-P. Penurunan tersebut karena diterapkannya kebijakan pemotongan anggaran pada tahun 2016. Sementara itu, realisasi pinjaman luar negeri (neto)
selama 2016 mencapai negatif Rp14,6 triliun, lebih rendah dibandingkan realisasi 2015.  

Realisasi investasi untuk Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) triwulan IV tahun 2016 sebesar Rp58,1 triliun, tumbuh sebesar 25,8 persen dari realisasi triwulan IV tahun 2015. Sementara itu, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) triwulan IV 2016 sebesar USD7,5 miliar mengalami penurunan dibandingkan triwulan IV tahun 2015, atau mengalami pertumbuhan negatif sebesar 5,5 persen (YoY). Penjualan mobil pada triwulan IV tahun 2016 mencapai 280.994 unit atau tumbuh
sebesar 13,0 persen dibandingkan triwulan IV tahun 2015. Pertumbuhan penjualan mobil yang cukup tinggi tersebut disebabkan oleh peluncuran beberapa mobil tipe baru dari produsen utama di Indonesia serta terjaganya daya beli masyarakat
Indonesia, terutama kalangan menengah atas. Secara kumulatif, penjualan mobil pada tahun 2016 mengalami pertumbuhan sebesar 5,0 persen dibandingkan tahun 2015.  

Sementara itu, penjualan motor pada triwulan IV tahun 2016 sebesar 1,5 juta atau menurun 4,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2015, seiring dengan daya beli masyarakat menengah bawah yang lebih rendah. Penjualan semen pada
triwulan IV tshun 2016 mencapai 17,3 juta ton, atau menurun sebesar 3,2 persen (YoY). Keseluruhan tahun 2016, penjualan semen mencapai 62 juta ton atau meningkat 1,3 persen (YoY) dibandingkan tahun 2015. Kondisi sektor yang
oversupply ditambah dengan persaingan sengit antar produsen semen Tier 1  dan Tier 2, seperti Semen Indonesia dan Semen Conch, menjadi salah satu penyebab penurunan pada triwulan IV. Selain itu, adanya cuaca buruk yang terjadi pada
sebagian wilayah Indonesia menjadikan pertumbuhan semen pada triwulan ini menjadi semakin terkontraksi.

 

 

 

 

335

Berita Terkait

Comments

Tinggalkan Komentar


(Email anda tidak akan dilihat oleh publik)


Captcha Code

Click the image to see another captcha.

Peta Situs | Beranda | FAQs | Kontak Kami

Situs ini dibangun dengan tampilan adaptif yang otomatis menyesuaikan bila anda menggunakan perangkat mobile

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS)
Jalan Taman Suropati No.2 Jakarta 10310,
Telp. 021 3193 6207 Fax 021 3145 374

 
Copyright © 2017 Kementerian PPN / Bappenas
All Rights Reserved